Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Mei 2026 18:27 WIT

Gejolak Timur Tengah hingga Konflik Dogiyai Warnai Inflasi Nabire Bulan April


Sumber: Capture YouTube BPS Nabire, Senin (4/5/2026). Perbesar

Sumber: Capture YouTube BPS Nabire, Senin (4/5/2026).

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire, Dio Ginting, merilis laporan resmi mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kabupaten Nabire pada Senin (4/5/2026).

Dalam rilis tersebut, tercatat bahwa inflasi bulanan (month-to-month) di Nabire pada April 2026 sebesar 0,05 persen, sedangkan inflasi tahunan (yearon-year) mencapai 2,19 persen dan inflasi tahun kalender menunjukkan deflasi sebesar 1,78 persen.

Dio Ginting menjelaskan kondisi ekonomi bulan lalu sangat dipengaruhi oleh gejolak harga energi global dan gangguan distribusi lokal.

Penyesuaian harga LPG non-subsidi dan lonjakan harga avtur menjadi salah satu pemicu utama yang disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah.

- Advertising -
- Advertising -

“Harga avtur melonjak hingga 80 persen akibat konflik di Timur Tengah tersebut, sehingga di tingkat domestik harga avtur mencapai 23.511 per liternya,” ungkap Dio Ginting.

Selain faktor global, hambatan distribusi di wilayah pegunungan turut memberikan andil pada fluktuasi harga.

Dio Ginting menyebutkan bahwa terdapat dinamika keamanan berupa gangguan keamanan di Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan terganggunya arus distribusi komoditas lokal ke Kabupaten Nabire maupun sebaliknya, yang mengakibatkan beberapa komoditas mengalami kenaikan ataupun penurunan harga.

Namun, tekanan ini sedikit teredam oleh stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi laut 30 persen dan diskon pesawat kelas ekonomi 17 hingga 18 persen selama periode jelang Idulfitri.

Dalam rincian komoditas, Dio Ginting memaparkan bahwa lima penyumbang andil inflasi bulanan tertinggi adalah bawang merah sebesar 0,26, tomat sebesar 0,12, angkutan udara sebesar 0,09, angkutan laut sebesar 0,09, dan kangkung sebesar 0,06. Di sisi lain, komoditas yang meredam inflasi dengan mengalami deflasi adalah cabai rawit sebesar 0,35, daging ayam ras sebesar 0,15, emas perhiasan sebesar 0,08, tahu mentah sebesar 0,07, dan pepaya sebesar 0,06 persen.

Untuk inflasi tahunan sebesar 2,19 persen, penyumbang andil tertinggi didominasi oleh beras sebesar 0,33, daging babi sebesar 0,30 persen, tomat sebesar 0,29, telur ayam ras sebesar 0,20, dan bawang merah sebesar 0,20 persen.

Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan antara lain cabai rawit sebesar 0,66, sekolah menengah atas sebesar 0,16, tahu mentah sebesar 0,14, bawang putih sebesar 0,11, dan cabai merah sebesar 0,08 persen.

Dio Ginting juga mengumumkan mulai Mei hingga Agustus 2026, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi di seluruh Kabupaten Nabire. Ia meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan agenda besar ini.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus ekonomi serta memberikan data secara jujur dan lengkap, karena dengan data akurat, program pemerintah akan menjadi tepat sasaran sehingga kita dapat mewujudkan moto Nabire Hebat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tanah Mengering, Petani Sayuran di Sorong Selatan Alami Gagal Panen

11 September 2026 - 15:10 WIT

Pertamina Beri Sanksi ke 19 SPBU Papua-Maluku, Empat Diantaranya Ada di Papua Tengah 

9 September 2026 - 08:34 WIT

APINDO: Kunjungan Kerja Gubernur Papua Tengah Harus Jadi Titik Awal Pembangunan Dogiyai

9 September 2026 - 08:07 WIT

Kopi Papua Tengah Ditargetkan Tembus Panggung Internasional pada 2031

12 Agustus 2026 - 09:06 WIT

Kemiskinan Papua Tengah 30,41 Persen, Kepala BPS Nabire Soroti Konsumsi Rokok hingga Akurasi Data Bansos

11 Agustus 2026 - 18:28 WIT

Siapkan 1 Juta Bibit, Papua Tengah Pacu Industri Kopi

10 Agustus 2026 - 13:40 WIT

Trending di Ekonomi