Site icon sasagupapua.com

Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya Tanya Perkembangan Blok Wabu, Begini Jawaban DPRP Papua Tengah

Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya saat bertemu dengan Tim Advokasi Blok Wabu, DPRP Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRP) Papua Tengah khususnya tim kerja advokasi Blok Wabu didatangi oleh Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya, Senin (25/8/2025).

Kedatangan para mahasiswa ini untuk mempertanyakan sudah sejauh mana perkembangan dari hasil demo yang dilaksanakan pada 17 Juli 2025 lalu di Nabire.

“Jadi mereka pertanyakan perkembangan soal Blok Wabu karena ini sudah satu bulan satu minggu,” jelas Anggota DPR Papua Tengah yang juga Ketua Tim Advokasi, Henes Sondegau kepada media usai rapat.

Henes menjelaskan pihaknya sudah melaksanakan rapat dan mendapatkan beberapa poin dimana hasil rapat ini akan diteruskan dalam bentuk menyurat ke beberapa pihak.

Surat akan dikirim lagi kedua kalinya ke DPR RI komisi XII, ke DPD RI, ke Kementerian ESDM juga ke Kementerian BUMN.

Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya saat rapat bersama Tim Advokasi Blok Wabu DPRP Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

“Karena itu jalur jalur yang khusus berbicara soal tambang,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya tetap berencana membawa perwakilan mahasiswa, tokoh adat, bahkan media untuk mendengarkan secara langsung yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berwewenang di tingkat pusat.

“Dalam pertemuan itu, kita rencana akan ada perwakilan DPR, dari solidaritas mahasiswa, tokoh adat, beserta media untuk kesana mendengar sendiri,” ujar Henes.

Menunggu Respon Surat dari Pusat

Anggota DPRP Papua Tengah fraksi Nasdem ini menjelaskan hari ini mereka akan langsung menyurat pihak terkait dan menunggu respon.

“Kita itu kapan saja bisa pergi, tetapi kita tunggu jawaban dari mereka (instansi tingkat RI) karena kemarin mereka baru selesaikan reses. Khususnya di DPR RI dan DPD mereka sudah laksanakan reses dan hari ini baru masuk kantor, kita baru konfirmasi hari ini baru masuk kantor, jadi dengan rapat ini hari itu juga kita akan kembali menyurat mereka lagi,” katanya.

Disana nanti, kata Henes pihaknya akan fokus berbicara soal tambang Blok Wabu.

“Kita tidak berbicara soal mengungsi, terus salahnya siapa, benarnya siapa, terus bicara soal konflik tapi ini kita murni tim kerja untuk berbicara soal tambang blok wabu. Sudah sejauh mana, dan seperti apa.Karena isu blok wabu ini sudah ada sejak 2019 masih provinsi induk,” ungkap Henes.

Ketua Tim Advokasi Blok Wabu, Henes Sondegau saat menyampaikan penjelasan kepada Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya. (Foto: Istimewa)

Pihak DPRP kaya Henes bertugas menyampaikan aspirasi sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat.

“Kita tim kerja itu hanya menindaklanjuti sehingga persoalan akar masalahnya, salahnya dimana kita akan lihat sudah sejauh mana Blok Wabu itu, sudah sejauh mana itu yang nanti kita punya tugas,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi kepada para mahasiswa karena bisa mengikuti tatap muka dengan tim advokasi Blok Wabu DPRP Papua Tengah dengan baik.

Dikatakan nantinya akan ada pertemuan lagi di rapat rapat berikut. Dimana harapannya agar mendapatkan jawaban positif dan semua pihak akan berangkat ke Jakarta.

“Supaya kita balik bisa melaksanakan aktifitas. Selama ini kita sama tidak bisa melaksanakan aktifitas, tidak bisa tidur tenang karena pikir barang ini, barang ini bukan hal Intan Jaya saja tapi sudah jadi isu nasional bahkan sudah jadi isu internasional,” tuturnya.

Untuk diketahui,ini adalah kedua kalinya DPRP menyurat DPR RI dan pihak DPD RI.

“Ini adalah surat yang kedua kalinya, yang pertama sudah masuk itu untuk DPD RI dan DPR RI tapi mereka sedang laksanakan reses dan mereka turun ke setiap dapil masing-masing, ya hari ini kita akan menyurat lagi, semoga mereka bisa menerima sehingga isu Blok Wabu ini cepat ketemu titik arahnya,” pungkasnya.

 

 

 

Berikan Komentar
Exit mobile version