SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Keterbatasan akses jaringan internet masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Papua Tengah. Salah satunya di Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
Ironisnya, kampung yang dihuni oleh 107 kepala keluarga ini hanya berjarak sekitar 35 kilometer dari Pelabuhan Samabusa, Nabire. Namun, kondisinya justru seperti terisolasi dari dunia digital.
Prihatin dengan kondisi tersebut, Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John Gobai, bergerak cepat dengan memberikan bantuan satu unit perangkat internet satelit Starlink.
Bantuan tersebut diserahkan langsung dan ditempatkan di Gereja GBI Rehobot Nifasi agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
John Gobai mengungkapkan bahwa keputusan memberikan bantuan ini bermula dari pengalaman pribadinya yang kerap kehilangan sinyal setiap kali berkunjung ke wilayah tersebut.
Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas dan komunikasi warga.
“Saya selalu merasa ketika masuk ke daerah Nifasi, jaringan komunikasi pasti langsung putus. Jadi, setelah berdiskusi dengan kepala suku, hari ini saya menyerahkan satu unit Starlink di Gereja GBI Rehobot Nifasi supaya masyarakat di sini bisa ikut menikmati jaringan internet,” ujar John Gobai saat menyerahkan bantuan.
Ia menambahkan, pemilihan gereja sebagai lokasi penempatan bertujuan agar fasilitas ini menjadi milik bersama dan dapat diakses secara adil oleh warga sekitar. John juga berharap langkah kecil ini bisa memicu pemerintah daerah untuk segera membangun infrastruktur telekomunikasi yang permanen di Kampung Nifasi.
“Meskipun bantuan ini tidak seberapa, kami berharap bisa sedikit membantu warga sembari menunggu pemerintah membangun jaringan seluler di Nifasi ini. Kami sangat berharap pemerintah bisa memberikan perhatian serius kepada kampung yang dihuni oleh 107 kepala keluarga ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Suku Wate sekaligus Kepala Jemaat setempat, Otis Monei, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pimpinan DPR Papua Tengah tersebut.
Otis mengakui bahwa selama ini Kampung Nifasi terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah dalam hal pemerataan fasilitas komunikasi.
Otis membeberkan bahwa fasilitas panel surya yang sebelumnya pernah dibantu pemerintah sempat mangkrak akibat kehilangan komponen penting.
Hal inilah yang membuat wilayah tersebut semakin tertinggal dalam hal penyediaan energi dan fasilitas penunjang komunikasi.
“Pernah pemerintah memberikan bantuan menggunakan solar cell, tetapi ada yang membongkar baterainya. Katanya, beberapa lembar panel surya itu juga ada yang hilang. Kemarin saya baru saja melapor ke dinas terkait, yaitu Kominfo Kabupaten, untuk pengadaan baterai baru. Baterainya sudah dibeli tetapi belum dipasang, jadi kami masih menunggu,” ungkap Otis Monei.
Di tengah masa tunggu tersebut, kehadiran bantuan Starlink ini dinilai sebagai jawaban atas doa-doa masyarakat Kampung Nifasi yang merindukan kemudahan berkomunikasi dengan dunia luar.
“Puji Tuhan, hari ini Bapak Anggota DPR, Bapak Wakil Ketua IV, digerakkan hatinya oleh Tuhan untuk menolong kami. Ini semua adalah anugerah Tuhan. Minimal masyarakat Kampung Nifasi yang ada di sini, kalau mereka mau menelepon atau berkomunikasi, bisa datang ke sini,” tutur Otis.
Demi menjaga keamanan perangkat canggih tersebut agar tidak rusak atau hilang seperti fasilitas sebelumnya, pihak adat dan gereja sepakat untuk menempatkan alat tersebut di area yang terjaga ketat.
“Alat ini sengaja tidak ditaruh di tempat terbuka di luar supaya tidak rusak atau hancur. Jadi, biar ditaruh di gereja saja agar keamanannya lebih terjaga di sini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Otis menegaskan bahwa Kampung Nifasi merupakan wilayah yang sangat strategis karena menjadi gerbang penghubung ke berbagai daerah lain di Nabire Timur.
Oleh karena itu, ketertinggalan infrastruktur di kampung ini dinilai sangat tidak sepadan dengan letak geografisnya.
“Untuk Bapak DPR, Pak John Gobai, terima kasih banyak sudah membantu masyarakat Nifasi. Terima kasih atas bantuan jaringan internet Starlink ini untuk kami gunakan berkomunikasi. Karena memang kampung ini seperti tidak diperhatikan oleh pemerintah. Tempat-tempat lain semua sudah punya jaringan internet, baru kampung ini yang belum. Padahal, kampung ini adalah pintu masuk,” keluh Otis.
Ia menggambarkan bagaimana pentingnya jalur Nifasi bagi mobilitas masyarakat luas yang hendak menuju ke distrik dan kampung tetangga.
“Kampung ini berada di wilayah timur Nabire. Masyarakat yang mau ke Napan harus lewat sini, mau ke Masipawa, atau mau ke Lagari 1, 2, 3, dan 4, semua harus lewat sini. Tapi kampung ini memang agak sedikit tertinggal lah dari kampung-kampung lain. Jadi, saya yang mewakili 107 Kepala Keluarga di sini baik sebagai Kepala Suku Besar, sebagai Kepala Jemaat, maupun sebagai tokoh adat mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak John Gobai. Tuhan Yesus memberkati, dan semoga Bapak selalu menjadi berkat buat banyak orang,” pungkas Otis Monei.





