Menu

Mode Gelap

Budaya · 4 Des 2025 12:47 WIT

Ritual Protes di Hari Noken: Solidaritas Pemuda Adat Papua Tolak PSN dan Pendropan Militer Lewat Aksi Bisu


Aksi Bisu dari Pemuda Adat Papua Tengah dalam momen hari noken, Kamis (4/12/2025). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua) Perbesar

Aksi Bisu dari Pemuda Adat Papua Tengah dalam momen hari noken, Kamis (4/12/2025). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Di Hari Noken, Anak Muda Nabire Aksi Bisu Suarakan Tolak PSN dan Militerisme

Nabire, Papua Tengah – Bertepatan dengan peringatan Hari Noken Sedunia pada Rabu (4/12/2025), sekelompok anak muda yang menamakan diri Solidaritas Pemuda Adat Papua menggelar aksi bisu yang menarik perhatian publik di Pasar Karang, Nabire, Papua Tengah.

Aksi ini sarat makna budaya, di mana anak muda tersebut tampil menggunakan pakaian adat lengkap.

Kaum perempuan mengenakan Noken, tas rajutan tradisional Papua yang diakui UNESCO, sementara kaum laki-laki mengenakan Koteka.

- Advertising -
- Advertising -

Penggunaan simbol-simbol adat ini menegaskan hubungan erat antara budaya, alam, dan tuntutan politik yang mereka suarakan.

Makna di Balik Aksi Bisu

Penanggung jawab aksi, Ando Douw, menjelaskan bahwa aksi bisu tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk protes damai dan ungkapan kesulitan masyarakat adat dalam menyuarakan kekhawatiran mereka.

Solidaritas Pemuda Adat Papua Tengah saat menggelar aksi bisu di Pasar Karang, Kamis (4/12/2025). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com

“Hari Noken bukan hanya tentang merayakan tas rajutan kami, tetapi tentang melindungi hutan sebagai sumber utama bahan baku Noken dan sumber kehidupan masyarakat adat Jika hutan dirusak oleh investasi dan proyek besar, maka noken sebagai simbol budaya juga akan ikut terancam,” ujar Ando Douw.

Noken sendiri ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 4 Desember 2012. Tujuan penetapan ini adalah untuk melindungi dan melestarikan kerajinan yang memiliki nilai budaya tinggi, mencerminkan perdamaian, identitas, dan harmoni.

“Bahan pembuatan noken ini semua dari hutan, kalau hutan habis maka bagaimana noken bisa lestari ?,” ucapnya.

Tuntutan Tegas Solidaritas Pemuda Adat

Dalam aksi bisu tersebut, Solidaritas Pemuda Adat Papua menyampaikan empat poin sikap mendasar yang berfokus pada isu lingkungan, pembangunan, militerisasi, dan hak penentuan nasib sendiri di Tanah Papua:

1. Tolak PSN (Proyek Strategis Nasional) di Merauke, Sorong, dan di seluruh tanah Papua.

2. Hentikan seluruh Investasi yang dapat berdampak buruk pada Hutan yang menjadi penghidupan masyarakat adat.

3. Tolak Pendropan militer di seluruh tanah Papua.

4. Berikan Hak menentukan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis.

Foto bersama dalam aksi solidaritas Pemuda Adat Papua Tengah dalam melakukan aksi bisu di Pasar Karang, Nabire, Kamis (4/12/2025). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com

Aksi yang berlangsung tertib dan damai di pusat keramaian ini diakhiri dengan seruan bersama, “Selamatkan Tanah Air Dan Bebaskan Rakyat Dari Ancaman imperialisme, Kolonialisme, militerisme.” Pesan yang disampaikan oleh anak muda Papua Tengah ini menjadi penekanan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dari perjuangan hak-hak masyarakat adat.

Dalam aksi ini pantauan sasagupapua.com, aksi anak muda yang berjumlah sekitar 20 orang ini juga dikawal oleh pihak kepolisian.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pansus Paniai Dibentuk: Mengawal Penolakan DOB, Tambang, dan Militerisme ke Pusat

19 Januari 2026 - 21:34 WIT

Dewan Hukum Adat Paniai Desak Pembentukan Pengurus Baru Demi Tegaknya Tatanan Masyarakat

9 Januari 2026 - 18:10 WIT

Menjaga Nadi Tradisi ‘Manusia Mulia’: Ikrar Melkias Muyapa, Kepala Suku Mee Papua Tengah

21 Desember 2025 - 23:43 WIT

Melkias Muyapa Nakhodai Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah Lima Tahun ke Depan

21 Desember 2025 - 20:47 WIT

Hutan Hilang, Identitas OAP Habis: Epo D’Fenomeno Kritik Penjajahan ‘Lidah’ dan Hutan Papua Diganti Sawit

21 Desember 2025 - 15:03 WIT

Siap Gelar Mubes, Berikut Lima Nama Calon Kepala Suku Mee Provinsi Papua Tengah

20 Desember 2025 - 23:07 WIT

Trending di Budaya