Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 10 Agu 2026 13:40 WIT

Siapkan 1 Juta Bibit, Papua Tengah Pacu Industri Kopi


Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, S.KH.,  (Foto: Edwin/sasagupapua) Perbesar

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, S.KH., (Foto: Edwin/sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Rafael Heri Nugroho menyampaikan, pemerintah menyasar pengadaan satu juta bibit kopi, hingga pabrik Pengolahan. Pernyataan ini disampaikan disela-sela Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Sektor Perkebunan bersama pimpinan OPD dari delapan kabupaten, Senin (10/8/2026).

“Ini merupakan Program prioritas Bapak Gubernur di subsektor perkebunan yaitu pengembangan komoditas kopi dan juga di subsektor peternakan berupa pembibitan ternak.”ujar Rafael saat diwawancarai media.

Ia menambahkan, forum koordinasi ini diperkuat dengan kehadiran jenderal teknis dan para pemangku kepentingan tingkat nasional hingga mitra pendamping lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mengawal implementasi program agar tepat sasaran.

“Kesempatan ini dihadiri oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian yang diwakili Direktur Perbenihan Perkebunan, mitra kita SCOPI (Sustaining Coffee Together), Forkopimda, akademisi, serta BAREMPE yang selalu mendampingi petani kita di lapangan. Tujuan kita adalah mendapatkan data dan sinkronisasi program kegiatan di kabupaten dan provinsi untuk mendukung program strategis Bapak Gubernur,” jelasnya.

- Advertising -
- Advertising -

Dalam upaya mengembalikan kejayaan kopi Papua Tengah, pemerintah menyasar pengadaan satu juta bibit kopi yang bersumber dari APBD dan APBN. Pembagian wilayah pengembangan pun telah dipetakan secara terukur berdasarkan potensi keunggulan lokal di masing-masing kabupaten.

“Untuk APBN tahun ini ada di Kabupaten Nabire untuk jenis kopi Robusta, sedangkan kopi Arabika dialokasikan di Kabupaten Dogiyai, Paniai, dan Puncak Jaya. Untuk dana APBD nanti akan disalurkan ke kabupaten lain yang belum mendapatkan alokasi bantuan APBN. Kita harapkan tidak ada kendala sehingga tahun ini bisa terealisasi,” ungkap Rafael.

Lebih lanjut, Rafael menekankan bahwa komoditas kopi merupakan tanaman yang paling berpotensi meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal karena sudah mengakar kuat dalam tradisi pertanian di delapan kabupaten wilayah Papua Tengah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mengawal rantai pasok dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

“Dengan potensi yang ada, tanaman kopi adalah satu-satunya tanaman yang sangat berpotensi memberikan penghasilan buat petani kita. Tugas kami pemerintah bersama SCOPI adalah melakukan pembinaan dan pendampingan agar tanaman kopi ini berhasil tumbuh. Selanjutnya, kami akan menyiapkan akses pasar, mungkin dengan mendirikan pabrik pengolahan kopi di Papua Tengah yang bertindak sebagai offtaker penampung hasil panen petani,” pungkasnya.

 

Penulis: Edwin Rumanasen

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengesahan KUPA-PPAS 2026: Catatan Lengkap Gubernur Meki Nawipa Soal Proyeksi Pendapatan dan Belanja Papua Tengah

24 September 2026 - 21:14 WIT

Perluas Akses Pendidikan Berkualitas, Program Sekolah Sepanjang Hari Hadir di Puncak Jaya

24 September 2026 - 20:31 WIT

Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah Luncurkan Aplikasi ‘Si Bapa Tengah’

24 September 2026 - 15:40 WIT

Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Puspem,Wagub Deinas Geley Minta Penambahan Tukang

22 September 2026 - 16:57 WIT

Hadiri RDP Komisi II DPR, Wagub Deinas Geley Minta Kemendagri Segera Terbitkan Rekomendasi BUMD Papua Tengah

17 September 2026 - 00:58 WIT

PSW YPPK Intan Jaya Apresiasi Program SSH, Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemda Bantu Fasilitas Gedung Sekolah

17 September 2026 - 00:05 WIT

Trending di Pemprov Papua Tengah