Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 23 Agu 2025 09:09 WIT

Dengar Keluhan Guru YPPK di Intan Jaya, Henes Sondegau: Kadis Pendidikannya Dicopot Saja


Anggota DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau saat melaksanakan reses di Intan Jaya. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau saat melaksanakan reses di Intan Jaya. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE –Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Fraksi Nasdem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Intan Jaya, Henes Sondegau melakukan reses tahap II di Kabupaten Intan Jaya pada Rabu, 20 Agustus 2025 lalu.

Reses tahap II ini, Henes fokus pada wajah pendidikan yang ada di Intan Jaya. Dimana, Henes bertemu dengan guru-guru Yayasan YPPK Tilemans di Intan Jaya. “Sebelumnya saya Surati ketua Yayasan lalu mereka menerima dan saya turun langsung,” katanya ketika diwawancarai awak media, Jumat (22/8/2025).

Disana, Henes bertemu dengan para guru Yayasan Katolik se-Intan Jaya mulai dari guru TK hingga SMP. Henes juga didampingi pihak Koramil, Polsek, dan dari unsur pemerintah turut hadir Asisten II sebab Bupati, Wakil dan Sekda memiliki agenda lain.

Momen pertemuan tersebut, banyak sekali keluhan yang ia terima dari para guru yayasan.

“Kenapa reses ini saya ambil di sekolah, karna selama ini yang membantu pemerintah, masyarakat setempat adalah Yayasan. Dalam hal ini YPPK Telemans, mereka itu yang selalu ada bersama pihak keamanan untuk membantu pemerintah dan masyarakat Intan Jaya,” ujarnya.

Mendengar Keluhan dari Mulut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pertemuan itu dihadiri oleh Kepala Sekolah, dan para guru dari semua sekolah Katolik yang ada di Intan Jaya. Semua keluhan hampir sama didengar yakni terkait kesejahteraan.

Henes menjelaskan beberapa guru bukan ASN namun karena hari dan pelayanan kepada Yayasan di Intan Jaya mereka harus menerima kenyataan tahun 2024 gaji mereka diberhentikan oleh pihak Dinas Pendidikan.

“Jadi mereka berharap dengan kunjungan saya, mereka berharap agar pemerintah Kabupaten bisa aktifkan kembali mereka punya biaya. Dalam hal ini dinas pendidikan bisa melihat mereka punya honor untuk membiayai mereka punya kebutuhan,” kata Henes.

Selain itu, saat ini banyak guru-guru yang berlomba-lomba untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) namun guru di Intan Jaya sulit mendaftarkan diri karena terkendala jaringan.

“Hampir semua sekolah mereka minta untuk jaringan Starlink itu ada di tiap sekolah. Jadi saya sumbangkan Starlink untuk mereka,” katanya.

Keluhan lainnya adalah terkait dengan bangunan sekolah yang hingga saat ini tak mendapatkan sentuhan pembangunan fisik.

Mereka berharap adanya bantuan rehap sekolah baik dari Pemerintah tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Salut Dengan Perjuangan Guru-guru Yayasan

Henes Sondegau mengaku salut dengan perjuangan para guru Yayasan. Dimana  Intan Jaya merupakan wilayah konflik.

“Jadi saat terjadi konflik, Yayasan ambil alih, semua siswa ditarik ke SD YPPK, saya lihat hampir 600 siswa, jadi saya sangat salut dengan mereka,” katanya.

Henes bahkan mengaku, usai pertemuan bahkan malam hari masih banyak guru-guru yang datang bertemu untuk menyampaikan keluhan mereka. “Mereka selalu siap bekerja dan mengabdi hanya saja persoalan biaya yang tidak pasti,” ujarnya.

Anggota DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau saat melakukan reses di Intan Jaya. (Foto: Istimewa)

Henes mengapresiasi langkah Pemkab Intan Jaya yang telah membentuk tim guru lokal meskipun kata Henes hingga kini belum terlihat realisasinya. Ia berharap agar guru-guru Yayasan juga bisa diperhatikan dengan baik.

