Menu ✖

Mode Gelap

Umum · 15 Mar 2023 13:46 WIT

ASN Diajak Tanam Cabai di Pekarangan


					Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Papua Suzana Wanggai

Sumber: Papua.go.id Perbesar

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Papua Suzana WanggaiSumber: Papua.go.id

JAYAPURA | Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, diimbau mulai melakukan penanaman cabai cabai di pekarangan rumah.

Hal ini disampaikan untuk menyambut awal Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 22-23 Maret 2023.

Dikutip dari Papua.go.id, Senin (20/3/2023), Pelaksana Tugas Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Papua Suzana Wanggai mengatakan penanaman cabai di perkarangan rumah bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan komoditi tersebut, jelang bulan Ramadhan sampai dengan Idul Fitri pada akhir April 2023 mendatang.

“Apalagi tanaman cabai ini merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi. Sehingga memang harus dijaga harganya supaya tidak mengalami kenaikan khusus menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” katanya.

- Advertising -
- Advertising -

Suzana katakan, penanaman cabai di pekarangan rumah juga menindaklanjuti instruksi Mendagri Tito Karnavian yang beberapa kali meminta pemerintah daerah untuk dapat mengendalikan inflasi. Dimana salah satunya melakukan kerjasama antar daerah, atau pemda yang surplus bahan pangan, agar dapat menopang daerah yang defisit.

“Contohnya beberapa waktu lalu, Pemprov Papua memasok 1,3 ton cabai dari Kabupaten Waropen ke Kota Jayapura,” ungkapnya.

Dikatakan, di Waropen surplus cabai merah, sehingga Pemerintah Provinsi Papua langsung intervensi dan mendistribusikan ke daerah yang minim seperti Kota Jayapura.

“Begitu juga nanti dengan daerah lainnya, sehingga memang peningkatan koordinasi sangat penting dilakukan,” kata Suzana.

Sementara itu, Suzana memastikan bakal menggelar operasi pasar secara rutin guna memantau ketersediaan bahan pangan di pasar-pasar. Hal demikian, bertujuan agar tidak terjadi penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan atau inflasi.

“Tentunya pengendalian inflasi di Papua ini kami akan lakukan bersama dengan tim TPID Papua,” pungkasnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KNPB: Kunjungan Sekjen PBB Harus Jadi Momentum Buka Akar Masalah Papua

20 Oktober 2026 - 17:19 WIT

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Sebagian Besar di Area Proyek

17 Oktober 2026 - 11:18 WIT

Belajar Pertambangan Modern, 200 Mahasiswa Uncen Antusias Ikuti Program PTFI

17 Oktober 2026 - 02:24 WIT

APELPA Apresiasi DPRK Mimika: Saatnya Perda Tenaga Kerja Lokal Harus Dilaksanakan

15 Oktober 2026 - 18:25 WIT

Soal Pelanggaran HAM di Papua, PGBP: Komisioner PBB Harus Lihat Realitas Lapangan

13 Oktober 2026 - 18:53 WIT

BMKG Prediksi Akan Ada Musim Hujan Berdurasi Hingga 8 Bulan di Papua, ini Sebaran Wilayahnya

8 Oktober 2026 - 16:54 WIT

Trending di Umum