Site icon sasagupapua.com

Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Puspem,Wagub Deinas Geley Minta Penambahan Tukang

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley saat berjabat tangan dengan para pekerja ketika momen sidak di lokasi pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan di Kaladiri, Nabire, Selasa (22/9/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan kompleks perkantoran pemerintah pusat Provinsi Papua Tengah di Kaladiri, Nabire, Selasa (22/9/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan tiga gedung utama, yaitu Kantor Gubernur, Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP), dan Gedung DPR Papua Tengah.

Dalam peninjauannya, Wagub Deinas Geley menegaskan bahwa kedatangannya bertujuan memastikan kesiapan jumlah tenaga kerja dan material agar pengerjaan proyek strategis ini selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja.

“Kami sebagai pimpinan daerah datang ke sini untuk mengecek langsung para pekerja. Saat ini pekerja yang ada baru 420 orang, artinya masih kurang dari kebutuhan. Saya minta pelaksana proyek segera menambah 240 tenaga kerja lagi dalam waktu paling lambat dua minggu, agar genap 600 orang tukang,” kata Wagub Deinas Geley di lokasi pembangunan.

Ia menekankan bahwa penambahan tenaga kerja dan pemenuhan material konstruksi sangat mendesak mengingat batas waktu pengerjaan yang tersisa tinggal dua bulan efektif, yakni selama bulan Oktober dan November.

“Target kita tanggal 31 Desember proyek ini harus selesai 100 persen, tidak boleh hanya 99 persen. Bulan Desember nanti para pekerja yang beragama Kristen sudah fokus beribadah dan berkumpul bersama keluarga menyambut Natal, sehingga waktu efektif kerja praktis tersisa 60 hari saja,” ujarnya.

Wagub yang memiliki pengalaman di bidang kontraktor tersebut juga menyoroti ketersediaan logistik dan material bangunan. Ia meminta pihak pelaksana tidak hanya menyodorkan laporan di atas kertas.

“Saya ini bekas kontraktor, saya paham betul dinamika di lapangan. Laporan di atas kertas menyebutkan progres pengerjaan sudah 60 hingga 70 persen, tetapi saya tidak mau percaya begitu saja sebelum melihat realisasinya secara langsung. Kepastian progres riil baru bisa saya pastikan pada bulan Oktober atau November mendatang,” tegas Deinas.

Selain menyasar pelaksana proyek, Wagub Deinas Geley memberikan peringatan keras kepada konsultan pengawas agar memperketat pengawasan spesifikasi bangunan di lapangan. Pengawasan ketat dinilai sangat vital mengingat wilayah Nabire tergolong daerah rawan gempa bumi.

“Kunci utama keselamatan dan kualitas bangunan ada pada konsultan pengawas. Pengawas harus pegang gambar kerja dan awasi tukang di bawah, jangan sampai ada pengurangan semen atau spek karbitan. Jika gedung ini dibangun sesuai spesifikasi teknis dan gambar kerja, saya jamin tidak akan roboh saat terjadi gempa. Kalau sampai roboh dalam masa pemeliharaan, saya akan kejar konsultannya,” ucap Deinas dengan nada tegas.

Mengenai konsekuensi keterlambatan, Deinas menyatakan akan terus menagih janji dan komitmen yang telah ditandatangani oleh pihak kontraktor dalam surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan pengerjaan sebelum batas akhir masa kontrak.

“Kami turun langsung ke lapangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memberi motivasi mendesak agar pekerja semangat dan bekerja tepat waktu. Pembangunan gedung ini bukan untuk kepentingan pribadi atau dinas tertentu, melainkan rumah besar bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dan pusat pelayanan pemerintahan,” pungkas Deinas Geley.

Exit mobile version