Menu

Mode Gelap

Hiburan · 1 Des 2025 15:35 WIT

Epo D’fenomeno Rilis Video Musik “SUARA ALAM,” Serukan Peringatan Keras Krisis Iklim dan Tanggung Jawab Manusia


Epo D’fenomeno Rilis Video Musik “SUARA ALAM,” Serukan Peringatan Keras Krisis Iklim dan Tanggung Jawab Manusia Perbesar

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah– Musisi EPO D’FENOMENO telah merilis video musik terbarunya yang berjudul “SUARA ALAM,” sebuah karya yang secara eksplisit mengangkat isu krisis iklim dan lingkungan hidup sebagai tema sentralnya.

Dirilis melalui kanal YouTube EPO D’FENOMENO, lagu ini berfungsi sebagai peringatan keras (alarm) bagi masyarakat global akan perubahan iklim yang semakin nyata dan mendesak.

Video musik berdurasi 4 menit 17 detik ini dimulai dengan gambaran firasat akan situasi lingkungan yang memburuk, di mana cuaca “makin hari tambah lain-lain”.

Melalui liriknya, penyanyi menyoroti fenomena ekstrem yang terjadi akibat perubahan iklim, seperti “terik panas kekeringan” dan “banjir yang deras”. Fenomena ini disebut sebagai “alarm” bahwa “iklim telah berubah-ubah”.

- Advertising -
- Advertising -

Karya ini merupakan kolaborasi Voice for just Climate Action (VCA) (@vca_tanahpapua), World Wide Fund for Nature (@wwf_id) dan Rum Fararur Production (@rum.fararur.production)

Seruan untuk Aksi Nyata

“SUARA ALAM” juga berisi seruan untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan tindakan nyata. EPO D’FENOMENO menegaskan bahwa semesta memiliki caranya sendiri untuk “beri peringatan keras bersuara bangun kesadaran”.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa bumi adalah rumah dan “titipan Tuhan”, sehingga menuntut tanggung jawab manusia untuk segera mengubah perilaku. Tindakan mendesak yang diserukan antara lain

  1. Menghentikan Perusakan Lingkungan
  2. Mendesak untuk menghentikan pembakaran hutan dan menyuarakan keprihatinan terhadap hutan yang terus ditebang.
  3. Upaya Pelestarian: Mengajak masyarakat untuk menanam kembali pohon, merawat dan melestarikan lingkungan yang kembali hijau.
  4. Pengurangan Dampak: Mendorong tindakan nyata seperti mengurangi sampah dan menghemat energi.

Di bagian akhir video, terdapat pesan filosofis yang menggarisbawahi urgensi ini. Alam digambarkan sebagai sebuah lukisan yang diciptakan oleh seniman agung, di mana alam adalah kanvasnya, dan merupakan sebuah titipan, bukan sekadar warisan.

Video ini ditutup dengan peringatan tegas, bahwa jika manusia mengabaikannya, “suara alam berubah menjadi perilaku yang tak pernah dibayangkan”.

Perubahan iklim nyata dihadapan kita, ulah siapa? Mari bertanya pada cermin lalu temukan jawaban melalui dengung refleksi lewat sebuah corong pengeras “SUARA ALAM” yang bukan sekedar metafora tapi inilah perilaku Alam yang sedang bercermin dari perilaku kita Manusia.

Anda dapat menonton video musik “SUARA ALAM” oleh EPO D’FENOMENO DISINI

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Transformasi Pekarangan: Anak Muda Adat Knanmlas Pelopor Kemandirian Pangan di Kampung Mlaswat

18 Januari 2026 - 16:24 WIT

Laporan Investigasi WALHI Papua: Praktik PETI Wapoga Gunakan Alat Berat, Hutan Adat Diambang Kehancuran

18 Januari 2026 - 15:22 WIT

Tabraw’o Mamfe Teme: Saat Hutan Menjadi ‘Mama’ yang Menghidupi Masyarakat Adat Knasaimos

18 Januari 2026 - 14:46 WIT

Gebrakan 10 Januari: Aksi Terpuji Mapala USWIM Nabire ‘Kepung’ Dogiyai dengan Pohon Kayu Besi dan Matoa

10 Januari 2026 - 21:13 WIT

John Yewen Kritik Soal Sawit di Papua: Hutan Subur Mata Air Mengalir, Hutan Hancur Air Mata Mengalir

27 Desember 2025 - 21:58 WIT

Inspirasi Rambut Natal 2025: Dari Anyaman Tradisional hingga Sanggul Modern khas Papua

24 Desember 2025 - 17:57 WIT

Trending di Hiburan