Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 22 Jul 2025 18:34 WIT

Distrik Mimika Barat Jauh Terima 478 Kilogram Beras Bantuan Pangan


Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Ever Kukuareyau. (Foto: Edwin Rumanasen) Perbesar

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Ever Kukuareyau. (Foto: Edwin Rumanasen)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Ever Kukuareyau ikut hadir dalam acara Launching Penyerahan Beras Bantuan Pangan tahun 2025 pada 18 Distrik di Kabupaten Mimika yang diselenggarakan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Kabupaten Mimika.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Distrik Mimika Timur, Selasa (22/7/2025) yang dilaunching oleh Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong beserta jajaran.

Bantuan beras tersebut disalurkan untuk bulan Juni dan Juli dimana di Mimika total beras yang disalurkan berjumlah 208,680 ton dimana masing-masing Kepala Keluarga akan menerima 20 kilogram.

Ever menjelaskan, untuk Distrik Mimika Barat Jauh mendapatkan jatah sebanyak 478 kilogram.

- Advertising -
- Advertising -

“Kami distrik siap menerima dan membantu untuk menyalurkan ke masyarakat sesuai dengan data yang diberikan oleh ketahanan pangan maupun Bulog,” jelasnya ketika diwawancarai, Selasa (22/7/2025).

Ia mengatakan 478 kilogram tersebut akan dibagikan ke masyarakat yang ada di lima kampung yang ada di Distrik Mimika Barat Jauh yaitu Kampung Potowaiburu, Kampung Yapakopa, Kampung Aindua, Kampung Tapormai, dan Kampung Umar.

“Jadi ini diperuntukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang benar-benar membutuhkan, jadi kami masih menunggu data pasti, untuk per kampung akan dapat berapa intinya 478 kilo akan dibagikan ke lima kampung,” terangnya.

Ia mengatakan pihak distrik akan mengkawal agar penyaluran tepat sasaran, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program bantuan pangan beras.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Ever Kukuareyau (paling kanan) saat menghadiri acara launching penyerahan bantuan pangan tahun 2025. (Foto: Edwin Rumanasen)

“Kami melihat yang paling membutuhkan itu yang kita salurkan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan untuk penyaluran beras  yang menjadi kendala adalah transportasi sebab antar kampung harus melewati jalur laut.

“Kalau masyarakat semua aman, karena tahun lalu juga aman saja, sehingga untuk penyaluran kami masih menunggu tim porter dari Bulog untuk komunikasi penyalurannya,” ungkapnya.

Ever berharap bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran dan diterima dengan baik dari masyarakat.

“Jadi kami berharap agar masyarakat ketika menerima bantuan ini bisa menerima untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sebab banyak orang juga pasti membutuhkan bantuan tapi sedikit saja yang dapat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menetapkan 5 paket kebijakan stimulus ekonomi untuk Juni-Juli 2025. Salah satunya adalah penambahan bantuan sosial (bansos) dan bantuan pangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ada 2 skema pemberian bansos kali ini. Yakni, dengan memberikan Rp 200 ribu per bulan dan 10 kilogram (kg) untuk dua bulan.

“Saat ini untuk penebalan bantuan sosial akan diberikan tambahan dana Rp 200 ribu per bulan untuk 2 bulan kepada penerima sasaran kelompok penerima manfaat untuk program Kartu Sembako sebesar 18,3 juta kelompok penerima manfaat,” kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/6/2025) lalu.

Bansos tunai ini akan diberikan sekaligus, sehingga keluarga sasaran mendapat Rp 400.000. Pemerintah juga akan menjalankan bantuan pangan beras 10 kg per bulan untuk 2 bulan. Adapun total anggaran untuk penebalan bansos ini disiapkan sebesar Rp 11,93 triliun yang bersumber dari dana APBN.

“Jadi akan dapat 20 kg beras. Dalam hal ini total anggaran yang disediakan untuk pemberian tambahan kartu sembako dan bantuan pangan adalah sebesar Rp 11,93 triliun,” tutur dia.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deinas Geley Ajak ASN Dorong Anak Cucunya Terjun ke Dunia Usaha: Anak Papua Harus Jadi Pemain Ekonomi

19 Januari 2026 - 14:07 WIT

Menakar Legitimasi Politik: Mengapa Otsus Aceh Mengikat, Sementara Papua Digugat?

18 Januari 2026 - 16:51 WIT

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Terima Aspirasi GMNI Mimika Soal Penolakan PT TAS Hingga Saran Pembangunan

16 Januari 2026 - 06:46 WIT

Distrik Mimika Barat Jauh Sepanjang 2025 – Wisata Air Terjun Hingga Kunjungan Kepala Daerah

10 Januari 2026 - 17:41 WIT

Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB 2026 – Apa Saja Tugasnya ?

9 Januari 2026 - 17:55 WIT

Diplomasi Berani Meki Nawipa 2025 Menagih Keadilan Otsus Papua – Pandangan Legitimasi

5 Januari 2026 - 19:45 WIT

Trending di Pemerintahan