SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Delfince Pekei, mahasiswi Semester VI program studi S1 Gizi di STIKES Persada Nabire, tidak pernah menyangka namanya akan muncul dalam daftar penerima bantuan biaya pendidikan.
Bagi mahasiswi yang tengah bergelut dengan teori nutrisi dan kesehatan ini, bantuan tersebut datang di saat yang tepat untuk menjamin keberlangsungan studinya hingga meraih gelar sarjana.
Dengan nada penuh syukur, Delfince mengungkapkan bahwa dukungan finansial dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini menjadi oase di tengah perjuangan akademiknya.

Mahasiswi Semester VI program studi S1 Gizi di STIKES Persada Nabire, Delfince Pekei. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)
“Saya berterima kasih kepada bantuan dari Provinsi Papua Tengah. Bantuan ini sangat bermanfaat dan baik, supaya ke depan juga bisa tetap memberikan bantuan seperti ini,” ujar Delfince, Jumat (30/1/2026).
Ia mengaku awalnya tidak mengetahui akan mendapatkan bantuan tersebut, dan baru menyadarinya setelah namanya resmi terdata melalui proses seleksi berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Meski bantuan sudah di tangan, Delfince merasa tanggung jawabnya justru semakin besar untuk menjaga kualitas nilainya sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah. “Bisa saya pertahankan IPK ini ke depan,” kata Delfince.
Kriteria Ketat di Balik Penyaluran Dana Pendidikan
Penyaluran bantuan ini bukan sekadar bagi-bagi dana, melainkan sebuah apresiasi bagi mereka yang menunjukkan keseriusan dalam belajar.

Momen mahasiswa dan para manajemen kampus berfoto bersama di depan kampus STIKES Persada Nabire. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)
Syarifah Adriana, selaku perwakilan Biro Kemahasiswaan STIKES Persada Nabire, menjelaskan ada standar tinggi yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa sebelum diusulkan ke tingkat provinsi.
Kriteria utama mencakup IPK minimal 2,5, status aktif di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), serta kelengkapan dokumen administratif seperti KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
“Prioritas kami adalah putra daerah, meskipun ada juga mahasiswa non-putra daerah yang mendapatkan bantuan ini sesuai ketentuan. Mekanismenya diawali dengan sosialisasi, kemudian mahasiswa mengumpulkan berkas seperti KRS dan Kartu Hasil Studi untuk kami verifikasi secara internal,” kata Syarifah.

Syarifah Adriana, Perwakilan Biro Kemahasiswaan STIKES Persada Nabire. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)
Setelah proses seleksi yang ketat, sebanyak 104 mahasiswa STIKES Persada Nabire dinyatakan lolos verifikasi oleh tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.
Dana tersebut kemudian disalurkan melalui rekening institusi untuk melunasi seluruh kewajiban SPP mahasiswa yang bersangkutan pada semester berjalan.
Dukungan Strategis untuk Tenaga Kesehatan Masa Depan
Total bantuan yang dialokasikan khusus untuk mahasiswa di STIKES Persada Nabire mencapai Rp721.450.000.
Ketua STIKES Persada Nabire, Alfred Denius Lambey, memberikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, atas perhatiannya terhadap perguruan tinggi swasta.
Alfred mengatakan dana ini tidak hanya mencakup biaya semester, tetapi juga mendukung komponen penting lainnya seperti biaya magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah bersiap terjun ke dunia kerja.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah memperhatikan kampus-kampus, terutama perguruan tinggi swasta. Harapan kami dengan supporting ini akan memberikan dampak signifikan pada peningkatan skill, keterampilan, dan semangat belajar mahasiswa. Dari yang semula IPK-nya 2,5, kami dorong untuk naik ke angka 3,0 karena ke depan mereka tidak bekerja dengan kertas, melainkan langsung menangani manusia,” jelas Alfred.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran program studi S1 Gizi di Nabire sangat krusial dalam mendukung program nasional seperti penanganan stunting dan penyediaan makanan bergizi gratis.
Transformasi SDM Papua Tengah
Secara lebih luas, program bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan besar Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Menggunakan alokasi APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, pemerintah menyalurkan total dana mencapai Rp22.913.811.000.
Dana fantastis ini didistribusikan kepada 4.477 mahasiswa yang tersebar di 25 perguruan tinggi di seluruh wilayah Papua Tengah, mencakup mereka yang berada di semester 3, 5, dan 7.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley dalam momen penyerahan laptop di Intan Jaya. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)
Gubernur Meki Nawipa menegaskan penyaluran dana yang dilakukan menjelang akhir tahun itu diharapkan menjadi kado spesial menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dengan skema pengiriman langsung ke rekening pribadi bagi sebagian besar penerima, pemerintah menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.
“Dana tersebut dikirimkan ke nomor rekening masing-masing penerima manfaat yakni para mahasiswa dan mahasiswi. Saya berharap dukungan finansial ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang kebutuhan akademik agar mereka menjadi lulusan yang bermutu dan mampu berkompetisi di masa depan,” pungkas Meki Nawipa.








