Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 20 Agu 2025 08:58 WIT

Viral Video Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Kemenkeu Angkat Bicara


Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Perbesar

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani

SASAGUPAPUA.COM, JAKARTA –Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani ramai dihujat karena videonya viral di media sosial yang menyebut guru itu beban negara.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menegaskan Sri Mulyani tidak pernah mengucapkan pernyataan itu.

“Potongan video yang menampilkan seolah-olah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan guru adalah beban negara itu hoax. Faktanya, Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan hal tersebut,” kata Deni dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8/2025).

Kemenkeu menjelaskan video yang beredar merupakan hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidato Sri Mulyani dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus 2025.

- Advertising -
- Advertising -

Saat dimintai konfirmasi langsung usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Sri Mulyani memilih diam seribu bahasa dan tidak mengklarifikasi apapun terkait pernyataannya soal gaji guru dan dosen yang viral tersebut.

Dalam pidato aslinya, Sri Mulyani menyinggung keluhan masyarakat soal kecilnya gaji guru dan dosen di Indonesia. Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan besar bagi keuangan negara.

“Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara,” ujar Sri Mulyani kala itu.

Ia menjelaskan permasalahan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah seluruh pembiayaan guru dan dosen harus ditanggung APBN atau bisa dibantu lewat partisipasi masyarakat.

“Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga ikut angkat bicara. Dalam postingan di Instagram pribadinya @smindrawati Bendahara negara ini menjelaskan terkait kisruh tersebut.

 

Berikan Komentar
penulis : Tim
Artikel ini telah dibaca 164 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama