Pemerintahan · 27 Mar 2025 18:34 WIT

Syukuran Pelantikan Bupati dan Wabup Mimika: Kalau Masyarakat Sulit Ketemu Kepala Dinas, Lapor Kami


Suasana acara syukuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika dan Perkenalan Gubernur Papua Tengah. (Foto: Edwin Rumanasen) Perbesar

Suasana acara syukuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika dan Perkenalan Gubernur Papua Tengah. (Foto: Edwin Rumanasen)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melaksanakan syukuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika sekaligus perkenalan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Kamis (27/3/2025) di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Deinas Geley.

Acara ini diawali dengan doa lintas agama.

Suasana acara syukuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika dan Perkenalan Gubernur Papua Tengah. (Foto: Edwin Rumanasen)

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan perkenalan dan ucapan selamat datang dari Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong.

Johannes Rettob dalam sambutannya memperkenalkan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Kita bersyukur karena kita sudah punya semua, hari ini juga ada Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang baru juga, kami hadir untuk masyarakat Kabupaten Mimika, hari ini juga kita punya ketua DPRK Kabupaten Mimika yang baru juga tadi pagi baru dilantik,” katanya.

Ia menyampaikan ucapan permohonan maaf sebab telah mendesain untuk pelantikan hari ini, namun berdasarkan aturan maka pelantikan ia dan Wakil Bupati di Nabire.

“Tetapi dengan tidak mengurangi rasa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mimika maka kami hadir disini, jadi hari ini kami pakai pakaian putih, supaya masyarakat jangan marah dan kami turuti permintaan masyarakat untuk kami pakai baju putih,” ucapnya.

Ia dan Wakilnya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mimika.

“Kepada tim kemenangan kami, relawan kami, Partai politik pengusung kami sehingga atas kerja keras, doa yang luar biasa dukungan moril, materil, spiritual, akhirnya kami menang dan kami hadir sebagai bupati dan Wabup Mimika,” serunya.

Ia mengungkapkan sempat ada yang mengatakan tidak mau memilih JOEL karena tidak memiliki uang.

“Kami punya masyarakat Kabupaten Mimika, masyarakat memilih kami, kami akan memegang amanah yang diberikan kepada kami, kami akan menggunakan kekuatan kami untuk masyarakat kami, kami harus jadi pelayanan masyarakat, bukan kita dilayani,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan kepada seluruh masyarakat agar memberitahu Bupati dan Wakil Bupati apabila ada pimpinan OPD atau pejabat yang susah ditemui oleh masyarakat.

“Karena masyarakat biasa bilang lebih susah ketemu kepala dinas dari pada bupati. Kita sebagai petugas abdi negara harus melayani masyarakat,” katanya.

Ia juga mengatakan mengatakan pihaknya siap turun ke kampung dan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membangun Papua Tengah.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengatakan dirinya dan Bupati Mimika akan memimpin Mimika selama lima tahun kedepan.

“Kami dua itu manusia lemah, pasti ada kekurangan, tetapi kalau kita bersama bergandeng tangan, pemimpin-pemimpin daerah ini, semua yang terlibat baik OPD, TNI/Polri, Freeport, lembaga-lembaga masyarakat, paguyuban, ikatan-ikatan yang namanya pemimpin kalau kita bergandengan tangan dengan hamba-hamba Tuhan, saya pastikan Mimika jauh lebih baik kedepan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, politik telah berlalu,dan hari ini semua bersama membangun rumah dan menjaga rumah (Kabupaten Timika).

Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong saat membawakan sambutan. (Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua.com)

“Kita yang bisa membangun karena itu dengan semangat Eme Neme Yauware kita bersama-sama membangun Mimika, kami pastikan SDM tersedia, SDA tersedia tinggal kita kita bersatu mengelola untuk masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan dirinya dan Bupati Mimika akan menjadi pelayan masyarakat.

“Soal nanti Mimika seperti apa kedepan, kita tidak bisa ukur hari ini, biarlah proses berjalan, biarlah kebersamaan kita berjalan, biarlah Tuhan mencampuri semua ini, kita pasti akan mengatakan indah pada waktunya,” tutupnya.

Menutup sambutan mereka, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengajak semua untuk bersatu padu, membangun kabupaten Mimika, membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk bersama membangun masyarakat Mimika demi nama Daerah Otonomi Baru Papua Tengah.

“Hari ini juga kita sudah buka dengan doa bersama dan kita tunjukan bahwa toleransi umat beragama di Mimika harus ditingkatkan, kita berada di Mimika yang heterogen, kita berbeda suku, agama, budaya, bahasa, tapi kita harus buat Mimika menjadi rumah kita bersama, kita menjaga dan membuat Mimika menjadi lebih baik,” tutupnya.

Dalam momen tersebut, juga Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau diberikan kesempatan untuk memperkenalkan dirinya.

“Saya selaku ketua DPRK mengucapkan apresiasi, kegiatan syukuran ini menjadi istimewa dan akan banyak hal penting yang akan kita lalui,” ujarnya.

Dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dalam sambutannya memberikan ucapan terimakasihnya karena masyarakat telah memberikan dukungan sehingga mereka bisa terpilih menjadi Gubernur.

