Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 11 Jun 2026 15:24 WIT

Ekonomi Dogiyai Lesu: Ketum APINDO Soroti Perputaran Uang, Disiplin ASN Hingga Keamanan


​Ketua Umum APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai. (Foto: Dok Pribadi) Perbesar

​Ketua Umum APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai. (Foto: Dok Pribadi)

SASAGUPAPUA.COM, Dogiyai – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi ekonomi daerah yang dinilai semakin melemah dalam beberapa bulan terakhir.

Menurunnya aktivitas jual beli di pasar, berkurangnya perputaran uang di tengah masyarakat, hingga melemahnya daya beli warga menjadi indikator bahwa perekonomian Dogiyai sedang menghadapi tantangan serius.

Ketua Umum APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut terlihat jelas dari aktivitas pasar rakyat yang tidak lagi seramai sebelumnya.

Dimana kata dia banyak mama-mama Dogiyai yang menggantungkan kehidupan keluarganya dari hasil kebun kini menghadapi kesulitan besar untuk menjual hasil usahanya.

- Advertising -
- Advertising -

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Melkianus menyebut tidak sedikit mama-mama yang harus pulang membawa kembali hasil jualannya karena minimnya pembeli.

Sebagian lainnya bahkan terpaksa menjual hasil bumi mereka ke kabupaten tetangga seperti Paniai, Deiyai, hingga Nabire demi mendapatkan pasar yang lebih menjanjikan.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Dogiyai sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh Kepala OPD, ASN, dan tenaga honorer untuk berbelanja di Pasar Mama-Mama Dogiyai setiap hari Jumat. Kebijakan yang digagas langsung oleh Bupati Dogiyai tersebut bertujuan untuk menjaga perputaran uang tetap berada di daerah.

Namun, Melkianus Tebai mempertanyakan sejauh mana kebijakan yang berpihak pada ekonomi rakyat tersebut masih dijalankan secara konsisten oleh seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai.

“Kami melihat program ini merupakan langkah yang sangat baik dan patut didukung. Namun pertanyaannya, sejauh mana seluruh OPD melaksanakan kebijakan tersebut hari ini? Jika dijalankan secara konsisten, tentu dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi masyarakat. Tetapi apabila diabaikan, maka tujuan utama dari kebijakan itu tidak akan tercapai,” kata Melkianus kepada media ini, Kamis (11/6/2026).

Selain masalah komitmen program, Melkianus juga menyoroti aspek stabilitas keamanan yang dinilai menjadi fondasi utama dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan situasi yang aman dan kondusif agar dapat berkebun dan berjualan dengan tenang tanpa rasa khawatir.

Di sisi lain, kedisiplinan aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan publik juga tidak luput dari perhatiannya.

Melkianus menyampaikan adanya aspirasi masyarakat yang menginginkan agar kepala-kepala OPD, pejabat struktural, serta ASN dapat lebih aktif berada dan bertugas di Kabupaten Dogiyai.

Kehadiran fisik ASN di daerah dinilai berdampak langsung pada gairah ekonomi lokal melalui aktivitas konsumsi sehari-hari.

“Ekonomi daerah tidak akan tumbuh hanya dengan kebijakan di atas kertas. Dibutuhkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, disiplin aparatur, keberpihakan terhadap pedagang kecil, serta langkah-langkah konkret untuk memastikan uang tetap berputar di Dogiyai,” ujarnya.

Pihaknya pun mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan revitalisasi ekonomi melalui penguatan pasar rakyat, peningkatan aktivitas pemerintahan, pengawasan disiplin ASN, serta penciptaan situasi keamanan yang kondusif. Melkianus meyakini kebangkitan ekonomi Dogiyai hanya bisa terwujud lewat komitmen bersama yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Ketika mama-mama masih membawa pulang dagangannya atau terpaksa menjual hasil kebunnya ke daerah lain, maka itu menjadi tanda bahwa ekonomi lokal belum bergerak sebagaimana yang diharapkan. Ini adalah momentum bagi seluruh OPD untuk kembali menjalankan kebijakan Bupati secara nyata demi menghidupkan pasar dan memperkuat ekonomi masyarakat Dogiyai,” tutup Melkianus Tebai.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmi Diluncurkan, Koperasi Honai Papua Tengah Terang Jadi Motor Ekonomi Rakyat

9 Juni 2026 - 21:47 WIT

Gubernur Papua Tengah Sambut Kunjungan Wamendagri dan Wamen PU di Nabire 

3 Juni 2026 - 11:30 WIT

Transformatif di Tanah Tertinggi Papua: Dari Infrastruktur Megah hingga Mandiri Ekonomi

25 Mei 2026 - 19:19 WIT

Bupati Intan Jaya: Masyarakat Sipil Tidak Boleh Jadi Target Konflik Bersenjata

19 Mei 2026 - 11:53 WIT

Wagub Papua Tengah Dorong Pengusaha Muda HIPMI Jadi Pelaku Utama Ekonomi Daerah

18 Mei 2026 - 18:14 WIT

5 Poin Kesepakatan Strategis Forum Percepatan Pembangunan Tanah Papua

14 Mei 2026 - 14:42 WIT

Trending di Pemerintahan