Menu

Mode Gelap

Umum · 23 Agu 2025 14:19 WIT

Kasus Kriminal Meningkat di Deiyai, Ketua Fraksi Kelompok Khusus, Donatus Mote Tawarkan Solusi ini

Ketua Fraksi Kelompok Khusus Donatus Mote menyikapi situasi tiga bulan terakhir (Juni-Agustus), di Deiyai. Perbesar

Ketua Fraksi Kelompok Khusus Donatus Mote menyikapi situasi tiga bulan terakhir (Juni-Agustus), di Deiyai.

SASAGUPAPUA.COM, DEIYAI – Ketua Fraksi Kelompok Khusus Donatus Mote menyikapi situasi tiga bulan terakhir (Juni-Agustus), di Deiyai.

Donatus menjelaskan tercatat ada kasus yang menyebabkan enam orang meninggal dunia akibat tindakan kriminal. Korban tidak hanya masyarakat nusantara yang, tapi masyarakat lokal.

“Tindakan kriminal seperti ini membuat masyarakat menjadi takut untuk beraktivitas, misalnya masyarakat mulai takut untuk ke kebun untuk bertani, takut ke danau untuk bernelayan, takut untuk ke hutan berburuh dan lainnya. Hal ini bia berdampak negatif pada ekonomi kehidupan masyarakat,” katanya kepada media ini, Sabtu (23/8/2025).

Sehingga sebagai anggota DPRP Papua Tengah Dapil Deiyai menyampaikan kepada Pemkab Deiyai agar segera memberikan jaaminan keamaman dan kenyamanan kepada masyarakat.

- Advertising -
- Advertising -

“Harus ditemukan solusi untuk menghentikan tindakan-tindakan kriminal dari kota Waghete Deiyai,” ucapnya.

Donatus juga menawarkan beberapa solusi kepada pemerintah. Seperti :

1. Segala bentuk kegiatan sosial seperti permainan Roleks, dadu, togel segera dihentikan dari kota Waghete ibu kota kabupaten Deiyai.

2. Segalam macam jenis olah raga yang membuat kehadiraan banyak orang seperti perlombaan, panggung hiburan dan lainya harus dihentikan dari kota Waghete.

3. Segala macam jenis hiburan macam seperti BAR, KAROKE, BIR harus ditutup. Saat ini, sepanjang kota Waghete terdapat banyak tempat karoke, BAR dan diskotik dan itu semua harus ditutup.

4. Masyarakat nusantara difokuskan untuk berdagan sembako saja, tidak menjadi pengojek. Anak-anak putra daerah dibentuk dalam komunitas resmi ojek yang terdaftar di kesbangpol kabupaten.

5. Diberikan kepercayaan dan peluang kepada sopir-sopir lokal untuk memuat penumpang dan harus dibentuk dalam komunitas yang resmi terdaftar di kesbangpol kabupaten. Sopir-sopir nusantara yang selama narik bagian distrik Tigi Timur dan tigi Utara diberhentikan dan fokuskan pada pedangan di kompleks pasar kota Waghete.

“Dalam rangka meminimalisir tindakan kekerasan pembacokan, pembunuhan di sekitaran kota Waghete, perluh juga ada peraturaan bupati untuk menutup semua tempat hiburan siang maunpun malam,” ungkapnya.

Selain itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai juga sebagai mitra kerja pemerintah daan masyarakat harus pro aktif.

“KNPI segera ambil langkah-langkah konkrit untuk tutup tempat-tempat hiburan,” ungkapnya.

Dikatakan, KNPI sebagai organisasi pemuda yang dapat anggaran dari pemerintah mestinya harus melakukan investigasi dan pengkajian secara intelektual dan menawarkan solusi kepada pemerintah dalam rangkah mengembalikan Deiyai tanah damai, berbudaya dan bergama.

“Pemerintah kabupaten Deiyai harus mengundang kepala suku dari lima distrik, kepala kampung, tokoh pemuda, tokoh agama dan mulai diskusi bersama dalam rangkah kembalikan Deiyai tanah damai, ramah, berbudaya dan beriman,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Festival Media Dimulai: Ruang Belajar dari Etika AI, Investigasi, Hak Masyarakat Adat Hingga Hutan Papua Bercerita

14 Januari 2026 - 09:09 WIT

Festival Media Siap Digelar, Ratusan Wartawan Sudah Berada di Nabire

12 Januari 2026 - 23:21 WIT

Sejarah Baru: Festival Media se-Tanah Papua Siap Mengguncang Jantung Papua Tengah

6 Januari 2026 - 20:25 WIT

Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali Beroperasi Serentak Mulai 8 Januari 2026

5 Januari 2026 - 15:57 WIT

Sambut 2026: Bukan Pewaris, KNPI Papua Tengah Siap Menjadi Perintis Semangat Baru bagi Pemuda di Delapan Kabupaten

31 Desember 2025 - 17:21 WIT

Ketua SOMAMA-TI Kecam Lambatnya Pengesahan Perda Perlindungan Komoditas Lokal di Mimika

30 Desember 2025 - 22:48 WIT

Trending di Ekonomi