SASAGUPAPUA.COM, Bali – Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah, Araminus Omaleng, resmi menerima penghargaan kategori Best Legislatif 2026 dengan subkategori Most Inspiring in Connecting People Aspiration pada ajang Indonesia People’s Choice Award 2026.
Penghargaan bergengsi yang dipersembahkan oleh ONE Magazine Indonesia ini diserahkan langsung di Grand Mega Resort & Spa Kuta, Bali, pada Jumat malam (12/6/2026).
Ajang tahunan yang mengusung tema “Kolaborasi dan Harmoni Menggapai Asta Cita untuk Negeri” ini diberikan sebagai bentuk apresiasi nyata atas kontribusi, dedikasi, dan pengabdian para figur daerah terbaik.
Melalui proses penilaian ketat berbasis kepuasan publik yang mencakup tujuh sektor prioritas termasuk tata kelola, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan penghargaan ini dirancang untuk memotivasi para pemimpin daerah agar terus memenuhi harapan rakyat. Araminus dinilai sangat sigap dan total dalam merangkul serta memfasilitasi aspirasi masyarakat bawah.
Di atas podium, Araminus menyampaikan rasa harus atas apresiasi yang ia terima dari tim penilai dan dewan juri.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada ONE Magazine Indonesia beserta dengan hampir seratus lebih dewan juri yang terlibat. Luar biasa. Ternyata, kami berpikir kami hanya bekerja saja, tetapi kami juga dipantau. Saya berterima kasih banyak untuk kesempatan ini supaya masyarakat Indonesia bisa tahu bahwa kami masyarakat Papua, anak-anak muda Papua, juga sedang berkarya untuk masyarakat kami,” ujar Araminus.
Araminus kemudian menceritakan perjalanan hidupnya yang sarat perjuangan sebelum akhirnya dipercaya menjadi wakil rakyat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dahulu merupakan anak jalanan yang beruntung bisa menyelesaikan pendidikan di luar negeri, namun memilih kembali ke tanah kelahiran demi membangun masa depan generasinya.
“Sebelum menjadi seorang anggota DPR Provinsi Papua Tengah, saya merupakan anak jalanan, anak yang lulus dari luar negeri, tetapi berusaha untuk kembali membangun sekolah untuk masyarakat saya sendiri yakni Yayasan Gerbang Terang Timur. Saya berasal dari tempat yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu PT Freeport Indonesia. Kampung saya tepat berada di lembah itu, Lembah Waa-Banti. Saya bertumbuh di situ, hidup berdampingan dengan tailing yang dibuang di sana, dan saya tahu persis bagaimana kerasnya kehidupan di daerah tersebut,” kenangnya.
Kondisi tanah kelahirannya yang kontras dengan kekayaan alam yang dikelola korporasi besar memicu keprihatinan mendalam dalam dirinya saat kembali pada tahun 2018.
“Ketika saya kembali pada tahun 2018, saya melihat belum ada perubahan di situ. Walaupun kita bangga dengan emas yang besar, bangga dengan Freeport, tetapi kami masyarakat masih tinggal jauh dari kenyataan apa arti kemajuan yang sebenarnya. Oleh sebab itu, dengan dukungan yang begitu luar biasa dari istri saya yang hadir bersama saya hari ini, kami membentuk sebuah yayasan dan membuat program sekolah gratis yang sudah berjalan selama tujuh tahun,” jelas Araminus.
Bagi Araminus, statusnya sebagai anggota legislatif saat ini adalah alat perjuangan untuk menyuarakan penderitaan masyarakat Papua yang selama ini luput dari perhatian.
“Ketika program ini muncul, saya sebagai anggota DPR hari ini menerima hal itu dengan luar biasa karena kami mendidik anak-anak asli Papua yang memang terlupa dari segala kenyataan namanya kehidupan yang layak. Pada kesempatan ini, saya bisa menjadi suara untuk masyarakat saya bahwa kami betul-betul tertinggal jauh. Mungkin bagi sebagian orang, mendirikan tempat pendidikan anak-anak itu hal biasa, tetapi bagi kami, ini adalah dasar untuk menciptakan generasi emas baru untuk masa depan Papua,” katanya.
Araminus juga mengatakan penghargaan tersebut bukan milik pribadinya. Ia mempersembahkan piala tersebut untuk seluruh elemen pemuda, pejuang kemanusiaan, dan rekan sejawatnya yang terus berjuang di garis depan demi memajukan Bumi Cendrawasih.
“Saya ingin mempersembahkan penghargaan ini bukan untuk saya, karena di belakang saya banyak sekali orang yang mendukung saya penuh. Untuk tim saya dari Yayasan Gerbang Terang Timur, saya mempersembahkan penghargaan ini bagi seluruh anak-anak muda Papua yang sedang berjuang untuk menutup kesenjangan pendidikan, sosial, dan kesehatan lewat yayasan-yayasan yang didirikan oleh mereka. Mereka yang berjuang secara mandiri dan sukarela untuk memberikan pelayanan secara totalitas. Award ini juga saya persembahkan untuk guru-guru pedalaman, anak-anak muda yang melayani pendidikan di tempat-tempat terpencil dan tempat pengungsian di Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Deiyai, Dogiyai, serta pelosok negeri di seluruh Papua. Terakhir, kupersembahkan juga award ini untuk lima puluh enam Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah sesama pejuang aspirasi masyarakat. Sekian dan terima kasih banyak,” pungkas Araminus.
