Menu

Mode Gelap

Agama · 31 Mei 2025 18:06 WIT

Kata Pdt. Dorman Soal Otsus Papua: Situasi ini Akan Terjadi Satu Kelaparan yang Cukup Besar Untuk OAP


Anggota Dewan Gereja Papua (DGP),Pdt.Dorman Wandikbo, (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com) Perbesar

Anggota Dewan Gereja Papua (DGP),Pdt.Dorman Wandikbo, (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA –  Anggota Dewan Gereja Papua (DGP), Pendeta (Pdt) Dorman Wandikbo menyatakan keprihatinannya terhadap penyaluran Otsus yang terjadi di Tanah Papua saat ini.

“Situasi ini akan terjadi satu kelaparan yang cukup besar untuk Orang Asli Papua (OAP),” katanya kepada awak media ketika ditemui di Timika, Jumat (30/5/2025),

Ia mengatakan Otsus selama 20 tahun yang lalu memang ada kewenangan untuk mengatur uang dimana 80 persen di Kabupaten dan 20 persen di Provinsi.

Namun, saat ini Undang-undang Otsus yang baru menunjukan semua dana Otsus dikelola oleh pemerintah pusat.

- Advertising -
- Advertising -

“Karena itu sayang sekali lakukan pemekaran provinsi, lakukan pemekaran kabupaten tapi uang tidak ada. Kenapa uang tidak ada ? Itu sengaja dibuat oleh pusat supaya 20 tahun yang lalu (OAP) hidup dalam ketergantungan, sekarang 20 tahun lagi kedepan dalam Otsus ini adalah orang Papua menjadi melarat,” ucapnya.

Kembali Kerja Kebun

Karena itu, Pdt. Dorman mengatakan dimanapun ia selalu mengingatkan kepada Orang Asli Papua harus kembali kerja kebun.

“Karena itu saya dimana-mana kasih tau OAP harus kembali kerja kebun, jangan mengharapkan kepada pemerintah, jangan mengharapkan kepada Jakarta, tapi kembali kepada kerja kebun. Jangan berharap kepada pemerintah, pemerintah tidak akan ada uang, sudah tidak ada, karena sistim itu sengaja dibuat, itu satu,” ungkapnya.

Yang kedua kata Pdt. Dorman semua program dalam dana APBD maupun dana Otsus di seluruh Indonesia di luar Papua umumnya diserahkan uang dalam bulan Januari-Februari, dengan demikian dari semua pemerintah-pemerintah, DPR memutuskan anggaran dan bisa mengatur pelayanan masyarakat.

“Tapi untuk di Papua itu aneh, Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, itu tidak ada uang, nanti uang cairnya bulan Agustus, September nanti sudah mulai dekat Desember baru segera melapor akhirnya buat pelayanan tidak jalan baik, pembangunan tidak jalan Baik, uang sisa banyak, itu siapa mau main ?,” serunya.

“Semua permainan yang sedang dilakukan dan saya harap sebagai tokoh gereja orang yang elit-elit politik Papua yang hari ini dari tujuh provinsi harus sadar bahwa kami tidak baik-baik saja,” tutup Ketua Dewan Pertimbangan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) ini.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 334 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PGI Serukan Hentikan Kekerasan Bersenjata di Tanah Papua

22 April 2026 - 10:32 WIT

Bartolomeus Mirip: Aksi Gubernur Papua Tengah Turun ke Puncak Harus Disambut Solusi Permanen dari Presiden

21 April 2026 - 14:05 WIT

Pemprov Papua Tengah Gerak Cepat Tangani Korban Konflik Puncak dan Siapkan Bantuan Kemanusiaan

21 April 2026 - 13:36 WIT

DPR Papua Tengah Usul 21 Perda 2026: Mulai dari Penangan Konflik Hingga Hak dan Kewajiban MRP

21 April 2026 - 13:01 WIT

Ketua Kelompok Khusus DPR Papua Tengah: Wapres ke Nabire dan Timika Percuma Jika Abaikan Isu Keamanan

20 April 2026 - 23:20 WIT

DPR Papua Tengah Tagih Janji Divestasi Freeport: Wapres Gibran Harus Beri Kepastian Bagi Papua Tengah

20 April 2026 - 23:13 WIT

Trending di Umum