Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 23 Mar 2026 17:51 WIT

Senjata Ampuh Ubah Dunia, Nancy Raweyai Ajak Pegiat Literasi Papua Tengah Bersatu


Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai memberikan apresiasi tinggi bagi para pegiat literasi yang tersebar di seluruh tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, literasi dan pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia serta memperbaiki berbagai kondisi sosial yang terjadi saat ini.

Nancy mengungkapkan di tengah situasi Papua Tengah yang sering diwarnai konflik dan provokasi, kehadiran gerakan literasi menjadi sangat penting.

Nancy merupakan salah satu anggota DPR Papua Tengah yang kerap mendukung gerakan literasi sehingga ia selalu mendorong dan mendukung penuh setiap kegiatan literasi yang muncul dari inisiatif masyarakat.

“Saya betul-betul mendorong dan support untuk kegiatan literasi karena hanya dengan literasi dan pendidikan itu adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia, terutama untuk kondisi di Papua saat ini,” ujar Nancy Raweyai.

- Advertising -
- Advertising -

Lebih lanjut, Nancy menekankan pentingnya bagi kaum intelektual dan tokoh muda pegiat literasi untuk melakukan refleksi diri terhadap kondisi yang sedang terjadi. Ia berharap para pegiat literasi tidak hanya bersuara, tetapi juga mampu membangun kritik yang konstruktif agar tidak terjadi perpecahan antar kelompok atau suku.

Ia menyayangkan jika kaum intelektual justru ikut memperkeruh suasana dengan sentimen-sentimen yang memicu konflik. Nancy menegaskan Papua sudah kehilangan banyak waktu, sehingga para penggerak literasi diharapkan mampu menyalakan harapan baru bagi pembangunan melalui buku dan wawasan yang luas.

“Bagaimana anak Papua itu bisa mengangkat buku, bermimpi, dan membuka wawasan mereka. Jangan tambah lagi konfliknya, sudah cukup banyak,” tegas Politisi perempuan dari partai Nasdem tersebut.

Terkait dengan mulai bermunculannya kelompok-kelompok baca di Papua Tengah, mantan Jurnalis ini menyarankan agar mereka segera bersatu dalam sebuah wadah atau forum pegiat literasi. Persatuan ini dianggap penting untuk mendiskusikan tujuan bersama dan apa yang ingin dicapai ke depannya bagi kemajuan daerah.

Meskipun menyadari adanya tantangan geografis dengan delapan kabupaten yang memiliki jarak cukup jauh, Nancy menilai hal tersebut harus menjadi bahan diskusi yang dibicarakan sejak dini. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, koordinasi dan pembentukan peraturan atau kesepakatan bersama antar pegiat literasi seharusnya bisa lebih mudah dilakukan.

“Kita harus bersatu, hanya dengan bersatulah kita bisa. Harus ada forum pegiat literasi Papua Tengah dan saat ini sepertinya sudah dibentuk. Nah ini untuk mendiskusikan tujuan dan apa yang mau dicapai bersama-sama,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kenang Jasa Guru Perintis dan Pemikiran Pendidikan Papua, Tiga Buku Siap Diluncurkan di Nabire

13 Juli 2026 - 08:08 WIT

Pemuda Katolik Komcab Nabire Sukses Gelar Diskusi Literasi Digital Bagi Perempuan

9 Juni 2026 - 22:43 WIT

PPDB SMK Yamewa Enarotali: Buka Pendaftaran Jurusan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

7 Juni 2026 - 20:38 WIT

Gandeng Komite Persiapan Persma USWIM Nabire, Kolektif Jurnalis Pinggiran Gelar Diskusi Publik

5 Juni 2026 - 11:53 WIT

Membaca KORASLIMA, Mendidik Generasi: Menyalakan Harapan dari Tanah Tabi

31 Mei 2026 - 17:36 WIT

Koraslima Gandeng PT GPS dan Telkomsel Gelar Papua Genius League Bagi SMP Se Kota dan Kabupaten Jayapura

31 Mei 2026 - 17:22 WIT

Trending di Pendidikan