Site icon sasagupapua.com

Sambut HUT ke-17 Pemuda GKII Bukit Sion Nabire Gelar Seminar Kesehatan Hingga Teknologi AI

Suasana kegiatan seminar menjelang HUT ke-17 Pemuda GKII Sion Nabire, Senin (6/7/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Persekutuan Pemuda Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Bukit Sion Portanigra Nabire menggelar serangkaian kegiatan pembinaan yang berpusat di Gereja GKII Jemaat Bukit Sion.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak Minggu, 5 Juli 2026 hingga nanti puncaknya pada Selasa, 7 Juli 2026 ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Pemuda sekaligus penerimaan anggota baru.

Acara ini mengusung tema “Berakar dalam Kristus, Bertumbuh untuk Melayani” yang diambil dari kutipan Kolose 2:7 : “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.

Suasana kegiatan seminar menjelang HUT ke-17 Pemuda GKII Sion Nabire, Senin (6/7/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

Rangkaian acara telah dimulai pada Minggu, 5 Juli 2026 melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pembukaan yang diisi dengan puji-pujian, penyembahan, pemberitaan Firman Tuhan, doa bersama, dan persekutuan.

Selanjutnya, pada Senin, 6 Juli 2026, panitia menyelenggarakan Seminar Kepemudaan yang menyajikan berbagai materi krusial bagi generasi muda, mulai dari manajemen waktu dan keuangan, dampak kesehatan terkait meninggalnya anak muda Papua di usia produktif, kemampuan public speaking, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), hingga materi mengenai pemuda Kristen yang berdampak dalam Kristus.

Ketua Panitia HUT dan Perkenalan Pemuda Gereja GKII Bukit Sion, Maikel Mote, menjelaskan kegiatan tahunan ini menyasar seluruh pemuda GKII Bukit Sion Nabire, termasuk para pemuda yang baru datang dari kampung halaman.

“Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh pemuda GKII Bukit Sion Nabire. Ini juga menyasar para pemuda yang baru datang dari kampung, mungkin ada yang bersekolah atau kuliah, mereka juga kami bekali. Kami dari Pemuda-Pemudi Bukit Sion tiap-tiap tahun itu mengadakan gathering. Setiap bulan Juli, kami selalu mengadakan momen-momen kayak begini, ulang tahun pemuda ini,” ujar Maikel Mote.

Maikel Mote menegaskan bahwa wadah ini sangat penting untuk membentuk iman dan karakter selagi mereka masih berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa.

“Ini untuk membentuk iman dan karakter kita selagi kami masih pelajar, masih mahasiswa, supaya nantinya kami bisa menjadi orang sukses atau menjadi orang hebat. Materinya sangat luar biasa bagi kami anak-anak muda. Yang pertama itu manajemen keuangan dan waktu, ini sangat bagus buat kami anak-anak muda,” tambahnya.

Suasana kegiatan seminar menjelang HUT ke-17 Pemuda GKII Sion Nabire, Senin (6/7/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

Mengenai pemilihan materi seminar, Maikel Mote memaparkan alasan panitia memasukkan materi kesehatan, public speaking, hingga teknologi.

“Yang kedua itu dampak kesehatan meninggalnya anak muda. Ini salah satu materinya sangat bagus untuk kesehatan karena sementara kan penyakit sangat banyak. Makanya itu, kami dari sini panitia HUT berpikir bahwa materi ini sangat cocok buat kami, makanya untuk kami kasih masuk kesehatan juga. Dan yang ke berikut ini, public speaking ini sangat bagus dan kami kasih masuk karena kebanyakan anak turun dari bagian kampung ke sini itu sangat bagus, makanya mereka melatih bicara, melatih tulis-menulis, melatih bicara di depan banyak orang. Dan yang ke berikut, mengenai teknologi dan AI juga kami kasih masuk di materi pada hari ini karena ini sangat bagus buat kami anak-anak muda,” jelas Maikel Mote secara rinci.

Lebih lanjut, Maikel Mote menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta, khususnya anggota yang baru bergabung, agar momen ini memberikan dampak yang nyata.

“Pesan setelah mengikuti kegiatan ini, dari kami panitia menyampaikan bahwa bagi pemuda-pemudi yang baru bergabung, momen ini tidak menjadi ikut keramaian saja, tetapi ini menjadi berkat bagi kita semua. Melalui kegiatan ini banyak yang kita belajar, entah itu kita terima materi yang sangat luar biasa, dan ini menjadi salah satu momen nantinya bahwa kami pernah mengadakan gathering seperti begini. Ini menjadi nanti momen kenangan pada hari-hari yang akan mendatang. Ulang tahun pemudanya besok tanggal 7. Nanti setelah materi-materi ini, kami akan doa berantai terus kami mengisi dengan rekreasi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Pemuda GKII Bukit Sion Nabire, Mecky Tebai, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas kesempatan melayani di tanah Papua, sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Suasana kegiatan seminar menjelang HUT ke-17 Pemuda GKII Sion Nabire, Senin (6/7/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

“Mengucap syukur atas napas dan anugerah yang diberikan Tuhan karena masih diberikan kesempatan yang sama untuk hidup dan berkarya di tanah yang katanya surga tapi masih merasakan angin neraka. Apresiasi tak terhingga untuk panitia yang telah bekerja cerdas dan ditopang oleh pengurus serta pembina hebat dari Bukit Sion Youth Ministry Family. Mereka bisa karena Tuhan Yesus dahsyat,” ungkap Mecky Tebai.

Mecky Tebai juga menaruh harapan besar agar seminar dan perayaan HUT ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial belaka, melainkan mampu melahirkan generasi yang peka dan kritis.

“Harapan saya, kegiatan ini bukan hanya sekadar kelas pembinaan semata tapi ruang tumbuh bersama membangun hubungan dengan diri, keluarga, anak muda, terlebih hubungan khusus dengan Tuhan Yesus. Saya berharap anak-anak muda Kemah Injil di Bukit Sion Youth Ministry Family tidak jadi apatis terhadap dirinya, situasi yang dialaminya, bahkan realita kelas yang terjadi di antara kita. Harus ada generasi muda yang tumbuh sadar, mampu mengetahui dirinya, lingkungannya, bahkan Tuhannya,” tegas Mecky Tebai.

Puncak perayaan HUT Pemuda sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Acara puncak tersebut akan diisi dengan Ibadah Syukur, Pentas Pujian, dan momen kebersamaan seluruh jemaat. Pada hari yang sama, agenda penutupan akan diakhiri dengan prosesi penerimaan anggota pemuda baru yang meliputi sesi perkenalan anggota baru, penyematan identitas pemuda secara simbolis, serta pernyataan komitmen bersama untuk melayani.

 

Penulis: Kristin Rejang 

Exit mobile version