Menu

Mode Gelap

Umum · 4 Feb 2026 18:06 WIT

Senator Eka Yeimo: Pendekatan Militeristik Bukan Solusi, Dialog dengan Mediator PBB Harus Segera Dilakukan


Momen foto bersama dalam kegiatan diskusi publik bertajuk Perbesar

Momen foto bersama dalam kegiatan diskusi publik bertajuk "Papua Dalam Cengkeraman Militer". (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, Jakarta – Pemuda Katolik Pusat (PMKRI) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Papua Dalam Cengkeraman Militer” pada Selasa (3/2/2026) di Kantor YLBHI Pusat, Jakarta.

Dalam forum tersebut, Senator DPD RI asal Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak pendekatan militeristik terhadap masyarakat sipil di daerah konflik.

Pernyataan ini didasarkan pada temuan Tim Pansus Papua Tengah bersama YLBHI periode 2023-2025 di Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Dogiyai, serta kunjungan langsungnya ke Sinak.

“Pendekatan militeristik di Papua tidak menyelesaikan konflik, tetapi justru menimbulkan masalah pada kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, gangguan psikososial, hingga tingkat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM),” ujar Eka Kristina Murib Yeimo di hadapan peserta diskusi.

- Advertising -
- Advertising -

Melihat realita yang terjadi di lapangan, Eka menegaskan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah konkret dalam penyelesaian akar persoalan di tanah Papua.

“Sebagai Senator DPD RI perwakilan Provinsi Papua Tengah, saya langsung menyampaikan kepada Bapak Presiden sebagai Kepala Negara untuk segera memfasilitasi semua pihak yang bertikai, baik OPM/TPNPB/ULMWP maupun TNI/POLRI, guna menyelesaikan akar persoalan Papua dengan mengadakan dialog yang menghadirkan PBB sebagai mediator,” tegasnya.

Eka mengatakan fokus utamanya adalah nilai kemanusiaan di atas kepentingan politik praktis. Ia mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk mulia yang diciptakan bukan untuk saling membunuh. “Saya tidak bicara soal Papua Merdeka atau NKRI harga mati, saya bicara atas dasar kemanusiaan. Kasihan baku tembak seperti menembak binatang. TNI dan TPNPB harus sadar, stop kekerasan dan saling membunuh, stop saling mencuri barang orang lain yang bukan milikmu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana masyarakat sipil terus menjadi korban di tengah pusaran konflik kepentingan, mulai dari pencurian senjata hingga eksploitasi sumber daya alam.

Kepada kelompok yang bertikai di wilayah pegunungan, Eka memberikan pesan yang menyentuh sisi spiritualitas.

“Saya katakan kepada OPM yang ada di wilayah gunung, lepaskan senjata, pegang Alkitab, dan minta petunjuk kepada Tuhan di atas. Jangan anggap remeh perkataan ini,” pesannya.

Diskusi publik ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Senator DPD RI Paul Finsen Mayor, Imanuel Gobay dari YLBHI, dan Romo Setyo Wibowo dari STF Driyarkara.

Melalui forum ini, Eka Kristina Murib Yeimo berharap pesan perdamaian dapat benar-benar terwujud di tanah Papua. “Damailah negeriku, salam damai,” serunya.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kunjungi Mimika Timur Jauh, John Gobai: Krisis Infrastruktur di Kampung Ayuka

14 Juli 2026 - 12:38 WIT

Aksi Kemanusiaan, Ketua KNPI Papua Tengah Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Mahasiswa ke Dogiyai

7 Juli 2026 - 11:10 WIT

Genjot Hilirisasi, Dirjen Perkebunan Kementan Dorong Percepatan Nursery di Nabire

6 Juli 2026 - 20:43 WIT

Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua

6 Juli 2026 - 16:31 WIT

Masa Depan KNPI Mimika: Yustinus Tebai Berharap Rafael Taorekeyau Bawa Inovasi Baru

4 Juli 2026 - 20:53 WIT

Mengurus Kebun, Bukan Sekadar Menjaga Pagar: Catatan John Gobai tentang Resolusi Konflik Papua Tengah

2 Juli 2026 - 17:06 WIT

Trending di Umum