SASAGUPAPUA.COM, Intan Jaya — Pengurus Sekolah Wilayah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (PSW YPPK) Tillemans Kabupaten Intan Jaya sekaligus Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya Keuskupan Timika, Pastor Yance Yogi, Pr, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya atas terlaksananya program Sekolah Sepanjang Hari (SSH).
Hal tersebut disampaikan Pastor Yance saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa di SSH SD YPPK Bilogai, Selasa (15/9/2026) kemarin.
“Terima kasih Pak Gubernur telah membantu kami program SSH, kerja sama dengan Pastor Dekan, Kepala Klasis, tapi juga dengan Bupati Kabupaten Intan Jaya. Bupati Intan Jaya telah membuka launching satu tahun lalu dan program SSH sampai hari ini berjalan baik. Makan, minum, fasilitas dapur, karyawan-karyawati dapur, tempat air, sekolah kami sudah sediakan, ini dapur umum SSH,” kata Pastor Yance Yogi.
Pastor Yance menjelaskan kehadiran program SSH memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi masyarakat, khususnya keluarga besar YPPK di Kabupaten Intan Jaya. Ia menyebutkan YPPK menjadi tumpuan utama pendidikan di daerah tersebut, di mana anak-anak dari wilayah pelosok datang untuk bersekolah. Untuk SD YPPK Bilogai saja, jumlah peserta didik saat ini telah mencapai 561 siswa.
“Dan ini membuat kami sangat membantu, terutama kepada pihak YPPK. Kabupaten ini, daerah ini yang aktif sekolah adalah YPPK. SD-SD masyarakat dari jauh datang gabung di sini. Siswa SD YPPK sejumlah khusus untuk SD YPPK Bilogai 561 siswa, ini SD. Dan 500 sekian siswa ini program SSH sementara berjalan baik. Mama-mama berani memasak untuk anak-anak,” jelas Pastor Yance.
Dalam pelaksanaannya, dapur umum SSH menyajikan menu yang terbagi dalam beberapa kategori, termasuk pemanfaatan pangan lokal seperti keladi, petatas, singkong, dan sayur-mayur, serta lauk-pauk dan beras yang telah dijadwalkan secara harian. Menurutnya, seluruh pihak menyambut hangat kehadiran jajaran pemerintah provinsi yang turun langsung meninjau proses penyediaan makanan tersebut.
“Dan lebih terharu lagi kehadiran Bapak Gubernur pada hari ini di tempat ini, di sekolah kami, di dapur SSH ini. Beliau sendiri saksikan, lihat makanan-makanan lokal yang disiapkan oleh mama-mama dapur dari pihak yayasan, tapi juga dari para guru, pemerintah daerah. Kita semua di tempat ini sangat bangga program ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pastor Yance menyoroti kendala serius terkait kapasitas ruang kelas yang sudah tidak memadai akibat lonjakan jumlah siswa yang kini menembus angka 600 anak. Kondisi ini memaksa kegiatan belajar mengajar berlangsung di ruangan Kepala Sekolah hingga kantor Klasis. Pihaknya telah mengajukan usulan bantuan fisik kepada pemerintah daerah dan provinsi agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Oleh karena itu, semua fasilitasi, kekurangan program SSH, bahkan juga bangunan SD sementara kami lagi sedang merancang dan sudah laporkan ke Pak Gubernur. Karena siswanya sudah melebihi 600 lebih, maka bangunan ini semua tidak cukup. Bahkan sampai mereka mengajar di ruangan Kepala Sekolah, bahkan sampai mereka mengajar di kantor Klasis. Oleh karena itu, program ini membantu kami membangun daerah kami di daerah Intan Jaya ini. Tapi juga secara khusus bagaimana Bapak Gubernur, Ibu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Bupati, kami mohon segera membantu kami fasilitas bangunan,” ujar Pastor Yance.
Selain memusatkan layanan makan di Bilogai, PSW YPPK juga merumuskan pemerataan tenaga pengajar ke berbagai sekolah YPPK di wilayah terpencil seperti SD YPPK Jalai, Titigi, Bilai, dan Sanepa. Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas pendidikan tetap hidup di tengah tutupnya sejumlah sekolah negeri di wilayah Intan Jaya.
“Mari ke depan kita benar-benar kerja untuk generasi kita, anak-anak Papua di negeri kita sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Tidak mungkin orang lain datang membantu kita. Khusus untuk pendidikan Intan Jaya hari ini, sekolah negeri tutup. Akhir-akhir ini SD YPPK Hitadipa, SD YPPGI Hitadipa lagi sedang aktif. Moga-moga ke depan program Bupati dan Gubernur, mereka mau bangun asrama negeri SMP dan SD. Semoga ke depan ini juga akan menjadi berkembang agar di Intan Jaya kita jadikan tempat pusat pendidikan,” pungkas Pastor Yance.