SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Himpunan Pelajar Siswa-siswi Kabupaten Paniai (HP-SP) menggelar seminar sehari di Gedung SMA YPPGI Enarotali, Dupiya, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pelajar Paniai ini menghadirkan dua narasumber, yakni Agustinus Kadepa, dengan materi “Pelajar dan Aktivisnya”, serta Yunus Eki Gobai, yang membedah materi “Tantangan Pelajar di Tengah Era Globalisasi”.
Dalam sambutannya, Pembina sekaligus Pendiri HP-SP, Daud Mote, mengatakan setiap manusia memiliki tahapan kehidupan yang harus dilewati, mulai dari bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, pembekalan mengenai organisasi, mentalitas, dan pengembangan kapasitas diri sangat krusial diberikan sejak dini.
“Saya sebagai senior merasa perlu memberikan pemahaman tentang dunia organisasi, kesadaran kapasitas, keterampilan mental, dan hal-hal penting lainnya kepada para pelajar,” ujar Daud Mote.
Ia menjelaskan organisasi merupakan wadah belajar yang sangat penting bagi pelajar untuk melengkapi pendidikan formal mereka. Selain menimba ilmu di sekolah, rumah, gereja, dan buku, para siswa dinilai perlu terjun langsung dalam organisasi agar memiliki pengalaman serta wawasan yang lebih luas untuk menyongsong hari esok.
“Pelajar harus belajar berorganisasi supaya memiliki keterampilan, keberanian, serta mental yang baik untuk masa depan,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Senior HP-SP, Sem Nawipa, menyampaikan bahwa organisasi memiliki peran strategis dalam membentuk kapasitas diri, melatih keterampilan berbicara di depan umum, hingga mematangkan karakter dan kepribadian seseorang. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Daud Mote yang telah menginisiasi lahirnya HP-SP di Kabupaten Paniai.
“Melalui organisasi, kita dilatih membangun karakter, kemampuan public speaking, dan kedewasaan dalam berpikir maupun bertindak,” tegas Sem Nawipa.
Ia juga menambahkan HP-SP menjadi pintu awal bagi pelajar untuk belajar mentalitas, ilmu pengetahuan, dan pengalaman berorganisasi.
Apresiasi juga datang dari perwakilan intelektual Paniai, Orgenes Bunai, yang turut hadir dalam acara tersebut. Dalam arahannya, ia mengingatkan para peserta seminar untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis demi masa depan yang lebih cerah.
“Langkah pertama akan menentukan masa depan kita. Karena itu, kita harus belajar bagaimana menentukan masa depan yang baik melalui membaca dan menulis,” kata Orgenes Bunai.
Di sisi lain, perwakilan anggota HP-SP mengibaratkan proses belajar mereka layaknya pertumbuhan sebuah pohon pisang yang dimulai dari tunas kecil. Menurutnya, wadah seperti HP-SP ini sangat efektif bagi siswa yang mau berproses dari hal-hal sederhana, seperti berdiskusi dan membaca.
“Dari situ kita bisa melatih keberanian, keterampilan, dan menambah wawasan. HP-SP sangat membantu pelajar yang benar-benar mau belajar,” ungkapnya.
Menutup kegiatan tersebut, Ketua Panitia Seminar, Demianus Bunai yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Paniai, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak sehingga seminar sehari ini dapat berjalan dengan lancar.
“Saya mengapresiasi semua peserta yang mengikuti seminar ini, terlebih khusus kepada kedua pemateri yang telah memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi kami,” pungkas Demianus Bunai.