SASAGUPAPUA.COM, DEIYAI – Ketua Fraksi Kelompok Khusus Donatus Mote menyikapi situasi tiga bulan terakhir (Juni-Agustus), di Deiyai.
Donatus menjelaskan tercatat ada kasus yang menyebabkan enam orang meninggal dunia akibat tindakan kriminal. Korban tidak hanya masyarakat nusantara yang, tapi masyarakat lokal.
“Tindakan kriminal seperti ini membuat masyarakat menjadi takut untuk beraktivitas, misalnya masyarakat mulai takut untuk ke kebun untuk bertani, takut ke danau untuk bernelayan, takut untuk ke hutan berburuh dan lainnya. Hal ini bia berdampak negatif pada ekonomi kehidupan masyarakat,” katanya kepada media ini, Sabtu (23/8/2025).
Sehingga sebagai anggota DPRP Papua Tengah Dapil Deiyai menyampaikan kepada Pemkab Deiyai agar segera memberikan jaaminan keamaman dan kenyamanan kepada masyarakat.
“Harus ditemukan solusi untuk menghentikan tindakan-tindakan kriminal dari kota Waghete Deiyai,” ucapnya.
Donatus juga menawarkan beberapa solusi kepada pemerintah. Seperti :
1. Segala bentuk kegiatan sosial seperti permainan Roleks, dadu, togel segera dihentikan dari kota Waghete ibu kota kabupaten Deiyai.
2. Segalam macam jenis olah raga yang membuat kehadiraan banyak orang seperti perlombaan, panggung hiburan dan lainya harus dihentikan dari kota Waghete.
3. Segala macam jenis hiburan macam seperti BAR, KAROKE, BIR harus ditutup. Saat ini, sepanjang kota Waghete terdapat banyak tempat karoke, BAR dan diskotik dan itu semua harus ditutup.
4. Masyarakat nusantara difokuskan untuk berdagan sembako saja, tidak menjadi pengojek. Anak-anak putra daerah dibentuk dalam komunitas resmi ojek yang terdaftar di kesbangpol kabupaten.
5. Diberikan kepercayaan dan peluang kepada sopir-sopir lokal untuk memuat penumpang dan harus dibentuk dalam komunitas yang resmi terdaftar di kesbangpol kabupaten. Sopir-sopir nusantara yang selama narik bagian distrik Tigi Timur dan tigi Utara diberhentikan dan fokuskan pada pedangan di kompleks pasar kota Waghete.
“Dalam rangka meminimalisir tindakan kekerasan pembacokan, pembunuhan di sekitaran kota Waghete, perluh juga ada peraturaan bupati untuk menutup semua tempat hiburan siang maunpun malam,” ungkapnya.
Selain itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai juga sebagai mitra kerja pemerintah daan masyarakat harus pro aktif.
“KNPI segera ambil langkah-langkah konkrit untuk tutup tempat-tempat hiburan,” ungkapnya.
Dikatakan, KNPI sebagai organisasi pemuda yang dapat anggaran dari pemerintah mestinya harus melakukan investigasi dan pengkajian secara intelektual dan menawarkan solusi kepada pemerintah dalam rangkah mengembalikan Deiyai tanah damai, berbudaya dan bergama.
“Pemerintah kabupaten Deiyai harus mengundang kepala suku dari lima distrik, kepala kampung, tokoh pemuda, tokoh agama dan mulai diskusi bersama dalam rangkah kembalikan Deiyai tanah damai, ramah, berbudaya dan beriman,” pungkasnya.