Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 4 Sep 2025 20:26 WIT

Tanggal 11 September Jembatan Kalibobo Nabire Dibuka Kembali


Plt. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2, Daud M. Merauje. (Foto: Istimewa) Perbesar

Plt. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2, Daud M. Merauje. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Jembatan Kalibobo akan mulai dibuka pada tanggal 11 September 2025 mendatang.

Jembatan ini ditutup sejak tanggal 13 Agustus 2025 yang dikerjakan oleh Satker PJN 1.2 Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Plt. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2, Daud M. Merauje menjelaskan jembatan tersebut siap difungsikan pada 11 September 2025.

Dikatakan, Jembatan Kalibobo harus dilakukan rehabilitasi dengan serius sebab telah lama menjadi perhatian pemerintah disebabkan mengalami kerusakan berulang pada bagian lantai. Kerusakan selalu terjadi sejak tahun 2021 hingga 2023.

- Advertising -
- Advertising -

“Sudah beberapa kali dilakukan penambalan, namun hasilnya tidak bertahan lama. Kerusakan yang sama terus muncul setiap tahun. Karena itu, pada 2025 ini kami ambil langkah tegas dengan membongkar total sepanjang 15 meter dan melakukan pengecoran ulang agar konstruksinya lebih kokoh,” ujarnya.

Ia mengatakan pengecoran lantai jembatan selesai dilakukan pada 21 Agustus 2025. Selanjutnya, tim akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan kekuatan beton.

“Hari ketujuh setelah pengecoran, hasil uji menunjukkan angka 23 MPa dari target 30 MPa. Kami terus lakukan pengujian di hari ke-14 hingga hari ke-21, karena umumnya di titik itu beton mencapai kekuatan maksimal,” jelasnya.

Awalnya, jembatan sempat direncanakan dibuka terbatas untuk kendaraan roda dua pada 5 September. Namun, karena proses pengaspalan membutuhkan waktu tambahan, jadwal bergeser.

“Penyedia jasa sudah menyampaikan secara resmi bahwa pengaspalan dilaksanakan pada 10 September 2025. Dengan begitu, keesokan harinya, 11 September 2025, Jembatan Kalibobo bisa dilintasi kembali baik motor maupun mobil,” tegas Daud.

Jembatan Kalibobo merupakan salah satu akses vital di Nabire, khususnya di kawasan Pasar Kalibobo. Dengan rampungnya rehabilitasi, mobilitas masyarakat diharapkan kembali lancar tanpa hambatan.

“Kami mohon masyarakat bersabar sedikit lagi. Setelah dibuka 11 September, jembatan ini bisa digunakan normal dan jauh lebih kuat untuk jangka panjang,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama