Site icon sasagupapua.com

Amoye Band Tampil Memukau di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah: Musik sebagai Napas Persatuan

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Panggung Festival Budaya Pelajar Cahaya Kreasi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026)  bergetar oleh energi luar biasa.

Amoye Band, grup musik dari Papua Tengah ini sukses menghipnotis pelajar dan masyarakat yang memadati lokasi acara lewat penampilan yang penuh semangat serta sarat akan pesan persatuan.

Grup yang lahir di Nabire pada 4 Oktober 2018 ini bukan sekadar sekumpulan pemuda yang hobi bermusik, melainkan representasi identitas kultural Suku Mee yang kini bertransformasi menjadi kekuatan digital dari Timur Indonesia. Dengan komitmen tinggi untuk menembus pasar global, band ini telah meluncurkan album perdana bertajuk “Rise Your Hand” serta mendirikan Amoye Music Foundation, sebuah Digital Service Provider (DSP) pertama di Papua Tengah yang menaungi ratusan musisi lokal untuk mendistribusikan karya mereka ke kancah internasional.

Sejak dentuman instrumen pertama dibunyikan, atmosfer di area festival langsung berubah. Amoye Band tampil malam itu dengan digawangi oleh Aten Tebai pada vokal, Yamoti Badii di posisi lead guitar, Anfin Tjanu dan Ronny Pekei di lini keyboard, Rian Nomonten pada drum, serta Petrus Pigai yang memegang bass, membuktikan kelas mereka sebagai musisi profesional.

Pada sesi pertama, mereka membuka panggung dengan harmoni lagu “Putra Putri Papua” yang membakar semangat kebangkitan para pelajar. Tidak berhenti di situ, mereka membawa audiens bernostalgia sekaligus melestarikan kekayaan budaya melalui lagu karya legendaris Mambesak, “Mekem Be Daisro”. Penampilan pembuka ini ditutup dengan tempo yang lebih berani melalui lagu “Get Up Stand Up”, yang sukses membuat penonton ikut bernyanyi bersama.

Memasuki sesi kedua, energi para personel Amoye Band justru semakin meningkat. Mereka membawakan lagu “Sa Anak Papua” dan “Zigirap” yang kental dengan nuansa lokal yang modern. Puncaknya, saat lantunan lagu “Romela”, “Monage Jojo”, dan ditutup dengan “50.000”, seluruh penonton yang hadir seolah terhipnotis hingga ikut bergoyang dibawah panggung mengikuti irama.

Musik mereka tidak hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi jembatan emosional yang menyatukan seluruh pelajar dari berbagai pelosok di Papua Tengah.

Di sela-sela penampilannya, vokalis Aten Tebai menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah memfasilitasi wadah bagi generasi muda untuk berekspresi.

Aten mengajak seluruh hadirin untuk bersinergi dalam membangun daerah.

“Mari kita bangun Papua Tengah bersama Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, saya yakin Papua Tengah akan luar biasa,” ungkap Aten di hadapan penonton.

Tidak hanya menghibur, sang vokalis juga menyisipkan pesan moral yang mendalam bagi para pelajar yang hadir sebagai generasi penerus Papua Tengah. Ia menekankan bahwa kualitas diri seseorang sangat bergantung pada konsistensi dalam menjaga perilaku sehari-hari.

“Mari kita menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik agar kelak kita akan menjadi orang yang besar dan menjadi berkat untuk banyak orang,”seru Aten.

Exit mobile version