Menu

Mode Gelap

Olahraga · 16 Jun 2026 08:47 WIT

Reuni Luka Lama Piala Dunia: Prancis dan Senegal Kembali Beradu Setelah 24 Tahun


Pemain Senegal, El Hadji Diouf beraksi dalam duel klasik Prancis vs Senegal pada pertandingan pertama Piala Dunia 2002, 31 Mei 2002. (YOUTUBE) Perbesar

Pemain Senegal, El Hadji Diouf beraksi dalam duel klasik Prancis vs Senegal pada pertandingan pertama Piala Dunia 2002, 31 Mei 2002. (YOUTUBE)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Dunia sepak bola selalu memiliki cara untuk mempertemukan kembali sejarah yang telah lama terkubur.

Pada Piala Dunia 2026 ini, takdir kembali menghadirkan Prancis dan Senegal dalam satu lapangan di babak penyisihan Grup I.

Bagi publik sepak bola, memori otomatis akan berputar kembali ke 31 Mei 2002 di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan.

Saat itu, Prancis datang sebagai juara bertahan yang bertabur bintang, sementara Senegal hadir sebagai tim debutan yang dianggap hanya akan menjadi penggembira.

- Advertising -
- Advertising -

Namun, di bawah asuhan pelatih berkebangsaan Prancis, Bruno Metsu, tim Singa Teranga justru menciptakan sejarah dengan menundukkan Prancis lewat skor 1-0 melalui gol tunggal Papa Bouba Diop.

Kekalahan tersebut menjadi awal dari bencana bagi Prancis yang akhirnya tersingkir tragis di fase grup tanpa mencetak satu gol pun, sementara Senegal melaju hingga perempat final dalam debut yang fenomenal.

Gema Seoul 2002 di Piala Dunia 2026

Prancis adalah juara Piala Dunia 1998 dan mereka menurunkan 7 starter dari laga final empat tahun sebelumnya untuk menghadapi Senegal pada 31 Mei 2002.

Namun saat itu tidak ada Zinedine Zidane di antara 7 pemain tersebut karena mengalami cedera dalam pertandingan pemanasan sebelum putaran final Piala Dunia 2002, Zidane tak bisa bermain di dua laga pertama Grup A.

Di tengah cuaca panas Seoul, Prancis pun kelabakan menghadapi energi dan kecepatan pemain-pemain muda Senegal macam El Hadji Diouf, yang ketika itu masih berusia 21 tahun.

Di menit ke-23, tembakan David Trezeguet membentur tiang gawang

Pada pertengahan babak kedua, upaya Thierry Henry juga mengenai mistar gawang.

Tetapi, Senegal yang justru berhasil lebih efektif memanfaatkan peluang

Di menit ke-30, Youri Djorkaeff kehilangan bola di tengah lapangan.

Bola dengan cepat dialirkan ke Diouf yang berlari kencang di sayap kiri.

Diouf gampang saja melewati Frank Lebouef dan mengirim umpan silang mendatar ke kotak penalti dengan leluasa.

Eksekusi Pape Bouba Diop sempat diblok kiper Fabien Barthez, tetapi bola muntah disambar Diop masuk ke gawang Prancis.

Tidak ada lagi gol yang tercipta, Prancis secara mengejutkan kalah 0-1 dari Senegal.

Prancis kemudian gagal lolos dari fase grup tanpa mencetak gol.

Menanti Pembuktian: Akankah Sejarah Berulang atau Dendam Terbalaskan?

Sejak tragedi 2002 tersebut, hubungan kedua negara di atas lapangan hijau seolah terhenti dalam waktu.

Prancis terus berevolusi menjadi raksasa dunia dengan menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi finalis pada 2022, sementara Senegal bertransformasi menjadi kekuatan utama Afrika yang konsisten mendominasi turnamen regional.

Selama 24 tahun lamanya, kedua tim tidak pernah lagi bersua dalam laga kompetitif maupun persahabatan senior.

