Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 22 Sep 2025 21:33 WIT

Aksi Mimbar Bebas di Jayapura: Krisis Iklim Ancaman Bagi Kami Orang Papua


Para pegiat lingkungan saat berfoto bersama dalam aksi mimbar bebas di Halaman Kampus USTJ Jayapura, Senin (22/9/2025). (Foto: Istimewa for Sasagupapua.com) Perbesar

Para pegiat lingkungan saat berfoto bersama dalam aksi mimbar bebas di Halaman Kampus USTJ Jayapura, Senin (22/9/2025). (Foto: Istimewa for Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, JAYAPURA – Komunitas Pegiat Lingkungan yang ada di Jayapura melakukan aksi ‘Mimbar Bebas’ di Halaman Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Senin (22/9/2025).

Komunitas pegiat lingkungan ini terdiri dari EcoDefender Jayapura, Greenpeace Kaum Muda Foker, Papua Traada Sampah, Walhi dan gabungan Mahasiswa dari Mapala USTJ dan BEM PT-UST.

Korlap Aksi, Maksi You menjelaskan aksi mimbar bebas ini terbuka bagi siapa saja yang mau menyampaikan orasi terkait isu lingkungan yang terjadi di Tanah Papua.

“Disitu aksi kami aksi Mimbar bebas. Siapa saja bisa menyampaikan pendapat atau uneg uneg. Bukan saja orasi namun ada puisi Bahakan ada nyanyian nyanyian yang dimainkan oleh seseorang,” jelas Maksi kepada media ini, Senin (22/9/2025).

- Advertising -
- Advertising -

Ia mengatakan aksi ini bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para pegiat lingkungan saat aksi mimbar bebas di Halaman Kampus USTJ Jayapura, Senin (22/9/2025). (Foto: Istimewa for Sasagupapua.com)

“Sehingga kami lakukan aksi ini, kami bersuara dengan tujuan menyerukan bahwa Tanah Papua Bukan Tanah Kosong, kemudian Krisis Iklim Ancaman bagi kami Orang Papua,” katanya.

Dengan aksi ini mereka berharap banyak yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menjadi aktor-aktor kelestarian lingkungan.

“Kami ingin mengajak semua orang bahkan mahasiswa yang ada di Tanah Papua untuk peduli terhadap lingkungan dan juga menjadi aktor-aktor pada kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Transformasi Pekarangan: Anak Muda Adat Knanmlas Pelopor Kemandirian Pangan di Kampung Mlaswat

18 Januari 2026 - 16:24 WIT

Laporan Investigasi WALHI Papua: Praktik PETI Wapoga Gunakan Alat Berat, Hutan Adat Diambang Kehancuran

18 Januari 2026 - 15:22 WIT

Tabraw’o Mamfe Teme: Saat Hutan Menjadi ‘Mama’ yang Menghidupi Masyarakat Adat Knasaimos

18 Januari 2026 - 14:46 WIT

Festival Media Dimulai: Ruang Belajar dari Etika AI, Investigasi, Hak Masyarakat Adat Hingga Hutan Papua Bercerita

14 Januari 2026 - 09:09 WIT

Festival Media Siap Digelar, Ratusan Wartawan Sudah Berada di Nabire

12 Januari 2026 - 23:21 WIT

Gebrakan 10 Januari: Aksi Terpuji Mapala USWIM Nabire ‘Kepung’ Dogiyai dengan Pohon Kayu Besi dan Matoa

10 Januari 2026 - 21:13 WIT

Trending di Lingkungan