Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 4 Sep 2026 17:20 WIT

Pulihkan Hutan Bekas Kebakaran, Komunitas Papuans Photo Tanam Pohon di Gunung Gamei-Nabire


Kiri dan kanan - Seorang anggota Komunitas Papuans Photo, Jeff Tagi saat menanam pohon (Foto: Durry/papuansphoto-Papua Tengah) | Tengah : beberapa anggota PAPUANSPHhoto saat berfoto selfie bersama usai melakukan penanaman pohon di gunung Gamei, (foto: Istimewa) Perbesar

Kiri dan kanan - Seorang anggota Komunitas Papuans Photo, Jeff Tagi saat menanam pohon (Foto: Durry/papuansphoto-Papua Tengah) | Tengah : beberapa anggota PAPUANSPHhoto saat berfoto selfie bersama usai melakukan penanaman pohon di gunung Gamei, (foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Kepedulian terhadap kelestarian alam ditunjukkan oleh Komunitas Papuans Photo Papua Tengah melalui aksi penghijauan di Gunung Gamei, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Jumat (4/9/2026).

Aksi reboisasi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Nabire akibat musim kemarau serta ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan anggota komunitas bergotong royong menanam sekitar 50 bibit pohon di area lereng dan puncak gunung yang sebelumnya hangus terbakar.

Kondisi gunung Gamei pasca kebakaran hutan dari tangkapan lensa dari salah satu anggota komunitas PAPUANSPHOTO-Papua Tengah, Decky Mote.

- Advertising -
- Advertising -

Aksi nyata ini diharapkan dapat memulihkan kembali ekosistem hutan yang rusak sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas.

Pewakilan Komunitas Papuans Photo, Durry, menjelaskan aksi penanaman ini merupakan langkah konkret untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan.

“Hari ini kami dari Komunitas Papuans Photo melakukan aksi penanaman pohon reboisasi. Beberapa bulan belakangan ini memasuki musim kemarau dan banyak oknum yang membakar hutan sembarangan. Ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat tidak membakar hutan lagi, sebab hutan adalah paru-paru dunia. Kita bisa menghirup udara segar karena keberadaan hutan,” ujar Durry di sela-sela kegiatan.

Durry menambahkan bibit pohon telah tersebar di beberapa titik Gunung Gamei, mulai dari bagian bawah hingga kawasan lereng. Ia juga mengajak kelompok pemuda dan komunitas lain untuk melakukan gerakan serupa demi mengembalikan kesuburan alam Nabire.

“Ada beberapa pohon yang sudah kami tanam di bagian bawah dan sepanjang jalur ini. Kami berharap kelompok pecinta alam maupun komunitas apa saja dapat menjadikan aksi ini sebagai contoh untuk melakukan penanaman pohon bersama, agar hutan kita bisa kembali rimbun,” lanjutnya.

Senada dengan Durry, salah satu fotografer Papua Tengah, Jebulon Bunai, mengungkapkan Komunitas Papuans Photo tidak hanya berfokus pada dunia fotografi, tetapi juga memiliki komitmen sosial terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, kesadaran mencintai alam harus ditanamkan di berbagai lapisan masyarakat.

“Saat ini kita berada di Gunung Gamei dan melihat langsung kawasan yang telah dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Melalui wadah Komunitas Papuans Photo, kami ingin membuktikan bahwa komunitas ini tidak hanya sekedar tempat berkumpul dan mengambil foto. Kami berkomitmen untuk memberikan edukasi, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat lainnya, mengenai pentingnya kesadaran mencintai alam,” tutur Jebulon.

Kondisi gunung Gamei pasca kebakaran hutan yang diambil melalui tangkapan lensa salah satu anggota PAPUANSPhoto Papua Tengah, Decky Mote. 

Jebulon juga mengajak masyarakat untuk lebih sering berinteraksi dengan alam agar dapat merasakan langsung manfaat dan keindahannya.

“Coba kita keluar dari area perkotaan dan menikmati suasana hutan. Kita pasti akan merasakan betapa indahnya alam di sekitar sini. Hutan bisa menjadi tempat menenangkan diri sekaligus sumber inspirasi bagi kita. Mari kita bersama-sama menanam kembali hutan ini. Walaupun hanya satu pohon, kepedulian terhadap lingkungan adalah sebuah keharusan dan harapan bagi kita semua. Jangan lupa untuk menanam pohon dan mencintai alam,” pungkas Jebulon.

 

Penulis: Kristin Rejang

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

WALHI Papua Ungkap Lonjakan Karhutla di Tanah Papua, Wilayah Konsesi PSN Merauke Jadi Episentrum Titik Api

31 Agustus 2026 - 10:24 WIT

Ancaman El Nino Kian Parah, Koalisi HAM Desak Presiden Hentikan PSN di Hutan Adat Papua

25 Agustus 2026 - 20:16 WIT

Ketua KOMANDAN Paniai Desak Pemkab Keruk Sampah di Muara Kali Enaro

21 Agustus 2026 - 08:20 WIT

Dampak Kemarau Panjang El Nino, Kepala Suku Paniai Barat Terbitkan Imbauan Kesiapsiagaan

17 Agustus 2026 - 00:11 WIT

“Tanah Adalah Mama”: Pemuda Srer Pertahankan Hutan Adat dari Modernisasi

15 Agustus 2026 - 09:23 WIT

Aksi Demo Masyarakat Simapitowa di DPR Papua Tengah: Tolak Klaim Tanah hingga Tuntut Pencabutan Plang Satgas PKH

10 Agustus 2026 - 16:59 WIT

Trending di Lingkungan