Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 19 Jan 2026 14:07 WIT

Deinas Geley Ajak ASN Dorong Anak Cucunya Terjun ke Dunia Usaha: Anak Papua Harus Jadi Pemain Ekonomi


Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley saat berjabat tangan dengan para pejabat Pemprov Papua Tengah dalam momen apel gabungan di Lapangan Bandara Lama Papua Tengah, Senin (19/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah. Perbesar

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley saat berjabat tangan dengan para pejabat Pemprov Papua Tengah dalam momen apel gabungan di Lapangan Bandara Lama Papua Tengah, Senin (19/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Suasana biru menyelimuti lapangan Bandara Lama Nabire pada Senin pagi (19/1/2026).

Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkumpul mengenakan seragam Korpri dalam rangka apel gabungan.

Di tengah barisan yang rapi tersebut, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, memberikan arahan tegas mengenai masa depan generasi muda Papua dan integritas seorang abdi negara.

Dalam sambutannya, Wagub Deinas Geley menekankan bahwa loyalitas adalah fondasi utama bagi setiap pegawai.

- Advertising -
- Advertising -

Ia menyebutkan lima bagian penting yang harus dipegang teguh oleh ASN, di mana empat di antaranya adalah loyalitas dan yang kelima adalah dedikasi.

“ASN adalah tulang punggung Negara Republik Indonesia yang kita cintai, ASN adalah mengabdi bagi bangsa dan negara, khususnya di Provinsi Papua Tengah ini. Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk mengedepankan loyalitas. Mulai dari staf harus loyal kepada atasannya, bawahan kepada atasan, eselon empat kepada eselon tiga, hingga eselon dua kepada pimpinan. Itulah rangka dasar di negara ini, saling menghargai dan menghormati. Jika diri Anda tidak menghargai satu sama lain, dimanakah orang lain akan menghargai Bapak dan Ibu?” tegas Deinas Geley di hadapan peserta apel.

Pesan Mulia: Jangan Hanya Berpikir Menjadi Pegawai Negeri

Hal yang paling menarik perhatian dalam amanatnya adalah pesan mendalam Wagub Deinas mengenai pola pikir masyarakat Papua terhadap profesi ASN. Ia secara terbuka mengajak para orang tua

yang hadir untuk tidak lagi mendidik anak-anak agar hanya mengejar status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah lulus sarjana.

Deinas melihat adanya kekeliruan dalam pandangan ekonomi masyarakat selama ini yang menganggap PNS adalah satu-satunya jalan menuju kesejahteraan.

“Jangan kasih tahu kita punya anak-anak ini kalau sudah sekolah, sudah sarjana, wajib masuk pegawai negeri. Itu keliru Bapak Ibu. Sampaikan kepada anak-anak kita, jangan ajak masuk ke pegawai negeri, tapi ajak ke dunia usaha. Kita orang Papua ini keliru, pokoknya pergi sekolah, masuk pegawai negeri. Padahal, kekayaan alam besar Papua ini siapa yang akan kelola di bidang ekonominya, perdagangannya, dan dunia usahanya kalau semua jadi pegawai?” ujar Wagub.

Ia kemudian memberikan perbandingan logis mengenai pendapatan antara ASN dan pengusaha.

Menurutnya, gaji rata-rata pegawai mungkin terbatas, namun dengan berwirausaha, peluang penghasilan jauh lebih besar dan berdampak langsung pada kemandirian ekonomi daerah.

“Pegawai negeri itu mau dapat apa? Gaji rata-rata satu bulan tiga juta rupiah. Dibanding kau jadi pelaku dunia usaha, satu hari kau dapat dua ratus ribu atau tiga ratus ribu keuntungan, sebulan kau sudah bisa dapat enam sampai sembilan juta. Jadi tujuan anak-anak kita sekolah itu supaya mereka tahu ilmunya, bukan selesai sarjana langsung antre jadi pegawai negeri. Kita harus merubah daerah ini, Provinsi Papua Tengah yang kaya raya ini harus dikelola oleh anak-anak kita sendiri melalui dunia usaha,” tambahnya lagi.

Sentilan Disiplin dan Penertiban Atribut Seragam

Selain membahas masa depan generasi muda, Deinas Geley juga memberikan teguran keras terkait kedisiplinan pegawai, mulai dari ketepatan waktu hingga cara berpakaian.

Ia menyayangkan masih banyak ASN yang belum tertib dalam menggunakan atribut kedinasan yang telah diatur oleh negara. Ia memperhatikan masih ada pegawai yang menggunakan sepatu olahraga atau sepatu basket saat mengenakan seragam dinas.

“Tugas tanggung jawab pegawai negeri itu mulai dari berpakaian. Saya lihat rata-rata di sini, celananya sudah benar untuk Senin dan Selasa, tapi sepatunya pakai sepatu basket. Kalau bisa, seluruh ASN wajib pakai sepatu hitam. Begitu juga ikat pinggang, sudah jelas ada tulisannya Korpri tapi masih pakai yang kulit. Baju putih untuk Rabu, Kamis batik Papua, itu wajib dan disiplin. Kita ini digaji oleh negara, maka atribut seperti topi Korpri dan topi keki harus dipakai sesuai jadwalnya. Jangan hal dasar yang sudah ditanam ini kita abaikan,” kata Deinas mengingatkan.

Menutup arahannya, Wagub juga menyoroti masalah kehadiran fisik di kantor dan tanggung jawab administrasi. Ia meminta agar setiap OPD dan bendahara segera menyiapkan laporan pertanggungjawaban (SPJ) tahun sebelumnya tanpa menunda-nunda.

Ia berharap ASN Papua Tengah benar-benar menjadi pelayan publik yang rajin dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.

“Jam masuk adalah jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore. Kadang saya mau sidak, di dinas itu pegawainya banyak tapi yang masuk hanya sedikit. Mari pegawai negeri sadar dan harus disiplin, karena kita digaji oleh negara hanya untuk masuk kantor dan bekerja melayani masyarakat. Saya tidak mau pegawai negeri jemur badan di panas terlalu lama karena saya pernah mengalami berdiri seperti Bapak Ibu, tapi tolong hal-hal ini dilaksanakan,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menakar Legitimasi Politik: Mengapa Otsus Aceh Mengikat, Sementara Papua Digugat?

18 Januari 2026 - 16:51 WIT

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Terima Aspirasi GMNI Mimika Soal Penolakan PT TAS Hingga Saran Pembangunan

16 Januari 2026 - 06:46 WIT

Distrik Mimika Barat Jauh Sepanjang 2025 – Wisata Air Terjun Hingga Kunjungan Kepala Daerah

10 Januari 2026 - 17:41 WIT

Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB 2026 – Apa Saja Tugasnya ?

9 Januari 2026 - 17:55 WIT

Diplomasi Berani Meki Nawipa 2025 Menagih Keadilan Otsus Papua – Pandangan Legitimasi

5 Januari 2026 - 19:45 WIT

Gubernur Meki Nawipa Genjot Pembangunan Pusat Pemerintahan di Karadiri

5 Januari 2026 - 14:55 WIT

Trending di Pemerintahan