Menu ✖

Mode Gelap

Pendidikan · 18 Mar 2026 12:30 WIT

Investigasi Dugaan Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Lani di Nabire

Investigasi Dugaan Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Lani di Nabire Perbesar

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nabire Teluk Kimi Lani, Papua Tengah.

Keputusan ini diambil menyusul adanya laporan dugaan Kejadian Menonjol (KM) berupa gangguan pencernaan yang dialami oleh para siswa dan guru setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan Maret 2026.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, melalui surat resmi menyatakan bahwa penghentian ini merupakan prosedur standar demi memberikan ruang bagi investigasi menyeluruh.

Langkah ini didasarkan pada laporan lapangan serta hasil investigasi singkat yang menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap seluruh rantai produksi makanan di wilayah tersebut.

- Advertising -
- Advertising -

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk respons cepat pemerintah dalam menjamin kualitas pangan yang diterima masyarakat. “Penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk respons cepat guna memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Marsel dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2025).

Lebih lanjut, Marsel menjelaskan pihak BGN tidak akan berkompromi jika menyangkut kesehatan para penerima manfaat. Langkah preventif ini sangat penting agar tim teknis dapat bekerja tanpa gangguan dalam mencari akar permasalahan.

“Langkah ini penting untuk memberikan ruang bagi tim terkait melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa dan guru. Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” katanya.

Saat ini, BGN telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan BPOM untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel bahan makanan yang digunakan.

Fokus pemeriksaan mencakup seluruh aspek, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga jalur distribusi ke sekolah-sekolah. Selain itu, evaluasi ketat terhadap standar kebersihan dan sanitasi di dapur SPPG Lani juga tengah diperketat agar sesuai dengan regulasi keamanan pangan yang berlaku.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang karena proses investigasi sedang berjalan secara transparan. Operasional dapur SPPG Lani baru akan dibuka kembali setelah hasil uji laboratorium keluar dan fasilitas tersebut dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tetes Air Mata Bapa Guru Cesilius dan Buah Manis Perjuangan Pendidikan di Tanah Diyoudimi

9 September 2026 - 18:56 WIT

Kongres Bahasa Daerah 2026 Diharapkan Mampu Selamatkan Identitas dan Bahasa Lokal di Tanah Papua

6 September 2026 - 17:29 WIT

Pemprov Papua Tengah Kucurkan Rp56 Miliar untuk Pembangunan SPH

28 Agustus 2026 - 17:58 WIT

Gebrakan Marching Band MEPA Boarding School Pukau Upacara HUT ke-81 RI di Papua Tengah

17 Agustus 2026 - 12:46 WIT

Perjuangan KO’SAPA : Dedikasi 14 Tahun Hengky Yeimo Jaga Nyala Sastra Papua Dilanjutkan Mecky Tebai

6 Agustus 2026 - 19:20 WIT

Buku, Pena, dan Aksara: Menambal Ruang Kosong Pendidikan di Tanah Papua

5 Agustus 2026 - 12:49 WIT

Trending di Opini