“Di grup WA ada beberapa sekolah-sekolah sudah dibabat, tapi bukan itu, kita mau itu sekolah aktif belajar mengajar,” ujarnya.

Kata Henes, ada beberapa guru yang menangis dengan situasi tersebut, bahkan yang mengejutkan ada Kepala Sekolah yang ‘monopoli kekuasaan’.

“Contoh Kalau kepala sekolahnya istri, berarti adminnya suami, begitupun sebaliknya, sehingga yang lain-lain mereka mengajar itu dong tidak dapat apa-apa. Jadi saya berharap, bupati, Pemda, dinas pendidikan untuk bisa melihat ini,” kata Henes.

Ia berharap ketika Bupati sudah turun melihat situasi, pihak Dinas juga harus peka melihat kondisi wilayah kerja dan tanggungjawabnya.

Kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Intan Jaya Dipertanyakan

Melihat situasi tersebut, Henes mengatakan kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Intan Jaya patut dipertanyakan.

“Kalau bupati sudah turun, dinas (pendidikan) harus lebih dari bupati, jangan dinas di tempat lain. Saya lihat kepala dinas P dan P itu tidak pernah di Intan Jaya itu,” katanya.

Henes tegas mengatakan jika kinerja tidak maksimal lebih baik digantikan dengan orang yang ingin bekerja.

“Dicopot saja, ganti orang lain, supaya ada orang yang punya hati untuk melayani bisa bangun pendidikan Intan Jaya lebih baik kedepan,” ucapnya.

Sebab kata dia, Dinas P dan P merupakan dinas yang mengelola keuangan paling besar sehingga perlu dievaluasi dengan baik.

“Tapi kepala dinas ini saya sempat tanya beberapa staff, mereka semua mengeluh, dan bila perlu kepala dinas itu harus dicopot saja, bukan evaluasi lagi, tapi bila perlu dicopot saja. Karena mereka tidak bisa mendukung visi misi bupati,” ucapnya.

Anggota DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau saat diwawancarai, Jumat (22/8/2025).

Dikatakan Visi misi Bupati dan Wakil Bupati adalah kemajuan Pendidikan sehingga perlu didukung.

“Karena sesuai dengan visi misi gubernur dan bupati juga, pendidikan itu sangat penting, ini yang bisa merubah wajah Intan Jaya atau Papua Tengah itu hanya ada satu cara yaitu pendidikan,” ujarnya.

Pendidikan itu Penting

Henes mengungkapkan dinas yang  menangani pendidikan adalah tempat yang sangat penting.

Sehingga terkait dengan aspirasi yanh ditampung, Henes mengatakan akan ia bawa ke tingkat Provinsi.

“Jadi itu akan jadi aspirasi untuk saya perjuangkan di tingkat provinsi, apalagi sekarang ini mau anggaran perubahan. Saya akan upayakan untuk di dorong di tingkat provinsi,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Tim
Artikel ini telah dibaca 302 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tinjau Korban Kebakaran di Smoker, Bupati Nabire Serahkan Bantuan

29 Agustus 2025 - 18:55 WIT

Ikut SindoNews Sharring Session, Kabag Humas Intan Jaya: Semangat Buat Inovasi Baru

29 Agustus 2025 - 18:52 WIT

USWIM Nabire Teken Kerjasama Dengan Bank BRI  

27 Agustus 2025 - 15:03 WIT

Banggar DPRP Papua Tengah Desak TAPD Segera Serahkan Materi KUAPPAS: Pembangunan Terancam Molor

27 Agustus 2025 - 12:52 WIT

FGD KPA Papua Tengah Bentuk Respon Serius Soal Kasus HIV/AIDS

27 Agustus 2025 - 00:05 WIT

Kemenhub Diminta Membangun Jembatan Timbang di Nabire

26 Agustus 2025 - 18:41 WIT

Trending di Pemerintahan