SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah merayakan satu tahun kepemimpinan Meki Nawipa dan Dinas Geley (MEGE).
Acara diawali dengan Ibadah Syukur Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Geley ( MEGE) yang berlangsung di Ballroom Pemprov Papua Tengah, (20/2/2026).
Ibadah yang mengusung tema ‘Jangan melupakan Tuhan Dalam Kehidupan’ ini dipimpin oleh Pdt. Leon Wairara,S.Th yang diawali dengan merenungkan firman Tuhan yang diambil dari kitab Yakobus 4 ayat 13-17.
(Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa).

Suasana ibadah syukur satu tahun kepemimpinan MEGE di Ballroom Pemprov Papua Tengah, Jumat (20/2/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.
“Berbahagialah setiap kita yang membaca dan mendengar firman, tapi lebih berbahagia kalau kita mau merenungkan dan melakukan firman Tuhan itu siang dan malam,” Pdt. Leon.
Ia mengingatkan firman Tuhan yang baru dibacakan, sangat sederhana namun sangat tegas untuk semua yaitu Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan.
“Kepada bapak-bapak semua yang Tuhan pilih menjadi pemimpin di Papua ini, sebagai hamba Tuhan izinkan saya mengingatkan bahwa jangan melupakan Tuhan dalam kehidupan dan dalam perencanaan kita,” ungkapnya.
Mengapa Demikian, kata Pdt Leon, Kalau kita lihat kembali dalam firman Tuhan ini cukup jelas bahwa Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok seperti ditulis dalam ayat 14 tadi dikatakan Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Pdt Leon menjabarkan mengapa kita tidak boleh lupa Tuhan? Yang pertama karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
“Coba Bapak-bapak, Ibu-ibu merenung 10, 20 tahun yang lalu, pernah tidak Bapak berpikir bahwa saya akan ada di sini? Saya akan mendapat jabatan? Kita tidak pernah tahu. Bahkan kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Jangankan besok, kita pulang dari tempat ini saja kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi. Hanya satu pribadi yang tahu apa yang akan terjadi besok, yaitu Tuhan,” ujarnya.
Seperti Firman Tuhan di Kitab Yeremia 29 ayat 11, Tuhan bilang: “Aku ini mengetahui rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, bukan rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan yang penuh harapan.”.
“Karena hidup di dunia ini hanya sementara. Kenapa kita tidak boleh lupa Tuhan? Ayat 14 bagian B dikatakan: “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap”,” serunya.
Kedua- kenapa kita tidak boleh lupa Tuhan ? adalah karena hidup di dunia ini hanya sementara.
“Siapa yang pernah lihat uap? Bapak-bapak yang suka mancing, waktu kita lempar umpan ke air, ada uap muncul. Besok kita kembali, tidak mungkin kita bilang “Ini uap yang kemarin, dia masih tunggu saya,” tidak. Ibu-ibu yang masak di dapur, berapa lama uap itu muncul? Mungkin hanya sepersekian detik lalu lenyap. Demikianlah hidup kita di mata Tuhan. Manusia berusaha mencari cara untuk bisa umur panjang, bisa awet muda. Rambut di-salon, muka di-sablon, supaya bisa kelihatan muda, tapi tetap tidak bisa,” katanya.
“Firman Tuhan bilang dalam Mazmur 90 ayat 10, umur kami di dunia hanya 70 tahun. Jika kami kuat, 80 tahun. Lebih daripada itu, susah payah dan penderitaan.
So, apa yang kita cari? Jangan kita lupa Tuhan. Tapi di dalam Tuhan, Tuhan menjanjikan hidup kekal,” lanjutnya.
Dalam Yohanes 3 ayat 16, Tuhan berkata: ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,”.
“Artinya apa? Kita tutup mata di dunia ini, kita buka mata di hadapan surga Bapa di surga,” katanya.
Ketiga – kenapa kita tidak boleh lupa Tuhan? Supaya kita tahu kehendak Tuhan.
Pdt Leon mengatakan firman Tuhan ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.’

Suasana ibadah syukur satu tahun kepemimpinan MEGE di Ballroom Pemprov Papua Tengah, Jumat (20/2/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.
Ia menjabarkan dalam dunia ini ada tiga kehendak:
- Kehendak Manusia: Kita semua punya keinginan dan kehendak.
- Kehendak Setan: Firman Tuhan dalam Yohanes 10 ayat 10 bilang setan datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan.
- Kehendak Allah: Yaitu rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan.
“Untuk itu jangan kita lupa Tuhan, supaya kehendak Tuhan itu yang terjadi dalam hidup kita,” ungkapnya.
Keempat – Kenapa Kita Tidak Boleh lupa Tuhan ? Yaitu Menghindari Kesombongan.
Pdt. Leon menyebut dalam firman Tuhan: ‘Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.’
“Bapak, Ibu, Saudara, kalau kita baca dalam firman Tuhan, terlalu banyak Tuhan berkata bahwa Tuhan membenci orang sombong, tapi Tuhan mengasihani orang yang rendah hati,” ungkapnya.
“Saya selalu bilang salah satu lambang Roh Kudus—bukan satu-satunya ya, salah satu—selain burung merpati, anggur, angin, api, lambang Roh Kudus juga adalah Air. Air sifatnya selalu cari tempat yang rendah. Semakin kita rendah hati, semakin Roh Kudus akan memenuhi kita,” ungkapnya.
Pdt. Leon mengungkapkan begitu kamu butuh Roh Kudus, kamu tidak usah pindah-pindah gereja, tidak usah kejar-kejar pendeta hebat, tidak usah kejar acara-acara rohani yang sudah kita bentuk. Semakin kau rendah hati, semakin kau cari Tuhan, semakin Roh Kudus akan memenuhi kita. Amin.
Khususnya kata Pdt Leon, bapak-bapak dalam memimpin rumah tangga. Yesus mengajar pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mau melayani. Begitu bapak-bapak rendah hati dan mau melayani, maka Roh Kudus akan menolong dalam pelayanan.
“Jangan sombong, karena Tuhan bisa mempromosikan, bahkan Tuhan bisa membuang. Malaikat dilemparkan dari surga bukan karena dosanya, tapi karena kesombongan. Maka kalau semakin Tuhan promosikan, harus semakin murah tangan untuk menolong dan mengangkat orang-orang di bawah,” katanya.
Pdt Leon mengajak untuk merenungkan di dalam Yakobus 4 ayat 17: “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”
Lima- mengapa kita tidak boleh lupa Tuhan ? Supaya kita tahu berbuat baik dan kita tidak jatuh dalam dosa.
“Bapak, Ibu, Saudara, sebagai hamba Tuhan dari kisah ini saya mau tanya buat kita semua: apa yang kau sombongkan? Apa pun yang Tuhan kasih hari ini, itu karena Tuhan. Satu tahun Provinsi Papua Tengah, itu karena Tuhan. Dan sampai selamanya Tuhan akan memberkati bumi ini,” katanya.