Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 10 Mar 2026 19:29 WIT

Kadin Papua Tengah Minta Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dampak Konflik Global dan Isu Kenaikan BBM


Kadin Papua Tengah, Alexander Gobai dan jajaran saat melakukan jumpa pers, Selasa (10/3/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com Perbesar

Kadin Papua Tengah, Alexander Gobai dan jajaran saat melakukan jumpa pers, Selasa (10/3/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Menanggapi situasi geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Tengah resmi mengeluarkan pernyataan sikap.

Peristiwa pemboman di lokasi strategis minyak Iran pada 9 Maret 2026 kemarin dinilai akan berdampak signifikan terhadap kestabilan ekonomi dari tingkat dunia hingga ke daerah.

Ketua Umum Kadin Papua Tengah, Alexander Gobay, menegaskan bahwa pihaknya harus bergerak cepat dalam menyikapi isu panas ini.

“Di mana bom ini tepat pada posisi strategis dapur minyak dunia. Nah, justru hal ini akan mengganggu kestabilan ekonomi di seluruh dunia, di tingkat Asia, nasional, sampai di tingkat daerah,” ujar Alexander dalam konferensi pers di Nabire, Selasa (10/3/2026).

- Advertising -
- Advertising -

Alexander menjelaskan bahwa Kadin melihat adanya potensi gangguan pada anggaran APBN, di mana sektor infrastruktur dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kemungkinan akan terdampak.

“Hal-hal seperti begini justru akan mengganggu kestabilan ekonomi di Indonesia maupun di Papua pada khususnya, di Papua Tengah. Oleh karena itu, kami melihat Kadin ini salah satu isu panas yang mesti harus kita bergerak cepat,” ungkapnya

Sebagai langkah konkret, Kadin Papua Tengah akan segera merangkul seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga harga kebutuhan pokok.

“Kita justru akan melakukan pergerakan cepat bagaimana kita mengundang para pelaku-pelaku ekonomi di Papua Tengah, pelaku-pelaku usaha dari semua sektor, kemudian dinas-dinas terkait, kemudian UMKM-UMKM yang ada di situ, bagaimana sama-sama menjaga kestabilan harga di Papua Tengah dalam rangka memenuhi kebutuhan sandang pangan kepada masyarakat,” tambah Alexander.

Terkait isu kenaikan harga BBM yang diprediksi terjadi dalam 20 hari ke depan, Alexander menghimbau masyarakat agar tidak terpancing kepanikan yang berlebihan.

“Maka provinsi juga akan mengambil langkah secara cepat bagaimana memberitahukan kepada masyarakat bahwa ini hanya sebagai dinamika saja, tetap seperti aktivitas perekonomian di Papua Tengah tetap jalan seperti biasa. Jangan hanya ada isu seperti begini kemudian semua masyarakat panik,” pintanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan tantangan ini sebagai momentum memperkuat sektor lokal.

“Ini saya pikir ini hanya ujian saja sementara bagaimana kita sama-sama berpikir positif bahwa ujian ini kita bisa mengambil langkah-langkah yang bagus. Bagaimana masyarakat tentram, kondusif, masyarakat kembali pada bertani, berkebun, nelayan. Jadi tidak usah panik, kita biasa-biasa saja,” tutup Alexander Gobay.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Bagaimana Cara Pertamina Jamin Stok BBM di Papua-Maluku Tetap Aman?

8 Maret 2026 - 20:40 WIT

Kontrak Freeport Resmi Diperpanjang-Saham Pemerintah Bertambah 12 Persen Pada 2041

19 Februari 2026 - 21:32 WIT

Inflasi Nabire Tembus 6,62 Persen, Listrik Hingga Harga Daging Babi Jadi Penyebab

11 Februari 2026 - 15:09 WIT

Mengapa Angka Kemiskinan Papua Tengah Tinggi? – Berikut Penjelasan BPS

10 Februari 2026 - 19:37 WIT

Komisi II DPRK Mimika Serap Aspirasi Pedagang Pasar Sentral: Dari Soal Retribusi Hingga Penertiban Pasar Liar

4 Februari 2026 - 15:57 WIT

Dinas UMKM Papua Tengah Siapkan Strategi Pemasaran Global untuk Produk Lokal

4 Februari 2026 - 15:42 WIT

Trending di Ekonomi