Menu ✖

Mode Gelap

Lingkungan · 30 Sep 2026 15:36 WIT

Kebakaran Hutan Srer–Saifi Kian Parah, Asap Tebal Resahkan Warga


Kebakaran Hutan di jalan poros Srer – Saifi, Teminabuan, Sorsel. (Foto:Ewil Woloin) Perbesar

Kebakaran Hutan di jalan poros Srer – Saifi, Teminabuan, Sorsel. (Foto:Ewil Woloin)

SASAGUPAPUA.COM, Teminabuan – Kebakaran hutan terjadi di jalan poros Srer – Saifi terjadi terus menerus dan kian parah pada Selasa, 29 September 2026.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, aktivis lingkungan, Ewil Woloin menjelaskan, hingga tadi malam kobaran api dilaporkan masih menyala terang dan merambat melahap sisa-sisa vegetasi di sepanjang jalur tersebut.

Peristiwa ini memicu keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat Distrik Saifi. Warga merasa sangat terganggu dan mengecam keras tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja memicu titik api.

Ewil mengatakan, Keresahan ini muncul karena dampak kabut asap secara langsung mengancam kesehatan pernapasan masyarakat sekitar dan membahayakan keselamatan para pengendara akibat terbatasnya jarak pandang di jalan poros.

- Advertising -
- Advertising -

“Masyarakat Distrik Saifi sangat berharap oknum di balik kesengajaan ini sadar dan berhenti, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, “ujarnya.

Ia menjelaskan, Kondisi di lapangan hingga malam memperlihatkan pijaran api yang menolak padam di tengah kegelapan. Area hutan yang tadinya rimbun kini telah berubah menjadi hamparan arang hitam pekat dan abu. Asap sisa pembakaran terus mengepul dari ranting dan pepohonan yang hangus, berbanding terbalik dengan sisa-sisa tumbuhan hijau di tepi jalan yang seolah menjadi saksi bisu kerusakan parah ini.

“Mengingat kondisi cuaca dengan panas yang diperkirakan masih akan berlangsung panjang, dihimbau dengan sangat tegas kepada siapapun untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apapun, “jelasnya.

Menurutnya, tindakan kesengajaan seperti ini sangatlah berbahaya dan fatal di tengah cuaca panas ekstrem yang membuat vegetasi mengering dan mudah terbakar. Selain menghancurkan ekosistem flora dan fauna, api akan sangat mudah membesar di luar kendali.

“Mari bersama-sama saling menjaga, menahan diri dari tindakan yang merusak alam, dan memastikan tragedi pembakaran ini dihentikan sekarang juga demi keselamatan bersama. Warga yang melintas di sekitar lokasi pada malam ini juga diminta untuk tetap ekstra hati-hati saat berkendara, “tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lakukan Penelitian Langsung, WALHI Papua: Pendangkalan Danau Paniai Kian Memprihatinkan

23 September 2026 - 14:19 WIT

Jaga Tradisi dan Alam, DPMA Saifi-Yaben Gelar Sidang Adat Ke-II

21 September 2026 - 13:59 WIT

Karhutla dan Asap Tebal Kembali Landa Nabire, WALHI Papua Desak Audit Konsesi dan Penegakan Hukum Tegas

15 September 2026 - 12:22 WIT

Tanah Mengering, Petani Sayuran di Sorong Selatan Alami Gagal Panen

11 September 2026 - 15:10 WIT

Direktur WALHI Papua: Siapa Pun yang Merampas Hutan Papua, Merampas Masa Depan Dunia

8 September 2026 - 17:02 WIT

Masyarakat Adat Merauke Kecam Pengrusakan Salib Hitam di Wilayah Adat Marga Moyuwend Buako

8 September 2026 - 16:44 WIT

Trending di Lingkungan