Menu

Mode Gelap

Umum · 4 Des 2023 17:19 WIT

BBM Non Subsidi Turun Harga, Segini Besarannya di Seluruh Tanah Papua


Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi yaitu Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamax Green, dan Pertamina Dex.

Adapun harga baru tersebut mulai berlaku per Jumat (1/12/2023).

Putusan penurunan harga BBM Non Subsidi ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

“Per 1 Desember 2023, Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian untuk penurunan harga BBM Non Subsidi termasuk di wilayah Papua Maluku,” kata Edi Mangun selaku Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dalam rilis yang diterima Sasagupapua.com.

- Advertising -
- Advertising -

Adapun jenis BBM subsidi Pertalite dan Solar dipastikan tidak mengalami penurunan harga. Harga BBM jenis Pertalite masih Rp 10.000 per liter. Sementara untuk Bio Solar Rp 6.800 per liter.

“Untuk BBM Subsidi harganya masih sama, yang turun khusus BBM Non Subsidi,” terang Edi.

Untuk penurunan harga BBM Pertamax di wilayah Papua-Maluku kembali menjadi angin segar setelah sebelumnya ada di angka Rp 14.000.

Contohnya harga Pertamax yang sebelumnya Rp 14.000 per liter turun menjadi Rp 13.950 per liter mulai 1 Desember 2023.

Edi menerangkan bahwa dalam melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi didasari oleh sejumlah aspek sehingga pertimbangan harga bersifat fluktuatif. Oleh sebab itu, Pertamina secara berkala melakukan evaluasi untuk mengikuti tren dan mekanisme pasar.

“Tentu harga BBM Non Subsidi Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya minyak mentah, publikasi MOPS dan Kurs,” katanya.

Lebih lanjut, Edi memastikan harga BBM hari ini masih bisa bersaing dengan BBM dari perusahaan lain yang juga turut menurunkan harga.

“Pertamina Patra Niaga selalu berkomitmen dalam menyediakan pasokan BBM berkualitas diseluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar namun ke seluruh pelosok negeri dengan harga yang kompetitif termasuk dalam wilayah kita Papua-Maluku,” jelasnya.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi seputar harga BBM, Produk Pertamina dan informasi yang diperlukan dapat mengecek link www.mypertamina.id, www.pertamina.com serta akun media sosial @mypertamina, @pertamina dan juga dapat menghubungi Call Center 135.

Untuk selengkapnya berikut daftar harga BBM Non Subsidi untuk wilayah Maluku hingga Papua (01 Desember 2023).

 

Maluku Utara

Pertamax Rp 13.950

Dexlite Rp 15.900

 

Maluku

Pertamax: Rp 13.950

Dexlite: Rp 15.900

 

Papua

Pertamax: Rp 13.950

Pertamax Turbo: Rp 15.700

Dexlite: Rp 15.900

 

Papua Barat

Pertamax: Rp 13.950

Dexlite: Rp 15.900

Pertamina Dex: Rp 16.550

 

Papua Selatan

Pertamax: Rp 13.950

Dexlite: Rp 15.900

 

Papua Pegunungan

Pertamax: Rp 13.950

Dexlite: Rp 15.900

 

Papua Tengah

Pertamax: Rp 13.950

Dexlite: Rp 15.900

 

Papua Barat Daya

Pertamax: Rp 13.950

Dexlite: Rp 15.900

Pertamina Dex: Rp 16.550

 

Penulis: Red

Berikan Komentar
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bartolomeus Mirip: Aksi Gubernur Papua Tengah Turun ke Puncak Harus Disambut Solusi Permanen dari Presiden

21 April 2026 - 14:05 WIT

DPR Papua Tengah Tagih Janji Divestasi Freeport: Wapres Gibran Harus Beri Kepastian Bagi Papua Tengah

20 April 2026 - 23:13 WIT

Pemuda Katolik Papua Tengah Ketemu Wakil Presiden Sampaikan Aspirasi Tarik Kemanan Non Organik

20 April 2026 - 22:08 WIT

Kritik Aktivis Soal Kunjungan Gibran: Harusnya Bongkar Akar Konflik, Bukan Sekadar Jargon Pembangunan

20 April 2026 - 21:29 WIT

IPMADO Nabire Tuntut Keadilan dan Pengungkapan Kasus atas Tragedi Dogiyai

18 April 2026 - 17:14 WIT

John Gobai: DOB Harusnya Hadir untuk Pembangunan, Bukan untuk Membuka Daerah Operasi Militer

18 April 2026 - 00:16 WIT

Trending di Umum