Menu

Mode Gelap

Umum · 12 Jul 2025 18:30 WIT

Tolak DOB di Wilayah Papua Tengah, Masyarakat Unjuk Rasa di Kantor DPRD Paniai


Massa saat unjuk rasa didepan halaman Kantor DPRD Kabupaten Paniai. (Foto: Ando Douw) Perbesar

Massa saat unjuk rasa didepan halaman Kantor DPRD Kabupaten Paniai. (Foto: Ando Douw)

SASAGUPAPUA.COM, Paniai – Ribuan masa yang merupakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa beserta masyarakat menggelar aksi demo penolakan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) serta beberapa tuntutan lainnya di Kantor DPRD Kabupaten Paniai Jumat (11/7/2025).

Massa yang berkumpul di Lapangan Karel Gobay dan Pertigaan Kopo-Paniai kemudian diarahkan menuju kantor DPRD Kabupaten Paniai sekitar pukul 08.00 pagi.

Disana mereka berorasi dengan menyampaikan tujuh tuntutan menyangkut penolakan Daerah Otonom Baru (DOB), perusahaan ilegal di Paniai serta penarikan pasukan aparat keamanan di Kabupaten Paniai dan beberapa poin lainnya.

Daniel Degei, salah satu masyarakat adat dalam orasinya mengatakan, penolakan secara tegas atas rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di beberapa wilayah seperti Paniai dan Dogiyai juga wilayah lainnya di Provinsi Papua Tengah, “Saya tolak pemekaran kabupaten bukan hanya di Paniai saja tetapi Dogiyai dan Paniai serta seluruh Pemekaran Di Papua Tengah,” Tegasnya.

- Advertising -
- Advertising -

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat, Mahasiswa, Kepala Suku, Pelajar, Tokoh adat, Tokoh Agama, Gerakan Kiri KNPB, serta beberapa tokoh intelektual lainnya ketika berorasi di depan Halaman Kantor DPRD Kabupaten Paniai.

Kordinator Aksi, Penias Yeimo mengatakan, unjuk rasa ini digelar dari pagi hari hingga siang, tepatnya pada pukul 12.00, para demonstran membacakan statment dan menandatangani pernyataan sikap yang meliputi tujuh tuntutan.

Adapun tujuh tuntutan tersebut adalah sebagai berikut:

 

1. Penolakan Pemekaran DOB Kabupaten di Paniai.

2. Penolakan Perusahaan ilegal yang akan beroperasi di Paniai (5 Perusahaan Ilegal).

3. Penarikan Operasi Militer organik dan non-organik di Paniai serta hentikan Pendoropan Militer di Paniai.

4. Penolakan Rencana pariwisata.

5.Penolakan Rencana pembongkaran Pembuatan Jalan Trans Paniai.

6. Penolakan Pos kambling dan pos Ronda.

7. Segera tuntaskan pelanggaran HAM di Paniai.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 159 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Festival Media Dimulai: Ruang Belajar dari Etika AI, Investigasi, Hak Masyarakat Adat Hingga Hutan Papua Bercerita

14 Januari 2026 - 09:09 WIT

Festival Media Siap Digelar, Ratusan Wartawan Sudah Berada di Nabire

12 Januari 2026 - 23:21 WIT

Sejarah Baru: Festival Media se-Tanah Papua Siap Mengguncang Jantung Papua Tengah

6 Januari 2026 - 20:25 WIT

Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali Beroperasi Serentak Mulai 8 Januari 2026

5 Januari 2026 - 15:57 WIT

Sambut 2026: Bukan Pewaris, KNPI Papua Tengah Siap Menjadi Perintis Semangat Baru bagi Pemuda di Delapan Kabupaten

31 Desember 2025 - 17:21 WIT

Ketua SOMAMA-TI Kecam Lambatnya Pengesahan Perda Perlindungan Komoditas Lokal di Mimika

30 Desember 2025 - 22:48 WIT

Trending di Ekonomi