SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Selain berperan sebagai revenue collector, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Timika juga berupaya memaksimalkan perannya sebagai industrial assistance dengan turun langsung mendekati masyarakat, memberikan asistensi, dan mendorong pengusaha dan industri kecil menengah yang potensial di Kabupaten Mimika
untuk naik kelas menjadi eksportir yang memasarkan produknya ke luar negeri.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Timika, Yudi Amirullah menjelaskan salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar luar negeri yaitu komoditas kepiting bakau yang dikirim ke Malaysia.
Dijelaskan selama tahun 2024, UMKM asli Mimika tersebut tercatat telah melakukan 16 kali ekspor dengan total berat 7.364 kg dan nilai devisa mencapai Rp233,983.917,60 (lebih dari 233 juta rupiah).
Baca juga 26 Kali Penindakan Terhadap Peredaran Barang Ilegal, ini yang Ditemukan Bea Cukai Selama 2024
Di tahun 2025 ini, realisasi ekspor kepiting bakau tercatat telah dilakukan sebanyak 6 kali dengan total berat 2.324 kg dan nilai devisa mencapai hamper 89 juta rupiah.
“Tidak hanya ekspor kepiting bakau, potensi ekspor dari komoditas lain juga akan terus dikembangkan,” kata Yudi, Rabu (26/3/2025).
Yudi menerangkan, kayu gaharu dan minyak buah merah menjadi dua komoditas yang berpotensi untuk menembus pasar global.

Seorang petugas sedang mempersiapkan Karaka milik pengusaha UMKM yang akan mengirimkan produk Kepiting ke luar negeri. (Foto: Istimewa)
“Dengan dukungan yang tepat, ke dua komoditas ini diyakini dapat memberikan kontribusi terhadap devisa negara. Ke depan, Bea Cukai Timika akan terus memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM agar lebih banyak produk lokal asli Mimika yang mampu menembus pasar internasional,” katanya.
Pelaku UMKM Kabupaten Mimika yang berkeinginan untuk ekspor, dapat menghubungi nomor hotline Bea Cukai Timika di nomor 0823-45674376.
Bea Cukai Timika berkomitmen untuk terus mengoptimalkan fungsi pengawasan guna melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang berbahaya dan terlarang.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bea Cukai Timika juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Program Peduli Sosial Bea Cukai Timika untuk Masyarakat diwujudkan melalui
berbagai inisiatif seperti bakti sosial untuk panti asuhan dan kaum dhuafa, serta partisipasi dalam penyaluran bantuan saat bulan Ramadhan.
Tidak lupa, Bea Cukai Timika juga kerap kali mengajak anak-anak Pulau Karaka (yang lokasinya berdekatan dengan kantor Bea Cukai) untuk belajar bersama, menggambar, mewarnai, serta hiburan dengan menonton video edukatif.
“Program ini merupakan bentuk nyata pengabdian Bea Cukai Timika untuk masyarakat sekitar dan anak-anak generasi penerus,” katanya.
Ia mengatakan, dengan pencapaian yang telah diraih dan strategi yang terus diperkuat, Bea Cukai Timika siap menghadapi tantangan di masa depan.
Tahun 2024 Bea Cukai Timika Setor 7,75 Triliun ke Negara, Terbesar dari Freeport
“Sinergi dengan berbagai pihak serta peningkatan pengawasan dan pelayanan akan terus dilakukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan dan cukai,” pungkasnya.