SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Masyarakat Distrik Mimika Barat Jauh mulai bersolek menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Meskipun terletak di wilayah pesisir yang jauh dari pusat kota, antusiasme warga dalam memperingati hari kemerdekaan terlihat dari berbagai persiapan yang tengah berjalan.
Ketua Panitia HUT ke-81 RI Distrik Mimika Barat Jauh, Xaverius Balubun, menyampaikan bahwa persentase persiapan di lapangan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Warga bersama instansi setempat sudah mulai memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul sejak awal Agustus.
“Untuk saat ini persiapan kami adalah pemasangan umbul-umbul. Di permukiman masyarakat dan setiap instansi sudah mulai terpasang bendera Merah Putih serta umbul-umbul sejak tanggal 1 Agustus. Namun, memang masih ada kekurangan bahan karena lokasinya jauh dari kota. Tadi kami baru selesai berbelanja sisanya, tinggal kami bawa ke lokasi. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) juga sudah mulai berlatih sejak awal bulan,” ujar Xaverius Balubun saat diwawancarai pada Rabu (6/8/2026).
Xaverius menambahkan bahwa rombongan panitia beserta perlengkapan tambahan dijadwalkan berangkat menuju distrik pada akhir pekan agar seluruh fasilitas rampung tepat waktu.
“Mudah-mudahan, jika cuaca bagus, kami berangkat hari Sabtu dan paling lambat hari Senin sudah sampai di sana,” kata Xaverius.
Sesuai dengan tema nasional tahun ini, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, panitia merancang serangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan rasa kebersamaan antarwarga kampung. Berbagai perlombaan olahraga hingga hiburan rakyat telah disiapkan untuk meramaikan suasana.
“Tahun ini kami lebih menekankan pada upaya mempererat kebersamaan. Kami mengadakan beberapa mata lomba antarkampung, di antaranya pertandingan bola voli putra dan putri, futsal, serta lomba gaplek untuk tingkat umum. Sementara itu, untuk anak-anak sekolah, kami mengadakan lomba makan kerupuk,” tutur Xaverius.
Selain perlombaan, puncak peringatan HUT RI di Distrik Mimika Barat Jauh akan diwarnai oleh tradisi lokal. Usai upacara pengibaran bendera, seluruh masyarakat akan menari Seka bersama hingga acara penurunan bendera di sore hari. Masyarakat yang merupakan warga asli suku Kamoro (tarian) ini, bahkan saat ini telah membuat Tauri (rok rumbai khas suku Kamoro) untuk persiapan acara seka tersebut.
Guna memastikan seluruh rumah warga dapat mengibarkan bendera, panitia juga menyalurkan bantuan bendera Merah Putih kepada masyarakat lokal.
“Kami mendapat bantuan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berupa satu karton bendera Merah Putih untuk dibagikan kembali kepada masyarakat,” ungkap Xaverius.
Meskipun dihadapkan pada tantangan geografis wilayah pesisir, semangat gotong royong warga Mimika Barat Jauh terlihat tinggi. Warga secara mandiri telah merapikan lingkungan sekitar dan membersihkan jalan-jalan kampung demi menyambut hari bersejarah tersebut.






