Menu

Mode Gelap

Hiburan · 24 Mar 2026 15:47 WIT

Jumat Besok, Konser Launching Panitia Papua Reggae Festival Ke-XI Siap Guncang Nabire


Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Thedy Pekei. (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Thedy Pekei. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Kabar gembira tengah menyelimuti para pencinta musik Reggae di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah. Gelaran bergengsi Papua Reggae Festival (PRF) akan segera memasuki edisi ke-11 pada tahun 2026 ini dan Nabire menjadi lokasi pilihan pagelaran acara tersebut sesudah Wamena pada tahun 2025 lalu.

Sebagai penanda dimulainya rangkaian besar tersebut, panitia penyelenggara secara resmi telah mengumumkan akan mengadakan Konser Launching yang dijanjikan penuh dengan energi positif dan pesan perdamaian bagi seluruh masyarakat.

Acara peluncuran atau Launching Panitia ini dijadwalkan akan berlangsung pada hari Jumat, 27 Maret 2026, bertempat di Bete Cafe, Nabire. Kemeriahan akan dimulai sejak sore hari, tepatnya pukul 17:00 WIT. Konser ini menjadi sangat spesial karena tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menghadirkan sederet talenta reggae papan atas.

Dari Jayapura, akan hadir Dave Solution (Dave Baransano), disusul oleh De Sago dan Meyyom One. Sementara itu, tuan rumah Nabire akan diwakili oleh Amoye Band, One Heart, Rejape Band, serta Siligi Sao Bega.

- Advertising -
- Advertising -

Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Thedy Pekei, mengungkapkan bahwa festival tahun ini mengusung tema yang sangat kuat, yaitu “Culture and Art”. Ia menjelaskan visi utama dari perhelatan kali ini adalah mengangkat kembali identitas budaya melalui musik modern.

“Dalam Papua Reggae Festival itu sendiri, kami akan melaksanakan event dengan tema Culture and Art. Di dalam event tahun ini, kami akan melibatkan seluruh grup band reggae di se-Tanah Papua, yang diperkirakan oleh panitia itu 40 grup band reggae di Tanah Papua bakalan hadir,” ujar Thedy.

Keunikan lain dari PRF ke-11 ini adalah kewajiban bagi setiap penampil untuk membawakan lagu dalam bahasa daerah. Thedy Pekei menekankan ini adalah upaya nyata untuk melestarikan bahasa ibu yang ada di seluruh pelosok Papua.

“Kami memberi kesempatan grup band untuk setiap grup wajib membawakan tiga sampai lima lagu bahasa daerah dari seluruh Tanah Papua. Diperkirakan ada sekitar 100 lebih lagu bahasa daerah Papua asli yang akan dibawakan dalam festival itu sendiri,” tambahnya.

Ia berharap para musisi mulai menyiapkan materi lagu daerah mereka agar pesan budaya ini tersampaikan dengan sempurna kepada penonton.

Selain menjadi panggung musik, acara peluncuran di Bete Cafe juga akan menjadi wadah kolaborasi lintas komunitas kreatif. Studio Tatto dan Komunitas Vespa dipastikan hadir untuk memeriahkan suasana, menambah kesan nyentrik dan kekeluargaan yang kental.

Thedy juga berharap adanya dukungan nyata dari para pemangku kebijakan dan pimpinan daerah di Papua Tengah demi kesuksesan acara ini.

“Kita berharap tahun ini ada sponsor-sponsor dari pemimpin-pemimpin daerah untuk mensponsori para seniman asli anak Papua. Ketika kita memberikan support kepada mereka dalam event ini, kita telah membangkitkan seniman-seniman kita dari biasa menjadi profesional,” tuturnya.

Thedy juga menepis stigma negatif yang sering melekat pada aliran musik reggae. Baginya, komunitas ini adalah wadah pembinaan karakter dan prestasi yang terbukti mampu membawa nama Papua ke kancah internasional.

“Jangan kita berpandangan negatif terhadap grup reggae di Tanah Papua, tetapi ada kontribusi positif yang kita sedang bangun dan kita sedang bina untuk mereka menjadi grup band hebat yang siap dipakai di segala event baik daerah, nasional, hingga internasional,” tegasnya.

Persiapan teknis di Nabire kini terus dimatangkan oleh jajaran panitia yang diketuai oleh Ema K. Dogomo dan sekretaris Roni Imbiri.

Launching pada 27 Maret nanti akan menjadi gong pembuka sebelum puncak acara yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 berpusat di Ibu Kota Papua Tengah yakni Nabire.

“Pada tanggal 27 Maret 2026, kita akan launching panitia untuk memulai bekerja. Kami berharap bagi warga Kota Nabire dan sekitarnya, kalau ada kesempatan bisa hadir untuk menyaksikan launching panitia di Bete Cafe,” tutup Thedy Pekei.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Adidas Gandeng Goresan Seniman Asli Papua, Michael Yan Davis Maran dalam Koleksi Terbaru—Intip Karyanya

19 Februari 2026 - 09:13 WIT

Harmoni Budaya dalam Genggaman: Simak Playlist Lengkap Amoye Band ‘Rise Your Hand’ di Sini

18 Februari 2026 - 18:52 WIT

Amoye Band Luncurkan Album Perdana dan Label Musik Sendiri di Papua Tengah: Bisa Bawahi 100 Artis

15 Februari 2026 - 10:45 WIT

Amoye Band Rilis “Idima Meeuwo Tiga”: Kidung Kebangkitan Suku Mee yang Mengguncang Belantika Reggae

11 Februari 2026 - 21:24 WIT

Dari Rahim Suku Mee Untuk Dunia: Amoye Band Kukuhkan Eksistensi Reggae Papua Tengah

10 Februari 2026 - 08:06 WIT

FemalEast: Rapper Muslim Berdarah Papua yang Menjadikan Rima Sebagai Parlemen Suara Perempuan

2 Februari 2026 - 16:46 WIT

Trending di Hiburan