SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah –Anggota DPR Papua Tengah dari daerah pemilihan Mimika, Yulian Magai, memberikan perhatian serius terhadap sebuah video yang beredar luas di masyarakat terkait situasi di Kapiraya. Saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (12/2/2026), Yulian menyayangkan adanya pernyataan dalam video tersebut yang dinilai cenderung memicu ketegangan, alih-alih membawa pesan perdamaian yang sangat dibutuhkan saat ini.
Video tersebut telah beredar luas yang diduga pernyataan tersebut berasal dari salah satu pimpinan organisasi kepemudaan di Mimika.
Yulian Magai menekankan sebagai figur pemimpin, setiap ucapan yang disampaikan ke publik seharusnya mengedepankan solusi dan ketenangan.
“Kalau dia seorang pimpinan, bahasa seperti itu tidak pantas dibicarakan di media massa, karena posisi dia adalah pilar bagi masyarakat. Harusnya dia menjadi pihak yang merangkul dan mencari jalan keluar agar keamanan segera tercipta, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang bisa memprovokasi orang lain,” ujar Yulian dengan tenang namun tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Yulian juga mengingatkan kembali tentang akar sejarah dan hubungan persaudaraan yang kuat antara masyarakat suku Kamoro dan suku Mee. Ia menjelaskan sejak zaman dahulu, kedua suku ini sudah saling mengenal dan bekerja sama melalui sistem barter.
“Sejak dulu mereka itu saling berbagi, dari atas bawa sesuatu ke bawah dan sebaliknya. Orang-orang tua kita dulu sudah tahu batas-batasnya dan hidup rukun. Perang itu harus berhenti karena panah atau senjata apa pun tidak akan menyelesaikan masalah, justru hanya akan membawa duka,” ungkapnya.
Terkait langkah hukum, Yulian mengaku telah menjalin komunikasi dengan pihak Kepolisian agar segera mengambil tindakan preventif guna mencegah dampak yang lebih luas dari video tersebut.
“Saya sudah bicara langsung dengan pihak Kepolisian Mimika agar segera ditindaklanjuti. Kita tidak ingin ada provokasi yang membuat suasana semakin panas. Saya melihat ada dugaan faktor dorongan dari pihak luar yang ingin memperkeruh suasana, karena secara pribadi saya yakin masyarakat kita cinta damai,” jelasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan Deiyai untuk segera mengambil langkah konkret. Ia mendesak agar tim yang telah dibentuk tahun lalu segera memberikan pembaruan terkait penyelesaian batas wilayah agar konflik tidak meluas.
“Saat ini sedang terjadi perang suku Mee dengan suku Kamoro. Oleh karena itu, kami dari DPR Papua Tengah menghimbau kepada Pemprov agar tim yang sudah dibentuk tahun lalu segera turun agar situasi tidak meluas dan menimbulkan korban,” kata Yulian Magai.
Menutup keterangannya, Yulian Magai mengimbau seluruh masyarakat di Mimika dan Papua Tengah untuk tidak mudah terhasut oleh informasi yang mengajak pada perpecahan. Ia berharap semua tokoh masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan untuk memulihkan keadaan di Kapiraya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.
“Artinya, jangan lagi ada bahasa yang memicu konflik. Mari kita bicara tentang bagaimana mendamaikan mereka daripada menambah korban,” pungkasnya.