SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Dogiyai menyambut baik gagasan pengembangan Taman Belajar Rakyat di kampung-kampung adat yang diusulkan oleh Komunitas Sastra Papua (Ko’sapa). Pertemuan dan penyerahan konsep tersebut berlangsung di Rumah Pustaka Kebadabi Mapidoba, Senin 24 Juli 2026 lalu.
Konsep dan gagasan pengembangan literasi tersebut digagas oleh Aleks Gaadaabi Giyai melalui dua buku karyanya yang berjudul Bangun Taman Belajar Masyarakat serta Bangun Literasi Kampung.
Dalam gerakan yang disepakati bersama, kedua pihak akan berfokus mendokumentasikan cerita-cerita rakyat, mitologi, serta legenda di kampung-kampung yang selama ini kerap terabaikan.
Nilai-nilai dari cerita tersebut nantinya akan diangkat untuk membangun taman-taman baca rakyat, sehingga ke depan setiap pengunjung yang datang ke kampung dapat menjadikannya sebagai pusat refleksi dan dialog antar masyarakat adat.
“Gerakan ini kita sepakati untuk mendokumentasikan cerita rakyat, mitologi, dan legenda di kampung yang selama ini ada tapi diabaikan,” ungkap Aleks Gaadaabi Giyai menjelaskan esensi dari buku dan gagasan yang dibawanya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Budpar Kabupaten Dogiyai, Natan Naftali Tebai, menjelaskan konsep yang ditawarkan oleh Ko’sapa sejalan dengan sebelas objek pemajuan kebudayaan yang dapat menopang program dinas. Menurutnya, upaya menjangkau dan membangun masyarakat adat tidak hanya memerlukan anggaran, tetapi juga pengetahuan, serta harus didasarkan pada program-program dari masyarakat adat itu sendiri.
“Pembangunan harus berdasar pada program-program dari masyarakat adat,” tegas Natan saat menerima kunjungan tersebut.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk menseriusi kerja sama dengan Ko’sapa dalam waktu mendatang, serta melibatkan seluruh anak muda untuk melakukan pendataan dan pendokumentasian budaya.
Natan juga mengingatkan bahwa Ko’sapa merupakan wadah penting untuk mencerdaskan generasi, sehingga gerakan yang dicetuskan oleh anak-anak muda Papua yang berkecimpung di dalamnya patut mendapatkan perhatian serius.
“Ko’sapa merupakan rumah untuk mencerdaskan generasi, sehingga penting diperhatikan gerakan yang dicetuskan oleh anak-anak Papua yang berkecimpung di dalamnya,” ujar Natan.
Ia berharap kontribusi dari Ko’sapa dapat menjadi modal nyata dalam mewujudkan visi dan misi “Dogiyai Cerdas, kuat dan mau bersama membangun Dogiyai Dou Ena”.
“Pemerintah daerah berharap niat baik ini dapat menjadi landasan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah dalam proses pembangunan ke depan,” pungkasnya.







