Menu

Mode Gelap

Agama · 9 Feb 2026 13:40 WIT

Tutup MuspasMee VIII Bupati Paniai Tampil Gagah Berbusana Koteka: Program ‘Eda-Owada’ Jadi Prioritas


Bupati Yampit Nawipa berfoto bersama pastor dan umat dalam momen penutupan Muspas Mee VIII di Paniai. (Foto: Humas Paniai) Perbesar

Bupati Yampit Nawipa berfoto bersama pastor dan umat dalam momen penutupan Muspas Mee VIII di Paniai. (Foto: Humas Paniai)

SASAGUPAPUA.COM, Paniai – Bupati Paniai, Yampit Nawipa menutup MuspasMee ke-VIII di Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Minggu (8/2), menegaskan bahwa kolaborasi strategis pemerintah dan Gereja Katolik adalah fondasi utama pembangunan moral dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Paniai.

Pemandangan hari itu terasa berbeda. Di panggung penutupan Musyawarah Pastoral Mee (MuspasMee) ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya, Bupati Yampit Nawipa berdiri gagah mengenakan busana adat Suku Mee, ia tampil gagah menggunakan koteka dan aksesoris lainnya. Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pesan Intrinsik public figure yang tidak bisa ada di kepala daerah lainnya di Tanah Papua.

Dalam sambutannya yang mengalir, Bupati Nawipa, yang akrab disapa Bupati Womaki, menyampaikan permohonan maafnya karena absen pada momen pembukaan. Ia menyesal tak dapat hadir. Di waktu yang sama, katanya, seluruh kepala daerah di Indonesia wajib mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bogor.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan permohonan maaf, saat pembukaan tidak dapat hadir karena, kami para pimpinan daerah semua di Bogor. Dan, saya menyesuaikan dengan busana adat ini izin, mohon maaf,” ucap Orang Nomor Satu Kabupaten Paniai itu dengan kerendahan hati.

- Advertising -
- Advertising -

Bupati Womaki menegaskan bahwa forum MuspasMee Paniai ini memiliki posisi strategis yang krusial. Gereja, menurutnya, adalah mitra utama dalam menjawab tantangan kompleks yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga degradasi nilai kebersamaan.

“MuspasMee ke-VIII ini, bagi saya [Bupati] merupakan forum pastoral strategis Gereja Katolik yang berfungsi sebagai ruang refleksi, evaluasi, serta perumusan arah pelayanan pastoral agar tetap relevan dengan dinamika sosial masyarakat Mee,” ujarnya.

Ia lantas mendorong agar pembangunan di Paniai tak melulu soal fisik semata. Penguatan moral, spiritual, dan solidaritas sosial harus menjadi tumpuan yang setara. Terutama, gerakan pembangkitan ekonomi berbasis kerakyatan.

Menurut Bupati, ajakan untuk menguatkan ekonomi lokal harus diwujudkan secara konkret. Ia menyebut inisiatif lokal yang dikenal sebagai ‘Eda-Owada’, dapat menjadi program prioritas local yang harus digalakkan di kampung-kampung.

“Saya [Bupati] mau harus prioritas eda-owada diwujud-nyatakan, piara babi, piara ayam, bebek, kelinci, ikan, bikin kebun pangan lokal, sayuran, kopi, dan tempat wisata tata baik agar ada spot-spot wisata dan destinasinya bisa menjadi pemasukan di kampung itu sendiri, dan lain sebagainya,” kata Bupati berjulukan anak muda gerak cepat saat diwawancarai awak media.

Semangat kolaborasi Pemerintah Gereja Paniai ini disambut baik oleh pihak gereja. Pastor Yosep Setyadi, Perwakilan panitia pelaksana MuspasMee VIII, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Paniai.

“Kehadiran langsung Bupati Paniai bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelayanan Gereja yang bersentuhan langsung dengan kehidupan umat,” pungkas Pastor Yosep Setyadi.

Penutupan MuspasMee VIII ini diharapkan menjadi penegasan tekad kolektif para pemangku kepentingan untuk terus membangun Paniai secara harmonis, bermartabat, dan berkelanjutan, dengan menjadikan kearifan lokal sebagai jangkar utama pembangunan.

Berikan Komentar
editor : Red
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Seminar Nasional Keluarga Katolik Terbesar Akan Dilaksanakan di Nabire Hadirkan Romo Eko Wahyu, OSC

9 Februari 2026 - 12:31 WIT

Dulu Cleaning Service Kini Jadi Bupati Intan Jaya: Kesaksian Hidup Aner Maisini di Gereja GKII Laodikia Jayanti

5 Februari 2026 - 19:36 WIT

GKII Jemaat Laodikia Bangun Gereja 864 M², Pemprov Papua Tengah Ikut Peletakan Batu Pertama

5 Februari 2026 - 19:01 WIT

Deklarasi Sidang MPL di Merauke: PGI Sepakat Tolak PSN dan Militerisme di Tanah Papua

2 Februari 2026 - 23:23 WIT

Uskup Timika: Kebijakan yang Merusak Manusia dan Alam Berasal dari Kuasa ‘Setan’

2 Februari 2026 - 21:31 WIT

Pemprov Papua Tengah: Muspas Mee VIII Jadi Momentum Penguatan Nilai Spiritual dan Kedamaian

2 Februari 2026 - 18:13 WIT

Trending di Agama