Site icon sasagupapua.com

Ribuan Pendukung Senegal Gelar Konvoi Meriah di Kota Nabire

Ribuan Fans Senegal saat melakukan konvoi di Nabire pada Senin (16/6/2026). Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Nabire  – Euforia dukungan masyarakat terhadap Tim Nasional Senegal di ajang sepak bola internasional melanda Kota Nabire, Papua Tengah. Pada Selasa (16/6/2026) sore, ribuan massa yang tergabung dalam basis pendukung Senegal memadati jalanan kota untuk menggelar aksi konvoi sebagai bentuk dukungan moral terhadap tim kebanggaan mereka.

Aksi yang berlangsung selama satu jam, tepatnya mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIT tersebut, diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Tidak hanya warga asli Papua, para pendatang pun tampak antusias berbaur dalam pawai.

Para peserta konvoi tampil semarak dengan berbagai atribut khas Senegal, mulai dari bendera dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau, pakaian bercorak khas Senegal, hingga noken yang menambah keunikan aksi tersebut.

Para peserta konvoi bergerak dalam barisan yang padat, memulai perjalanan dari titik kumpul di Lapangan PLN Kalibobo.

Dari sana, massa bergerak melintasi kawasan Lampu Merah Oyehe, terus menyusuri jalanan hingga melewati wilayah Wonorejo, dan akhirnya menuntaskan rangkaian konvoi dengan titik akhir di Pantai Nabire.

Koordinator Fans Senegal Nabire, Donatus Mote, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang hadir sangat luar biasa dan diperkirakan mencapai ribuan orang.

Menurutnya, partisipasi massa ini murni didasari oleh panggilan hati. Masyarakat terpanggil untuk mendukung Senegal karena berbagai faktor, mulai dari kekaguman terhadap gaya permainan tim, kesamaan latar belakang agama, hingga kesamaan identitas ras atau warna kulit.

Para pendukung Senegal saat melaksanakan konvoi di Nabire pada Selasa (16/6/2026). Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com

Donatus menjelaskan bahwa para pendukung tidak hanya berasal dari dalam kota Nabire, melainkan juga datang dari berbagai kabupaten tetangga seperti Dogiyai, Paniai, dan Deiyai. Ia pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan dan etika para pendukung selama kegiatan berlangsung.

Pihaknya sebelumnya telah memberikan instruksi tegas untuk tidak membawa atribut lain selain bendera dan pakaian khas Senegal, dan ia sangat bangga karena seluruh fans mematuhi arahan tersebut dengan sangat disiplin.

“Saya sangat bangga kepada seluruh fans Senegal yang hadir hari ini. Mereka sangat luar biasa, mereka mendengar apa yang kami sampaikan, dan tidak ada atribut lain yang dikibarkan selain bendera dan pakaian Senegal. Mereka menunjukkan etika fans yang sangat baik, saling menghargai koordinator, dan menjalankan konvoi dengan tertib sesuai arahan. Terima kasih atas kedisiplinan dan semangat luar biasa yang teman-teman tunjukkan,” ujar Donatus.

Dalam kesempatan tersebut, Donatus juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak kepolisian yang telah memberikan rasa aman sepanjang kegiatan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak keamanan, terutama Polda Papua Tengah dan Polres Nabire yang telah memberikan izin serta mengawal rute perjalanan kami dari titik kumpul di Lapangan PLN Kalibobo, hingga finish di Pantai Nabire dengan aman dan kondusif. Kepolisian telah bersama kami mengawal konvoi ini sejak awal hingga akhir, sehingga kami sebagai koordinator sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari pihak keamanan,” tambahnya.

Terkait agenda ke depan, Donatus memastikan bahwa jika Timnas Senegal berhasil melaju ke babak selanjutnya setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan di babak 16 besar, pihaknya telah merencanakan aksi yang lebih besar dan lebih meriah.

Namun, ia menekankan bahwa pihaknya tetap akan mengutamakan ketertiban serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Donatus juga memberikan imbauan terkait agenda nonton bareng untuk pertandingan mendatang. Ia menegaskan bahwa demi menjaga keamanan dan ketertiban umum di Nabire, pihaknya memutuskan untuk tidak menggelar kegiatan nonton bersama bagi pendukung Senegal.

“Untuk pertandingan yang berlangsung subuh nanti, kami sengaja meniadakan nonton bareng karena demi menjaga keamanan serta ketertiban Kota Nabire agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh pendukung untuk menonton pertandingan masing-masing di rumah saja,” pungkasnya.

 

Penulis: Edwin Rumanasen

Exit mobile version