Menu

Mode Gelap

Umum · 3 Agu 2026 19:57 WIT

Dewan Gereja Katolik: Hasil Hearing Dialog Soal Konflik di Papua Tengah Harus Ditindaklanjuti Serius


Ketua Dewan Pastoral Paroki salah satu gereja katolik di Kabupaten Intan Jaya, Karpus Belau. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com) Perbesar

Ketua Dewan Pastoral Paroki salah satu gereja katolik di Kabupaten Intan Jaya, Karpus Belau. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Ketua Dewan Pastoral Paroki salah satu gereja katolik di Kabupaten Intan Jaya, Karpus Belau, menyampaikan harapan mendalam dari pimpinan Gereja Katolik agar rentetan konflik bersenjata di wilayahnya yang telah berlangsung sejak tahun 2019 segera diakhiri.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Hearing dan Dialog Soal Konflik Bersenjata yang digelar oleh DPR Papua Tengah di Aula Tabernakel, Nabire, Senin (3/8/2026).

Karpus menegaskan bahwa pihak gereja tidak ingin konflik berkepanjangan ini terus menelan korban jiwa dari masyarakat secara sia-sia.

Oleh karena itu, ia meminta agar momentum dialog yang diinisiasi oleh DPR Provinsi Papua Tengah ini benar-benar ditindaklanjuti secara serius. Mengingat permasalahan serupa juga terjadi di berbagai wilayah lain di Papua, ia mendorong adanya kolaborasi menyeluruh dari semua pihak untuk membawa aspirasi masyarakat ke tingkat pusat.

- Advertising -
- Advertising -

“Kami dari pimpinan gereja minta supaya semua pihak, apalagi dengan adanya kesempatan ini seperti yang diagendakan oleh Provinsi DPR Provinsi Papua Tengah untuk mendengar pendapat dari semua pihak ini, kami harap supaya ditindaklanjuti dan tidak hanya di Papua Tengah sini. Permasalahan konflik ini terjadi di semua Papua, sehingga kami harap supaya semua semua lembaga, LSM-LSM, pihak gereja, pemerintah, dalam hal ini pihak legislatif, yudikatif, semua jadi satu dan bisa sampaikan aspirasi masyarakat, warga sipil ke pusat, terutama melalui DPR,” ujar Karpus.

Selain mendorong jalur dialog ke pemerintah pusat, Karpus juga menyoroti maraknya pembangunan pos keamanan di wilayah Intan Jaya. Pihak gereja berharap kehadiran personel militer non-organik dapat dievaluasi kembali demi meredam ketegangan di tengah masyarakat.

“Dan rentetan senjata yang terjadi kami mohon supaya jangan, terutama untuk pos apa pembangunan pos-pos militer yang di Intan Jaya yang terlalu cepat menyebar nih, kami harap supaya militer non-organik ini bisa ditarik kembali, terutama bisa meminimalisir pembangunan pos-pos militer seperti begitu,” tambahnya.

Sebagai pihak yang terus bertahan di daerah konflik, Karpus mengungkapkan bahwa gereja selalu memandang kedua belah pihak yang bertikai, baik TNI-Polri maupun TPNPB, sebagai bagian dari umat yang setara. Suara kenabian dan pesan perdamaian pun rutin disampaikan dalam setiap khotbah.

Kendati pimpinan dan pelayan gereja kerap mengalami teror dan ancaman keselamatan di lapangan saat menolong korban dari kedua belah pihak, Karpus menegaskan tekad gereja untuk tidak akan pernah meninggalkan umatnya.

“Kenapa tadi saya sampaikan mewakili pihak gereja? Karena yang selama ini di daerah-daerah konflik, yang tinggal bersama, merasakan bagaimana konflik terjadi itu kami pihak gereja. Sehingga kami juga sebagai manusia yang lemah, kami juga sering menghadapi banyak tantangan selama ini. Kami diteror, padahal namanya TPNPB maupun TNI-Polri itu umat bagi pandangan gereja. Kami tidak pernah membedakan oh TNI-Polri, oh TPNPB,” jelas Karpus.

Ia juga menceritakan bagaimana pihak gereja tetap berupaya hadir di tengah situasi berbahaya, termasuk ketika kendaraan mereka menjadi sasaran tembak.

“Minta bantuan pun, masyarakat kena tembak, TNI kena tembak, siapin kena tembak kami biasa turun. Tapi selama ini juga kami diteror, seperti contohnya kemarin (beberapa waktu lalu-red) mobil kami ditembak, terus biasa dengan berbagai cara apa, tapi sebagai pelayan Tuhan, kami dengan sadar bahwa pasti suatu saat kami juga mati dengan cara apa kami tidak tahu, tapi puji Tuhan dalam perlindungan Tuhan, kami akan selalu senantiasa bersama umat kami,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPR Papua Tengah Gelar Hearing Soal Konflik Bersenjata, Mahasiswa Minta Respon Cepat

3 Agustus 2026 - 20:54 WIT

Usai Hearing Dialog Bahas Konflik Bersenjata, MRP Papua Tengah Harap Tim investigasi Independen Segera Terbentuk

3 Agustus 2026 - 20:12 WIT

Tokoh Adat Deiyai Ajak Masyarakat Meriahkan HUT Ke-81 RI dan Jaga Keamanan

1 Agustus 2026 - 17:15 WIT

Ketua Suku Mee Papua Tengah Dorong Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat di Empat Distrik Piyaiye

31 Juli 2026 - 18:26 WIT

KKN di Ayuka, STIH Mimika Hadirkan Dinas LHKP Papua Tengah Diskusi Tentang Perlindungan Mangrove

27 Juli 2026 - 18:49 WIT

Ancaman Kebakaran, Anggota DPRP Yulian Magai Minta Warga Waspada Musim Kemarau

27 Juli 2026 - 18:36 WIT

Trending di Umum