Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 2 Agu 2025 08:34 WIT

WALHI Apresiasi Konsultasi Publik RUU Masyarakat Adat di Sorong: Harus ada Perda


WALHI Apresiasi Konsultasi Publik RUU Masyarakat Adat di Sorong: Harus ada Perda Perbesar

SASAGUPAPUA.COM, JAYAPURA – Direktur Eksekutif Daerah WALHI Papua, Maikel Primus Peuki memberikan apresiasi kegiatan Konsultasi Publik RUU Masyarakat Adat Region Papua di Kota Sorong, Papua Barat Daya pada Kamis, 31 Juli 2025 lalu.

Sebab RUU masyarakat adat sangat penting untuk masyarakat adat yang ada di Papua.

“Masyarakat Adat Papua, sudah sangat lama mendiami Tanah Papua mulai dari Pesisir pulau-pulau kecil sampai ke Wilayah Pegunungan, sebenarnya sudah mangalami banyak persoalan soal tanah adat dan wilayah adat di Papua,” katanya kepada media ini.

Baca juga: Dukungan dari Papua Barat Daya Untuk Pengesahan RUU Masyarakat Adat

- Advertising -
- Advertising -

Ia mengatakan, hingga kini masih terus ada konflik Antara Masyarakat Adat dan Perusahan, HPH/HTI Sawit dan perusahan Tambang emas dan migas di tanah Papua.

“Terkait Kegiatan Konsultasi Koalisi Sipil di sorong ajak Pemda Provinsi dan Kabupaten di Provinsi Papua barat daya ini sangat baik,” ucapnya.

Maikel mengatakan perlu adanya pemahaman bersama tentang pembangunan yang berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan dan keterlibatan Masyarakat Adat Papua di Tanah Sorong  raya sampai ke pulau-pulau kecil dan pesisir.

“Konsultasi seperti ini sangat perlu dilakukan agar pemerintah tidak hanya mengejar PAD dari pengelolaan SDA tapi pentingnya masyarakat adat sebagai pemilik wilayahnya punya hak yang sama atas wilayah kerja pemerintah daerah. Masyarakat Adat Papua sudah ada sebelum negara dan pemerintahan terbentuk,” katanya.

Maikel mengatakan hak-hak masyarakat adat Papua harus dipastikan dalam bentuk regulasi atau perda di Papua tentang Perlindungan dan pengakuan masyarakat adat Papua.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama