Site icon sasagupapua.com

Wagub Deinas Geley Kunjungi Puncak Jaya

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan kunjungan kerja ke Puncak Jaya pada Senin (12/10/2026).

Kunjungan ini berfokus pada penyerahan bantuan dinas, peninjauan fasilitas kesehatan dan pendidikan, hingga penguatan karakter moral anak-anak sekolah di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Papua Tengah menyerahkan bantuan armada kendaraan secara simbolis serta memastikan kelanjutan alokasi anggaran untuk penanganan kesehatan dan fasilitas publik.

Penyerahan Bantuan Dinas dan Komitmen Anggaran Kesehatan

Deinas Geley menjelaskan rombongan dinas mendampingi langsung penyerahan bantuan kendaraan operasional di Mulia, di samping memastikan dana alokasi kesehatan terus bergulir.

“Kami naik ke Mulia bersama Kepala Dinas Sosial untuk penyerahan motor. Dari total 34 unit motor, sebanyak dua unit motor kami serahkan secara simbolis,” ujar Deinas Geley.

Ia juga menambahkan dukungan anggaran kesehatan untuk Kabupaten Puncak Jaya dialokasikan secara berkelanjutan.

“Tahun kemarin ada bantuan dana kesehatan dari provinsi untuk Puncak Jaya sebesar Rp14,87 miliar, dan tahun ini kami bantu lagi dengan hal yang sama. Ditambah dengan bantuan untuk Puskesmas Ilu, total bantuan kesehatan yang kita kucurkan dari tahun kemarin dan tahun ini mencapai Rp20 miliar untuk Puncak Jaya,” ungkapnya.

Pengawasan Proyek Asrama dan Program Sekolah Sepanjang Hari

Selain bidang kesehatan, peninjauan dilanjutkan ke lokasi pembangunan fisik serta sarana pendidikan dasar, seperti Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

“Kami turun dari bandara lanjut pergi meninjau pembangunan asrama. Saya sudah ingatkan kepada para pekerja bahwa tanggal 31 Desember pekerjaan harus selesai,” ujar Deinas.

Usai meninjau fondasi asrama, rombongan bertolak ke Sekolah Sepanjang Hari (SSH) untuk melihat secara langsung aktivitas belajar para siswa dan memberikan nasihat moral.

“Orang menilai Puncak Jaya itu tempat peperangan atau tempat kekacauan, tetapi anak-anak di sini tetap sekolah. Saya dukung anak-anak itu karena mereka adalah kader penerus. Sekolah itu sangat penting,” kata Deinas.

Ia menyampaikan Pemprov Papua Tengah menanggung penuh kebutuhan pokok para siswa di sekolah tersebut.

“Pemerintah Provinsi Papua menanggung biaya makan pagi, siang, dan sore. Anak-anak tinggal fokus sekolah sampai pembentukan karakter moralnya terbentuk. Kalau karakter moral sudah terbentuk dan siap, mereka kelak akan jadi pemimpin,” jelasnya.

Deinas turut membagikan pengalaman pribadinya saat bersekolah dahulu untuk memotivasi para siswa agar gigih menuntut ilmu.

“Dulu saya sekolah di sini serba terbatas, tetapi kalian sekarang hebat. Seragam bagus, sepatu lengkap, dan tas lengkap. Saya yakin suatu saat kalian akan jadi gubernur, wakil gubernur, anggota DPR, pegawai, TNI, atau Polri. Nasihat pertama adalah taat kepada orang tua, lalu dengarkan nasihat ibu dan bapak guru di sekolah,” tuturnya.

Optimalisasi Layanan Rumah Sakit Immanuel Mulia

Kunjungan kerja kemudian berlanjut ke Rumah Sakit Immanuel, sebuah fasilitas kesehatan sejarah yang dulunya menjadi pusat rujukan medis antar-kabupaten.

“Rumah sakit ini dulu merupakan rumah sakit rujukan dari Paniai, Timika, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Jayapura, Wamena, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, hingga Lanny Jaya. Namun, selama sekian tahun operasi medis tidak lagi berjalan optimal,” papar Deinas.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk mengambil alih dan memulihkan kembali operasional rumah sakit.

“Makanya sekarang kami ambil alih. Kebutuhan mendesak saat ini adalah penerangan, dan Pemprov Papua Tengah akan bantu pengadaan genset besar untuk anggaran tahun depan,” jelasnya.

Menanggapi besarnya antusiasme masyarakat, Deinas mengungkapkan laporan dari petugas medis setempat mengenai lonjakan pasien harian.

“Petugas medis di sana, mereka menyampaikan bahwa setelah pelayanan dibuka kembali, setiap hari ada sekitar 200 pasien yang datang berobat. Terkait usulan permohonan dokter dan proyek pembangunan penunjang lainnya, kami minta pihak yayasan menyiapkan proposal untuk kita anggarkan pada tahun 2027 mendatang,” pungkas Deinas.

Exit mobile version