Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 12 Mar 2026 11:17 WIT

Ratusan Warga Nabire Serbu Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri


Suasana warga saat mengantri di sebuah gerai dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Nabire, Kamis (12/3/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com Perbesar

Suasana warga saat mengantri di sebuah gerai dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Nabire, Kamis (12/3/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Halaman Taman Paraduta Kodim Nabire, Papua Tengah, tampak ramai pada Kamis (12/3/2026) pagi.

Ratusan warga berbondong-bondong memadati lokasi tersebut untuk berbelanja berbagai komoditas pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire.

Antrean panjang terlihat di berbagai gerai pedagang saat masyarakat berusaha memborong bahan pangan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Dalam bazar tersebut, panitia menyediakan berbagai kebutuhan utama seperti beras SPHP seharga Rp 65.000 per 5 kg, gula pasir curah Rp 15.000 per kg, dan gula pasir kemasan Rp 19.000 per kg. Selain itu, tersedia telur ayam dengan rentang harga Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per rak, daging ayam beku Rp 40.000 per ekor, daging sapi beku Rp 150.000 per kg, serta bawang merah dan bawang putih yang masing-masing dibanderol Rp 40.000 per kg. Pemerintah daerah juga memberikan subsidi khusus untuk komoditas beras premium dan minyak goreng, di samping menyediakan aneka minuman, buah-buahan, gas LPG, hingga minyak tanah.

- Advertising -
- Advertising -

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, dalam sambutan pembukaan GPM menjelaskam tujuan utama dari Gerakan Pangan Murah ini adalah untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus sebagai langkah konkret pengendalian inflasi.

Yasor mengungkapkan saat ini inflasi di Kabupaten Nabire telah mencapai angka 4,6%, yang berarti sudah melampaui batas standar nasional sebesar 3,5%. Ia menyebutkan ada tiga komoditas utama yang menjadi pemicu lonjakan inflasi saat ini, yaitu daging sapi, telur ayam ras, dan beras, sehingga intervensi harga melalui kegiatan ini menjadi sangat krusial.

Tampak warga terlihat antusias membeli telur disalah satu gerai yang disediakan dalam momen Gerakan Pangan Murah di Nabire, Kamis (12/3/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

Yasor berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawenari, mengatakan operasi pasar murah ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan daerah.

Menurutnya, kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk memberikan kemudahan akses terhadap kebutuhan pokok, terutama dalam menghadapi hari besar keagamaan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Burhanuddin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat melalui BPN, pemerintah provinsi, hingga para distributor dan pelaku usaha yang telah berkolaborasi menyukseskan acara ini.

Burhanuddin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nabire untuk terus menjaga kebersamaan dan merawat kerukunan antarumat beragama, sehingga seluruh umat Muslim dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan perasaan tenang, damai, dan penuh sukacita.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bapanas Temukan Harga Cabai di Nabire Dibawah Standar Nasional-Harga Pangan dan Stok Aman

12 Maret 2026 - 11:51 WIT

Kadin Papua Tengah Minta Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dampak Konflik Global dan Isu Kenaikan BBM

10 Maret 2026 - 19:29 WIT

Konflik Timur Tengah, Bagaimana Cara Pertamina Jamin Stok BBM di Papua-Maluku Tetap Aman?

8 Maret 2026 - 20:40 WIT

Kontrak Freeport Resmi Diperpanjang-Saham Pemerintah Bertambah 12 Persen Pada 2041

19 Februari 2026 - 21:32 WIT

Inflasi Nabire Tembus 6,62 Persen, Listrik Hingga Harga Daging Babi Jadi Penyebab

11 Februari 2026 - 15:09 WIT

Mengapa Angka Kemiskinan Papua Tengah Tinggi? – Berikut Penjelasan BPS

10 Februari 2026 - 19:37 WIT

Trending di Ekonomi