Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 21 Agu 2026 08:20 WIT

Ketua KOMANDAN Paniai Desak Pemkab Keruk Sampah di Muara Kali Enaro


Ketua Komunitas Anak Danau Panian(KOManDAN Paniai), Hengky Yeimo Perbesar

Ketua Komunitas Anak Danau Panian(KOManDAN Paniai), Hengky Yeimo

SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Ketua Komunitas Anak Danau Panian(KOManDAN Paniai), Hengky Yeimo, meminta Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera mengambil langkah nyata untuk menjaga kelestarian Danau Paniai, khususnya di kawasan muara Kali Enaro.

Permintaan tersebut disampaikan Hengky menyikapi musim kemarau panjang yang menyebabkan sampah dan material sedimentasi semakin terlihat di sejumlah kawasan aliran sungai dan tepi danau.

Hengky meminta Dinas PU Paniai segera mengeruk sampah yang menumpuk di muara Kali Enaro agar tidak terus terbawa masuk ke kawasan Danau Paniai.

“Pada momentum musim kemarau panjang ini, kami meminta kepada Bupati Paniai, dalam hal ini Dinas PU Paniai, untuk segera mengeruk sampah-sampah di muara Kali Enaro,” kata Hengky Yeimo.

- Advertising -
- Advertising -

Menurutnya, penanganan kawasan muara sungai tidak cukup hanya dilakukan dengan membersihkan sampah. Pemerintah juga perlu melakukan rehabilitasi lingkungan terhadap kawasan yang menjadi tempat tinggal masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Enaro dan Tali.

Ia mengatakan, rehabilitasi tersebut penting untuk menjaga ekosistem danau sekaligus mengantisipasi semakin banyaknya sampah yang berserakan di sekitar bibir Danau Paniai.

“Selamatkan bibir danau dengan menjaga lingkungan dari kebiasaan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Hengky menjelaskan, persoalan lain yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat adalah pendangkalan danau. Menurut dia, pendangkalan dapat terjadi akibat material dari daratan yang masuk melalui sungai dan kali, kemudian mengendap di kawasan danau.

“Pendangkalan terjadi karena adanya material yang masuk ke arah sungai dan kali yang kemudian mengendap di danau,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai perlindungan Danau Paniai membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan kelompok pemerhati lingkungan dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem danau.

“Keselamatan Danau Paniai menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan tanggung jawab segelintir orang atau masyarakat,” tegas Hengky.

Selain pengerukan sampah dan rehabilitasi bantaran sungai, Hengky juga mendorong Pemerintah Kabupaten Paniai memasang papan larangan mendirikan bangunan di sepanjang kawasan bibir danau.

Ia meminta Bupati Paniai Yanpiet Nawipa memasang plang larangan tersebut mulai dari kawasan Aikai hingga Gunung Bobaigo sebagai bentuk perlindungan kawasan sempadan danau.

“Bupati memasang plang di sepanjang bibir danau dari Aikai sampai di Gunung Bobaigo untuk tidak boleh mendirikan bangunan apa pun,” katanya.

Menurut Hengky, langkah tersebut perlu diikuti dengan program rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah menanam pepohonan di sepanjang bibir Danau Paniai.

“Rehabilitasi dimulai dengan menanam pepohonan di sepanjang bibir danau,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Paniai tidak hanya melakukan penanganan ketika kondisi Danau Paniai sudah mengalami kerusakan parah. Upaya pencegahan, menurutnya, harus dilakukan sejak sekarang melalui pengelolaan sampah, penghijauan, perlindungan sempadan danau, serta penataan permukiman di sekitar kawasan aliran sungai.

Hengky menegaskan, Danau Paniai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga kelestariannya harus dijaga secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Kalau kita menjaga danau, berarti kita juga menjaga kehidupan masyarakat Paniai untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dampak Kemarau Panjang El Nino, Kepala Suku Paniai Barat Terbitkan Imbauan Kesiapsiagaan

17 Agustus 2026 - 00:11 WIT

“Tanah Adalah Mama”: Pemuda Srer Pertahankan Hutan Adat dari Modernisasi

15 Agustus 2026 - 09:23 WIT

Aksi Demo Masyarakat Simapitowa di DPR Papua Tengah: Tolak Klaim Tanah hingga Tuntut Pencabutan Plang Satgas PKH

10 Agustus 2026 - 16:59 WIT

MAI-P Buka Data Raksasa Konsesi Lahan di Tanah Papua: Serukan Penyelamatan Tanah dan Hak Masyarakat Adat

9 Agustus 2026 - 18:30 WIT

Gereja dan Pemuda Papua Bersatu Bersihkan Sampah Pesisir Sorong Selatan Jelang HUT RI Ke-81

7 Agustus 2026 - 12:26 WIT

Nestapa Petani Nabire Dihimpit Kemarau Akibat El Nino, Ada Luka Ekologi di Balik Siklus Bencana

30 Juli 2026 - 07:58 WIT

Trending di Lingkungan