Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 15 Jun 2026 20:49 WIT

BRIN Kerjasama dengan Perusahaan Rusia Sebelum MoU dengan Pemprov Papua untuk Bandar Antariksa Biak


Foto: Website BRIN Perbesar

Foto: Website BRIN

SASAGUPAPUA.COM, Papua – Sebelum melakukan penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Papua pada 13 Juni 2026 terkait Bandar Antariksa Biak, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan penguatan kerjasama dengan perusahaan antariksa Rusia, Roscosmos.

Penguatan kerjasama dengan Rusia ini untuk mempercepat pembangunan bandar antariksa nasional di Pulau Biak, Papua.

Dikutip dari situs resmi BRIN, Penguatan kerjasama dilakukan saat kunjungan Kepala BRIN Arif Satria ke markas Roscosmos di Rusia pada Rabu, 8 April 2026 lalu.

Kolaborasi dengan Roscosmos menjadi langkah strategis dalam mendukung ambisi Indonesia membangun pelabuhan antariksa pertama di Asia Tenggara.

- Advertising -
- Advertising -

Saat meninjau Glavkosmos, Kepala BRIN juga menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut, khususnya dalam aspek komersialisasi layanan antariksa.

Menurut Arif Satria, pembangunan bandar antariksa di Biak membutuhkan kolaborasi global, terutama dengan negara yang memiliki pengalaman dan teknologi maju di sektor antariksa.

“Karena sekarang kami berencana membangun Bandar Antariksa di Pulau Biak, Papua dan tentu saja salah satu yang terbaik dari teknologi ruang angkasa adalah Rusia. Rusia adalah salah satu mitra kami dalam mengembangkan ekosistem antariksa kami,” ucapnya, Selasa (14/4/2026) lalu.

Biak dipilih karena letaknya yang dekat dengan garis ekuator. Hal itu memberikan keunggulan teknis dan efisiensi energi dalam peluncuran roket ke berbagai jenis orbit satelit. Biak juga mempunyai ruang terbuka ke Pasifik sehingga roket tingkat awal bisa jatuh di laut lepas.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur dasar seperti pelabuhan dan bandara di Biak juga menjadi keunggulan tersendiri karena memudahkan distribusi dan transportasi komponen roket yang diproduksi di lokasi lain.

Arif Satria optimis, kemitraan dengan Roscosmos dapat mempercepat pewujudan cita-cita Indonesia, yaitu memiliki pelabuhan antariksa pertama kalinya di Asia Tenggara.

“Kami percaya bahwa Rusia dengan pengalaman dan teknologi canggih barunya dapat membantu Indonesia dalam mencapai impian kami untuk menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki pelabuhan antariksa,”ujarnya.

Lebih jauh, Arif menegaskan pembangunan bandar antariksa bukan semata proyek infrastruktur, tetapi bagian dari strategi besar membangun ekosistem antariksa nasional yang berdampak pada ekonomi.

“Karena ekosistem ruang angkasa sangat penting, ketika kita berbicara tentang ekosistem ruang angkasa, kita tidak hanya berbicara tentang roket. Tetapi ekosistem meningkatkan perekonomian, jadi bukan hanya fasilitas umum, tetapi juga untuk kegiatan ekonomi,” kata Arif.

Melalui penguatan kerja sama ini, Arif berharap pembangunan bandar antariksa di Biak dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri berbasis teknologi tinggi sekaligus memperkuat kedaulatan Indonesia di bidang antariksa.

“Kami berharap kapasitas kami semakin kuat, meningkatkan kemampuan kami dalam menciptakan ekosistem ruang angkasa,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

518 CPNS Mimika Ikuti Latsar, Wakil Bupati: Kalian Penentu Wajah Birokrasi Masa Depan

15 Juni 2026 - 21:42 WIT

Pemprov Papua-BRIN Teken Kerja Sama Bandar Antariksa Biak

15 Juni 2026 - 18:11 WIT

Ekonomi Dogiyai Lesu: Ketum APINDO Soroti Perputaran Uang, Disiplin ASN Hingga Keamanan

11 Juni 2026 - 15:24 WIT

Gubernur Papua Tengah Sambut Kunjungan Wamendagri dan Wamen PU di Nabire 

3 Juni 2026 - 11:30 WIT

Transformatif di Tanah Tertinggi Papua: Dari Infrastruktur Megah hingga Mandiri Ekonomi

25 Mei 2026 - 19:19 WIT

Bupati Intan Jaya: Masyarakat Sipil Tidak Boleh Jadi Target Konflik Bersenjata

19 Mei 2026 - 11:53 WIT

Trending di Pemerintahan