“Saya atas nama Gubernur Papua Tengah minta maaf kita tidak bisa lantik di Timika, kami sudah berjuang tapi sesuai dengan aturan undang-undang kita Lantik di Nabire,” katanya.

Meki mengatakan mereka adalah generasi penerus.

“Kita buat baik negeri ini baik, kita buat tidak baik, negeri ini tidak baik. Timika ini katanya terlalu banyak orang pintar, pintar belok kanan, pintar belok kiri, tapi ingat baik baik waktu kita menghargai pemimpin kita kita menghargai Tuhan, waktu kita menghargai orang tua kita menghargai Tuhan, waktu kita menghargai sesama, kita juga menghargai diri kita sendiri, kalau bapak ibu tidak mau dizolimi, jangan pernah tidak menghargai orang,” serunya.

Ia dan Wakilnya yang biasa ia panggil  sebagai kakak.

“Kalau bupati Timika, Puncak Wakil Gubernur itu tetap kakak, Gubernur di Kantor tapi kita ini orang budaya, kita ini orang Papua, kita keluar dari honai, Kaka tetap Kaka, bapak tetap bapak, adik tetap adik, saudara tetap saudara,” ucapnya.

Meki Nawipa mengatakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Johannes Rettob dan Emanuel Kemong merupakan kolaborasi antara orang Amungme dan Kamoro.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama membangun Papua Tengah.

“Jadi kedepan mari sama sama mau pantai ka, gunung ka, pendatang ka, orang asli ka kita ada di Papua Tengah, dari Mioga Puncak Jaya sampai Kwatisore, Kapiraya sampai Utara kita bersatu membangun negeri ini dengan baik kita mau supaya orang sekolah, Takut akan Tuhan, karakter. Orang pintar banyak tapi kalau tidak jujur itu susah,” ujarnya.

Ia mengatakan dirinya memiliki standar dalam memilih kepala dinas.

Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Deinas Geley saat membawa sambutan di Timika. (Foto: Edwin Rumanasen)

“Saya itu mau pasang standart kalau mau jadi kepala dinas, syaratnya dua saja, pertama itu dia harus tau kasih perpuluhan untuk Tuhan, kalau dia bisa kasih untuk Tuhan pasti dia tidak curi di Kantor, kalau dia tidak kasih untuk tuhan hati-hati, Tuhan saja dia tipu apalagi sebelah, kedua dia harus aktif di gereja, dia pasti takut Tuhan, keluarga bagus, nanti di kantor juga bagus, tidak perlu dia sarjana, sarjana tapi tukang tipu sama saja, semua biasa saja tapi kalau punya kemampuan, dia bisa dipercaya, dia bisa dipegang itu sudah, kalau saya di Papua Tengah nanti begitu,” ujarnya.

Ia mengatakan kepada Johannes Rettob saat ini menjadi rekonsiliasi untuk bersatu.

“Saya pikir bapak berdua ini Tuhan yang pilih kalau Tuhan tidak pilih pasti bapak berdua tidak ada disini, tapi karena Tuhan pilih semua Masalah selesai, saya mau minta dengan tulus hati, orang Mimika tidak usah berkelahi karena jabatan, hanya karena uang, uang akan berakhir, jabatan akan berakhir, hidup dan umur juga akan berakhir tapi persahabatan itu akan kekal selamanya,” ujarnya.

Ia juga mewarnai pidatonya dengan sebuah Mob yang memiliki pesan yang mendalam. “Ombak boleh bergerak, Maslaah boleh ada tapi tetap fokus pada tujuan, besok harus lebih baik dari hari ini di negeri Amungsa ini,” kata Meki.

Ia juga merasa bangga sebab tahun 1985 ia datang ke Timika.

“Anak kecil, umur 7 tahun pakai pesawat MAF landing di Timika, sekolah di Timika sini, kita tidak tau Timika akan seperti apa, hari ini Timika jadi kota besar, hari ini kita berdiri di Kantor Bupati, hari ini jalan aspal, hari ini bangunan sudah bagus-bagus, hari ini semua sudah jalan dengan baik, yang sudah baik jangan kita kita kasih rusak lagi tapi bagaimana kita maju kedepan memperbaiki trus supaya kedepan lebih baik,” pungkasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa didalam pemerintahannya tidak akan ada bakar batu (Baca disini)

 

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 238 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Berikut Total Harta Kekayaan Para Kepala Daerah di Papua Tengah Mulai dari Gubernur Hingga Bupati

1 April 2025 - 11:00 WIT

Lima Kepala Suku Besar di Timika Soroti Pernyataan Gubernur Soal Tradisi Bakar Batu

29 Maret 2025 - 19:49 WIT

Kunjungi Sekolah Taruna Papua Timika, Gubernur Papua Tengah: Mereka akan gantikan kami jadi Gubernur dan Bupati

28 Maret 2025 - 16:35 WIT

Bupati Mimika Resmikan Gedung Sekretariat PAM GKI Lahai-Roi Kamoro Jaya

28 Maret 2025 - 14:56 WIT

Bulan April, Honorer di Lingkup Pemprov Papua Tengah 90 Persen Adalah OAP

28 Maret 2025 - 14:09 WIT

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa: di Pemerintahan Saya Tidak Akan ada Bakar Batu

27 Maret 2025 - 17:31 WIT

Trending di Pemerintahan