SASAGUPAPUA.COM, Paniai – Ribuan masa yang merupakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa beserta masyarakat menggelar aksi demo penolakan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) serta beberapa tuntutan lainnya di Kantor DPRD Kabupaten Paniai Jumat (11/7/2025).
Massa yang berkumpul di Lapangan Karel Gobay dan Pertigaan Kopo-Paniai kemudian diarahkan menuju kantor DPRD Kabupaten Paniai sekitar pukul 08.00 pagi.
Disana mereka berorasi dengan menyampaikan tujuh tuntutan menyangkut penolakan Daerah Otonom Baru (DOB), perusahaan ilegal di Paniai serta penarikan pasukan aparat keamanan di Kabupaten Paniai dan beberapa poin lainnya.
Daniel Degei, salah satu masyarakat adat dalam orasinya mengatakan, penolakan secara tegas atas rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di beberapa wilayah seperti Paniai dan Dogiyai juga wilayah lainnya di Provinsi Papua Tengah, “Saya tolak pemekaran kabupaten bukan hanya di Paniai saja tetapi Dogiyai dan Paniai serta seluruh Pemekaran Di Papua Tengah,” Tegasnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat, Mahasiswa, Kepala Suku, Pelajar, Tokoh adat, Tokoh Agama, Gerakan Kiri KNPB, serta beberapa tokoh intelektual lainnya ketika berorasi di depan Halaman Kantor DPRD Kabupaten Paniai.
Kordinator Aksi, Penias Yeimo mengatakan, unjuk rasa ini digelar dari pagi hari hingga siang, tepatnya pada pukul 12.00, para demonstran membacakan statment dan menandatangani pernyataan sikap yang meliputi tujuh tuntutan.
Adapun tujuh tuntutan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penolakan Pemekaran DOB Kabupaten di Paniai.
2. Penolakan Perusahaan ilegal yang akan beroperasi di Paniai (5 Perusahaan Ilegal).
3. Penarikan Operasi Militer organik dan non-organik di Paniai serta hentikan Pendoropan Militer di Paniai.
4. Penolakan Rencana pariwisata.
5.Penolakan Rencana pembongkaran Pembuatan Jalan Trans Paniai.
6. Penolakan Pos kambling dan pos Ronda.
7. Segera tuntaskan pelanggaran HAM di Paniai.