Kekosongan pertemuan inilah yang membuat laga yang akan tersaji pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 04.00 WIT nanti terasa sangat istimewa dan emosional.

Ada luka lama yang belum sepenuhnya sembuh bagi Prancis, dan ada warisan kebanggaan yang harus dijaga oleh generasi baru Senegal untuk membuktikan bahwa kejutan tahun 2002 bukanlah sebuah kebetulan semata.

Menjelang laga yang dinanti ini, kedua pelatih telah menyiapkan komposisi terbaik.

Prancis di bawah komando Didier Deschamps diprediksi akan menurunkan Mike Maignan sebagai penjaga gawang utama.

Di lini pertahanan, mereka akan mengandalkan kekuatan fisik Jules Koundé, William Saliba, Ibrahima Konaté, dan Theo Hernandez untuk meredam serangan lawan.

Lini tengah Prancis akan menjadi motor permainan yang diisi oleh kreativitas Antoine Griezmann yang didampingi oleh dua gelandang pekerja keras, Aurelien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga.

Sementara itu, daya gedor lini depan akan menjadi tanggung jawab utama sang kapten Kylian Mbappé yang akan bahu-membahu dengan Ousmane Dembélé di sisi sayap serta Marcus Thuram yang bertugas sebagai penyerang tengah untuk menuntaskan peluang.

Di kubu Senegal, pelatih Aliou Cissé kemungkinan besar akan menurunkan Edouard Mendy di bawah mistar gawang sebagai benteng terakhir.

Lini pertahanan Senegal akan dipimpin langsung oleh kapten berpengalaman Kalidou Koulibaly yang akan berduet dengan Moussa Niakhaté di jantung pertahanan, diapit oleh Youssouf Sabaly dan Abdou Diallo pada posisi bek sayap.

Sektor tengah yang menjadi kunci keseimbangan tim akan diisi oleh disiplin Idrissa Gueye, Pape Matar Sarr, serta Nampalys Mendy yang bertugas memutus aliran bola lawan.

Untuk urusan mencetak gol, Senegal akan menaruh harapan pada kecepatan Nicolas Jackson yang didukung oleh pengalaman Sadio Mané serta pergerakan lincah Boulaye Dia untuk mengobrak-abrik pertahanan Prancis.

Pertemuan di Piala Dunia 2026 ini menjadi puncak dari penantian panjang selama hampir seperempat abad.

Laga ini bukan sekadar upaya Prancis membalaskan dendam sejarah, melainkan juga panggung pembuktian bagi Senegal untuk menunjukkan bahwa mereka kini adalah entitas sepak bola yang setara dengan kekuatan terbaik dunia.

Dengan atmosfer yang begitu kental akan nuansa nostalgia dan gengsi, pertandingan ini akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia.

Seluruh mata akan tertuju pada apakah Prancis mampu menuntaskan ambisi mereka untuk mendominasi Grup I, atau justru Senegal akan kembali mengulang keajaiban yang pernah mereka ukir di Seoul dua puluh empat tahun yang lalu ?

 

Penulis: Edwin Rumanasen 

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ribuan Pendukung Senegal Gelar Konvoi Meriah di Kota Nabire

16 Juni 2026 - 18:10 WIT

Euforia Piala Dunia, Fans Senegal di Manokwari Nobar dan Konvoi Suarakan Isu Papua

16 Juni 2026 - 17:08 WIT

Senegal: Harmoni Teranga, Kekuatan Sepak Bola, dan Kebanggaan Afrika

16 Juni 2026 - 08:04 WIT

Tahan Imbang Spanyol, Debut Bersejarah Tanjung Verde Curi Perhatian

16 Juni 2026 - 03:48 WIT

[POLING] Menakar Demam Sepak Bola Afrika: Seberapa Besar Basis Pendukung Timnas Senegal di Tanah Papua?

10 Juni 2026 - 08:45 WIT

Dukung Senegal di Piala Dunia, Ketua Poksus DPR Papua Tengah Imbau Warga Jaga Keamanan

7 Juni 2026 - 11:58 WIT

Trending di Olahraga