SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika jalur pengangkatan (Otsus), Frederikus Kemaku menjaring aspirasi masyarakat Amamapare tepatnya di Pulau Karaka melalui momen reses.
Reses tersebut dilaksanakan di Ruang serbaguna Pulau Karaka Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, senin (24/3/2025),
Anggota DPRK Mimika, Frederikus Kemaku dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kepada antusiasme warga Amamapare khususnya Pulau Karaka yang sudah menyempatkan waktu untuk mengikuti reses, ia menjelaskan terkait tujuan kedatangannya bersama tim dalam momen reses yangmana untuk menjaring aspirasi dari warga setempat.
“saya pribadi kami sangat berterimakasih atas semangatnya bapak ibu, ini sungguh sangat luar biasa, mohon maaf karena kami mendadak dan informasi belum ada, tapi kalau informasi cepat, kadang susah karna komunikasi untuk konfirmasi biasa tunggu lama jadi saya langsung saja datang, mohon maaf bapa ibu,”jelas frederikus kepada masyarakat.
Banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kampung Amamapare seperti bantuan rumah tinggal, gedung rumah ibadah, transportasi anak sekolah dan juga lapangan kerja bagi masyarakat Amamapare.
Silvester yang merupakan aparat kampung amamapare, dalam aspirasinya menyampaikan keluhan terkait usulan-usulan yang pernah disampaikan kepada pemerintah, menyangkut pembangunan 400 rumah dan beberapa usulan lainnya juga sudah pernah disampaikan kepada DPR kabupaten yang menjabat sebelumnya tapi sampai saat ini belum terealisasi.
ia juga mengatakan, keluhan dari desa selalu kami disampaikan tapi pemerintah tapi tidak dijawab begitupun dengan Freeport yang hidup berdekatan dengan kami, banyak usulan yang kami utarakan mengenai 400 rumah yang kami usulkan dalam musrenbang dan juga dalam momen-momen lainnya.
Silvester juga mengeluhkan soal fasilitas transportasi pelayanan masyarakat khususnya bagi anak-anak yang bersekolah di daerah kota mimika yang kesulitan oleh transportasi bus yang pernah disediakan oleh PT.Freeport untuk masyarakat kampung amamapare sebelum wabah covid 19 berjalan normal dan sempat dihentikan saat covid namun hingga saat ini jumlah kuota untuk pelayanan kepada masyarakat amamapare terhenti.
“Bus anak sekolah kini sudah tidak ada dan sampai saat ini sudah 4 tahun berjalan, tidak tahu freeport ini tidak mau melayani kami atau seperti apa, untuk transportasi untuk sekolah saya titip pesan bapa dewan bisa tolong lihat, bapa sendiri juga putra daerah jadi bisa tolong lihat dan sampaikan kepada PT.Freeport, “ungkapnya.
Anggota DPRK Mimika, Frederikus Kemaku menjelaskan, dalam satu tahun ada 3 tiga kali reses, ini yang pertama di distrik mimika Timur jauh dikampung Amamapare, kita kumpul dengan masyarakat, dengar aspirasi, apa yang mau disampaikan entah baik atau tidak baik yang selama ini terpendam kami diskusi bersama.
“Jadi tugas saya adalah mendengarkan dan mencatat, setelah itu bawa ke kantor dan olah untuk jadi program, soal usulan masukan dan saran memang banyak dan itu sudah dicatat oleh notulen,”jelasnya.
Frederikus juga menyoroti kinerja DPRK sebelumnya, karena menurut pengakuan langsung dari masyarakat tentang aspirasi yang sampai saat ini banyak yang belum terealisasi dengan baik terkait usulan dan program yang dicanangkan di tahun-tahun atau periode sebelumnya,
“Itu yang mereka usul kepada saya untuk coba buktikan, sebagai anak asli Kamoro tidak muluk-muluk mungkin satu atau dua bangunan begitu supaya mereka bisa lihat dan percaya bahwa aspirasi yang telah disampaikan paling tidak ada hasil nyata yang dilihat,”pungkasnya.