Menu

Mode Gelap

Pemprov Papua Tengah · 17 Agu 2026 12:46 WIT

Gebrakan Marching Band MEPA Boarding School Pukau Upacara HUT ke-81 RI di Papua Tengah


Marching Band MEPA Boarding School saat tampil di momen HUT ke-81 RI Papua Tengah, Senin (17/8/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com Perbesar

Marching Band MEPA Boarding School saat tampil di momen HUT ke-81 RI Papua Tengah, Senin (17/8/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Grup marching sekolah MEPA Boarding School tampil memukau dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026) di Lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara Lama, Kabupaten Nabire. Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri HAM RI Natalius Pigai, Gubernur Meki Nawipa, Wakil Gubernur Deinas Geley, serta jajaran Forkopimda dan masyarakat.

MEPA Boarding School sendiri merupakan sekolah berpola asrama program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah yang seluruh siswanya merupakan anak-anak Asli Papua.

Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

Ketua Yayasan Honai Generasi Unggul Papua, Nehes Jon Fallo, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan para siswa yang mayoritas berasal dari wilayah pedalaman tersebut.

- Advertising -
- Advertising -

“Pertama-tama saya bersyukur kepada Tuhan. Yang kedua, hari ini kami melihat bahwa ada sejarah baru yang sedang tercatat dan sementara berproses. Ini anak-anak semua dari gunung, alat ini mereka tidak pernah lihat. Lihat saja tidak, mereka latihan hanya satu bulan, mereka bisa tampil luar biasa. Saya pikir itu pertama pertolongan Tuhan, yang kedua memang semangat mereka untuk berjuang dan keluar dari keterbatasan. Saya lihat mereka itu, dan dukungan dari guru, staf, lalu pendamping itu juga sangat baik sehingga mereka juga percaya diri,” ujar Nehes.

Dengan air mata haru yang menetes, ia juga membagikan momen emosional saat para siswa pertama kali mencoba pakaian seragam mereka untuk penampilan tersebut.

“Satu-satunya hal yang kami khawatirkan adalah mereka demam panggung, karena ini baru pertama kali tampil di provinsi. Bahkan mereka waktu ukur pakaian saja, itu mereka meneteskan air mata, ‘Bapak, ini kami biasa lihat di TV saja, tapi hari ini kami pakai.’ Saya bilang, ‘Iya, itu kamu punya,'” ungkap Nehes sembari mengenang perjuangan anak-anak didiknya.

Meskipun baru pertama kali tampil dan hanya memiliki waktu persiapan yang terbatas di tengah jadwal belajar normal, para siswa terbukti mampu mengatasi keraguan.

“Iya, mereka memang bisa. Mereka bisa. Ada banyak hal yang kami rencanakan ke depan dan saya pastikan kami akan ditolong Tuhan untuk tiba di sana. Kami akan mencapai itu,” tegas Nehes optimis.

Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah atas kesempatan besar yang diberikan kepada anak-anak dari wilayah pedalaman.

“Saya mau mengucapkan terima kasih banyak. Tuhan pakai Pak Gubernur dengan Pak Wakil untuk memberikan kesempatan untuk belajar bagi anak-anak yang ada di gunung. Ini penting sekali dan sangat radikal karena kalau kesempatan itu tidak diberikan, pilihan yang lain dan bertolak belakang dengan apa yang kita semua inginkan itu pasti mereka ambil. Karena tidak ada pilihan lain, kecuali mereka ada di hutan dan di mana-mana. Jadi menurut saya ini sebuah keputusan yang sangat berani dan ini betul-betul menurut saya ini Tuhan pilih sehingga Tuhan tetapkan Pak Gubernur dan Pak Wakil. Dan hari ini kita lihat bahwa ada banyak orang ditolong,” tuturnya.

Saat ini asrama MEPA Boarding School telah menampung 200 siswa dari wilayah pedalaman dan jumlahnya diproyeksikan akan terus bertambah. Nehes menaruh harapan besar agar pembinaan ini dapat melahirkan pemimpin masa depan bagi Papua Tengah.

“Saya berdoa supaya 15 tahun ke depan ada Gubernur baru, ada Bupati baru, ada Kepala Dinas baru, ada pendeta, ada pengusaha baru, Ketua DPR baru lahir dari mereka yang ada di gunung. Saya hanya mau mengatakan bahwa mereka harus diberikan kesempatan yang sama sehingga mereka juga bisa menunjukkan bahwa mereka juga adalah bagian dari Indonesia,” harap Nehes.

Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

Dalam pertunjukan tersebut, sebanyak 58 siswa gabungan jenjang SMP dan SMA membawakan formasi drum band dengan 5 lagu.

“Tadi ini formasi ini drum band. Kami masih mempersiapkan marching band lagi, karena butuh empat orang lagi yang harus disiapkan khusus dari siswa. Sehingga ini drum band, tapi formasinya ada sekitar 5 sampai 6 lagu yang mereka siapkan. Ini latihannya hanya satu bulan dan itu pun tidak full karena mereka tetap belajar normal dan kegiatan-kegiatan yang lain tetap jalan. Tapi ya itu, semangat mereka dan saya yakin Tuhan tolong mereka sehingga mereka mampu mempersiapkan diri dengan baik, dengan maksimal,” pungkas Nehes.

 

Penulis: Kristin Rejang/Sasagupapua

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

HUT Ke-81 RI: MEGE Luncurkan Penerbangan Subsidi Hingga Ko Harus Sehat 27,3 Miliar Untuk PKM Siriwini dan RSUD Nabire

17 Agustus 2026 - 11:58 WIT

Natalius Pigai Tiba di Nabire: Cetak Sejarah, Menteri HAM Rayakan HUT RI di Papua Tengah

16 Agustus 2026 - 10:30 WIT

Penuhi Undangan Pemprov Papua Tengah, Natalius Pigai Bakal Hadir Dalam Momen HUT RI di Nabire

15 Agustus 2026 - 17:23 WIT

Gubernur Meki Nawipa Paparkan Data Penerimaan Dana Desa se-Papua Tengah Tahun 2024–2026

14 Agustus 2026 - 22:24 WIT

Polemik Dana Desa Berujung Kerusuhan, Gubernur Pimpin Pemulihan di Puncak

14 Agustus 2026 - 20:41 WIT

Biro Umum dan Polda Papua Tengah Juara Turnamen Basket 3ON3 Antar OPD

13 Agustus 2026 - 15:34 WIT

Trending di Pemprov Papua Tengah